Anggota Koramil 1610 Krangkeng Hadir, Wujudkan Generasi Sehat dan Lansia Bahagia, Posyandu Siklus Hidup Desa Tanjakan Gelar Layanan Kesehatan Terpadu
September 15, 2026
INDRAMAYU – Kesehatan merupakan modal utama bagi pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Menyadari pentingnya hal tersebut, Pemerintah Desa Tanjakan, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, kembali menggelar kegiatan Posyandu Terpadu dengan pendekatan "Siklus Hidup". Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (15/9/2026) pukul 09.00 WIB hingga 10.20 WIB ini bertempat di Posyandu Beringin, Aula Kantor Desa Tanjakan. Acara ini menjadi bukti nyata komitmen desa dalam memberikan pelayanan kesehatan gratis dan mudah diakses bagi seluruh lapisan masyarakat, mulai dari balita hingga lansia.
Kegiatan Posyandu Siklus Hidup kali ini dirancang secara komprehensif untuk memantau tumbuh kembang anak sekaligus menjaga kesehatan warga usia lanjut. Untuk kategori Balita dan Baduta (Bawah Dua Tahun), rangkaian pelayanan dimulai dengan penimbangan berat badan (BB) dan pengukuran tinggi badan (TB). Data antropometri ini sangat krusial untuk mendeteksi dini kasus stunting atau gizi kurang. Para kader posyandu dengan teliti mencatat setiap hasil pengukuran sebagai dasar evaluasi pertumbuhan anak-anak di Desa Tanjakan.
Tidak hanya sekadar mengukur, para ibu dan anak juga menerima asupan nutrisi tambahan melalui pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang bergizi. Selain itu, pemberian Vitamin A secara rutin dilakukan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh balita terhadap berbagai penyakit infeksi. Bagi masyarakat umum yang hadir, tersedia layanan pengecekan kesehatan gratis serta pengobatan dasar bagi yang mengeluhkan sakit ringan. Hal ini membuat posyandu tidak hanya menjadi tempat konsultasi ibu dan anak, tetapi juga pusat kesehatan komunitas yang inklusif.
Sementara itu, perhatian khusus juga diberikan kepada kelompok lansia. Dalam sesi pelayanan kesehatan lansia, petugas medis melakukan pemeriksaan tekanan darah (tensi) untuk memantau risiko hipertensi, penyakit yang sering menjadi momok bagi usia senja. Bagi lansia yang membutuhkan, diberikan obat-obatan dasar serta layanan pengobatan lanjutan berkala. Pendekatan holistik ini memastikan bahwa tidak ada anggota masyarakat yang terabaikan dalam program kesehatan desa.
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dan tenaga profesional. Kuwu Desa Tanjakan, Bapak H. Wadi, hadir langsung untuk memantau jalannya acara, menunjukkan dukungan penuh pemerintah desa terhadap program kesehatan. Dari unsur TNI, Sertu Sudono selaku Babinsa Desa Tanjakan turut hadir untuk memberikan pendampingan dan memastikan keamanan serta ketertiban selama kegiatan berlangsung.
Dari sisi medis, kehadiran Bapak Ridho dari Puskesmas Krangkeng bersama Bidan Desa, Ibu Yati, menjadi tulang punggung layanan kesehatan hari itu. Mereka bekerja sama dengan para Kader Posyandu Desa Tanjakan yang telah dilatih untuk melakukan tugas-tugas teknis seperti penimbangan dan pencatatan. Selain itu, hadir pula para Pendamping Keluarga dan Perangkat Desa Tanjakan yang membantu mobilisasi warga dan administrasi lapangan.
Suasana selama kegiatan berlangsung terlihat sangat tertib, aman, dan kondusif. Antusiasme warga, khususnya para ibu muda dan lansia, cukup tinggi. Mereka tampak sabar menunggu giliran dan aktif berdiskusi dengan tenaga kesehatan mengenai pola asuh anak dan cara menjaga kesehatan di usia tua.
Sertu Sudono dalam keterangannya menyampaikan bahwa kehadiran Babinsa dalam kegiatan posyandu adalah bentuk nyata peran TNI dalam mendukung program pemerintah di bidang kesehatan dan kesejahteraan sosial. "Dengan generasi muda yang sehat dan bebas stunting, serta lansia yang terjaga kesehatannya, maka ketahanan keluarga dan desa akan semakin kuat," ujarnya.
Keberhasilan pelaksanaan Posyandu Siklus Hidup di Desa Tanjakan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi desa-desa lain di Kecamatan Krangkeng untuk menerapkan model pelayanan kesehatan terpadu yang serupa. Dengan kolaborasi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, dan unsur keamanan, target Indonesia Emas 2045 dengan sumber daya manusia yang unggul dan sehat dapat mulai diwujudkan dari tingkat desa.
