HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Babinsa Cibereng Edukasi Warga: Olah Jerami Jadi Pupuk dan Pakan Ternak, Jangan Dibakar


INDRAMAYU – Dalam upaya menjaga kualitas lingkungan serta meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian, Serma Ahmad Sugito, Babinsa Desa Cibereng yang merupakan anggota Koramil 1613/Terisi, melaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) bersama masyarakat binaannya. Kegiatan yang dilaksanakan secara sinergis bersama Bhabinkamtibmas ini berlangsung pada Minggu (20/9/2026) pukul 09.30 WIB hingga selesai, bertempat di Blok Bojong Kokok, Desa Cibereng, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu.

Kegiatan Komsos ini mengusung tiga tujuan utama, yaitu mempererat tali silaturahmi antara aparat kewilayahan dengan warga, melakukan monitoring wilayah secara preventif, serta memberikan edukasi penting terkait pengelolaan limbah pertanian. Fokus utama dalam dialog kali ini adalah imbauan kepada para petani agar tidak membakar jerami padi sisa panen. Praktik pembakaran jerami yang selama ini sering dilakukan dinilai memiliki dampak negatif, baik bagi kesehatan akibat asap tebal maupun bagi kesuburan tanah dalam jangka panjang karena mematikan mikroorganisme menguntungkan di dalam tanah.

Serma Ahmad Sugito menjelaskan bahwa jerami padi sebenarnya memiliki nilai ekonomis dan agronomis yang tinggi jika dikelola dengan benar. Ia mengajak warga untuk mengubah pola pikir dari sekadar membuang atau membakar limbah menjadi mengolahnya menjadi sumber daya. "Jerami yang dikomposkan dapat menjadi pupuk organik yang sangat baik untuk menyuburkan tanah sawah pada musim tanam berikutnya. Selain itu, jerami juga bisa difermentasi atau dicacah untuk dijadikan pakan ternak, khususnya sapi dan kambing, sehingga dapat menekan biaya pembelian pakan," jelasnya di hadapan kelompok tani dan warga yang hadir.

Imbauan ini mendapat respons positif dari masyarakat Desa Cibereng. Para petani menyadari bahwa dengan memanfaatkan jerami sebagai pupuk organik, mereka dapat mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia yang harganya cenderung fluktuatif. Sementara itu, bagi warga yang memiliki ternak, ketersediaan pakan mandiri dari jerami akan sangat membantu meringankan beban operasional peternakan mereka. Sinergi antara Babinsa dan Bhabinkamtibmas dalam menyampaikan pesan ini juga memperkuat aspek keamanan dan ketertiban, mengingat pembakaran lahan seringkali memicu konflik antarwarga atau bahkan kebakaran yang lebih luas.

Selain isu pertanian, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi warga mengenai kondisi keamanan dan sosial di Blok Bojong Kokok. Dalam suasana yang akrab dan santai, warga menyampaikan berbagai masukan yang kemudian dicatat oleh Babinsa untuk ditindaklanjuti atau dilaporkan kepada komando atas. Metode pendekatan yang humanis ini terbukti efektif dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap aparat.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, lancar, dan kondusif. Tidak ada gejolak atau hambatan berarti yang terjadi. Keberhasilan pelaksanaan Komsos ini menjadi bukti bahwa edukasi yang disertai dengan contoh konkret manfaatnya dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.

Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, diharapkan kesadaran warga Desa Cibereng untuk menjaga lingkungan melalui pengelolaan limbah pertanian yang bijak akan semakin meningkat. Hal ini sejalan dengan program pemerintah dalam mendukung pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan. Dokumentasi kegiatan telah dilampirkan sebagai bukti pelaksanaan tugas Babinsa dalam mendampingi dan membina masyarakat di wilayahnya.
Posting Komentar