Gegarkan Terisi! TNI dan Pemdes Karangasem Rancang Masa Depan: 12 Proyek Infrastruktur Masif Jadi Prioritas Anggaran 2027
September 08, 2026
INDRAMAYU – Sebuah loncatan besar dalam perencanaan pembangunan desa kembali ditorehkan oleh Pemerintah Desa Karangasem, Kecamatan Terisi, dengan dukungan penuh dari Tentara Nasional Indonesia (TNI). Pada Selasa, 8 September 2026, Kantor Balai Desa Karangasem berubah menjadi pusat pemikiran strategis bagi masa depan wilayah tersebut. Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) untuk Tahun Anggaran 2027 digelar dengan khidmat dan penuh semangat perubahan. Di bawah bayang-bayang bendera Merah Putih yang berkibar megah, Serka Ludy Suherman S., Babinsa setempat, hadir sebagai saksi sekaligus penjaga integritas demokrasi perencanaan, memastikan bahwa setiap usulan rakyat didengar dan diakomodasi tanpa intervensi kepentingan sesaat.
Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 11.30 WIB ini dipimpin secara profesional oleh Sekretaris Desa Karangasem, Bapak Rohmat. Hadir dalam forum strategis tersebut sebanyak 24 orang perwakilan elemen penting desa, termasuk Kasi Pemerintahan Desa Kecamatan Terisi, Bapak Endang Subana S.I.P., yang mewakili Camat Terisi. Kehadiran unsur kecamatan ini menunjukkan sinkronisasi yang kuat antara rencana desa dengan kebijakan wilayah yang lebih luas. Namun, sorotan utama tetap pada sinergi antara Kepala Desa Karangasem, Ibu Lelah Wasilah, dan Babinsa Serka Ludy Suherman. Kolaborasi antara pemimpin sipil dan aparat militer ini menciptakan atmosfer kerja sama yang solid, di mana keamanan dan pembangunan berjalan beriringan.
Inti dari Musrenbang kali ini adalah penyusunan daftar prioritas pembangunan fisik yang akan dilaksanakan pada tahun 2027. Hasil pemaparan Sekdes Rohmat mengungkap ambisi besar warga Karangasem untuk meningkatkan kualitas infrastruktur dasar. Tidak kurang dari 12 poin pekerjaan fisik diusulkan untuk direalisasikan. Usulan ini mencakup empat lokasi pengecoran beton untuk jalan lingkungan, satu lokasi pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) untuk meningkatkan keamanan malam hari, serta dua lokasi pengaspalan hotmix jalan utama. Selain itu, warga juga mendesak adanya pengurasan solokan di satu titik kritis untuk mencegah banjir, renovasi satu jembatan yang mulai rapuh, dan pembangunan dua lokasi Tembok Penahan Tanah (TPT) untuk mencegah longsor dan erosi.
Daftar usulan ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan jeritan hati masyarakat yang menginginkan aksesibilitas dan keselamatan. Pengecoran beton dan hotmix akan memperlancar distribusi hasil bumi dan mobilitas warga. PJU akan mengusir kegelapan dan potensi kriminalitas di malam hari. Sementara TPT dan renovasi jembatan adalah investasi jangka panjang untuk mitigasi bencana alam. Semua ini dirancang dengan cermat melalui diskusi terbuka yang melibatkan Ketua BPD Bapak Malang S.Pd., Pendamping Lokal Desa Bapak Toto, seluruh Pamong Desa, anggota BPD, tokoh masyarakat, serta para Ketua RT dan RW. Partisipasi aktif mereka menjamin bahwa rencana ini benar-benar bottom-up, lahir dari kebutuhan nyata di lapangan.
Sambutan dari berbagai pihak menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas. Ibu Lelah Wasilah, sebagai Kepala Desa, berkomitmen untuk memperjuangkan usulan ini agar mendapat alokasi anggaran yang memadai dari kabupaten. Sementara itu, Serka Ludy Suherman dalam sambutannya menegaskan peran TNI dalam mendukung keberhasilan pembangunan. "Kami siap mengamankan proses pelaksanaan proyek nanti, memastikan tidak ada gangguan dan material digunakan sesuai spesifikasi," tegasnya. Pernyataan ini memberikan rasa tenang bagi warga bahwa dana desa akan dikelola dengan amanah.
Prosesi penandatanganan Rencana Kerja Desa TA 2027 serta Perubahan APBDes TA 2026 menjadi puncak acara yang penuh makna. Tanda tangan tersebut adalah janji politik dan moral untuk mewujudkan Karangasem yang lebih maju. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau sangat aman, kondusif, dan demokratis. Tidak ada perdebatan panas atau konflik kepentingan, hanya ada dialog konstruktif untuk kemajuan bersama.
Langkah Desa Karangasem ini patut menjadi percontohan bagi desa-desa lain di Indramayu. Dengan melibatkan TNI sejak tahap perencanaan, potensi kebocoran anggaran dan konflik sosial dapat diminimalisir. Kodim 0616/Indramayu melalui Babinsanya telah membuktikan bahwa mereka adalah mitra pembangunan yang handal. Tahun 2027 nanti, ketika beton mengeras dan lampu PJU menyala terang di Karangasem, itu adalah bukti nyata bahwa kolaborasi TNI-Pemdes-Rakyat adalah kunci kesuksesan pembangunan nasional di tingkat akar rumput.
