HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Meriah dan Sakral! TNI Koramil 1617 Gabuswetan Kawal Tradisi Sedekah Bumi di Kroya, Simbol Harmoni Manusia, Alam, dan Negara


INDRAMAYU – Di tengah gempuran modernisasi yang sering kali mengikis nilai-nilai kearifan lokal, Desa Sukaslamet, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, justru tampil sebagai benteng pelestarian budaya. Pada Selasa, 8 September 2026, suasana di Blok Bengkok berubah menjadi sangat khidmat namun meriah seiring dengan dilaksanakannya upacara adat Sedekah Bumi. Acara tahunan yang sarat makna filosofis ini bukan sekadar ritual simbolis, melainkan wujud nyata rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan hasil bumi, keselamatan, dan kesejahteraan yang mereka nikmati. Kehadiran Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam acara ini memberikan dimensi baru, menegaskan bahwa negara tidak hanya hadir melalui kebijakan, tetapi juga melalui penghormatan terhadap tradisi leluhur rakyatnya.

Kegiatan yang dimulai pukul 13.00 WIB hingga selesai ini dipimpin secara simbolis oleh Sertu Kusno, Babinsa Desa Sukaslamet dari Koramil 1617/Gabuswetan, yang mewakili Danramil setempat. Kehadiran seragam loreng di tengah kerumunan warga yang mengenakan pakaian adat tradisional menciptakan pemandangan yang unik dan menyentuh hati. Ini adalah bukti visual dari doktrin TNI yang menyatu dengan rakyat. Sertu Kusno tidak hanya berdiri sebagai pengawas keamanan, tetapi juga sebagai bagian integral dari komunitas, turut serta menjaga kekhusyukan ritual sambil memastikan kelancaran arus lalu lintas manusia selama arak-arakan berlangsung.

Puncak dari acara Sedekah Bumi adalah prosesi arak-arakan gunungan tumpeng raksasa. Gunungan tersebut disusun rapi dengan berbagai hasil bumi terbaik desa, seperti buah-buahan segar, sayuran hijau, dan padi yang baru dipanen. Warga berbondong-bondong mengarak gunungan ini mengelilingi desa dengan diiringi gamelan tradisional yang mengalun lembut. Setiap langkah kaki warga adalah bentuk doa, setiap senyuman adalah ekspresi kebahagiaan atas rezeki yang diberikan alam. Tujuan utama dari tradisi ini jelas: mempererat tali silaturahmi antarwarga yang mungkin sempat renggang akibat kesibukan individu, serta menjaga hubungan harmonis antara manusia dan alam. Dengan bersyukur, masyarakat percaya bahwa alam akan terus memberikan keberkahan tanpa bencana.

Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh kunci yang menjadi pilar kekuatan Desa Sukaslamet. Kuwu Sukaslamet, Bapak Rajudin S.Pd., memimpin jalannya acara dengan kebijaksanaan seorang pemimpin adat. Ia didampingi oleh Aiptu Wastina, Bhabinkamtibmas setempat, yang bersama Babinsa menciptakan sinergi "Camat Militer" dan "Camat Polisi" di tingkat desa. Kolaborasi TNI-Polri ini menjamin situasi tetap kondusif, mencegah potensi gesekan, dan memberikan rasa aman bagi para sesepuh, tokoh agama (Toga), tokoh adat (Toda), serta tokoh masyarakat (Tomas) yang hadir. Ketua BPD, Bapak Supendi, beserta seluruh perangkat desa juga turut serta, menunjukkan dukungan penuh institusi pemerintahan desa terhadap pelestarian budaya.

Keberhasilan pelaksanaan Sedekah Bumi di Desa Sukaslamet tidak lepas dari peran aktif Sertu Kusno dan jajarannya. Mereka memahami bahwa stabilitas sosial tidak hanya dicapai melalui patroli senjata, tetapi juga melalui partisipasi dalam kegiatan yang menyatukan hati warga. Dengan mengamankan jalannya arak-arakan, TNI telah melindungi warisan budaya bangsa dari gangguan eksternal maupun internal. Situasi sepanjang kegiatan terpantau sangat aman, tertib, dan penuh suka cita. Tidak ada insiden keamanan, hanya ada kebersamaan yang hangat dan doa-doa yang tulus.

Acara ini menjadi pengingat penting bagi kita semua di era digital ini. Bahwa di balik kemajuan teknologi, akar budaya adalah fondasi yang membuat bangsa ini tetap kokoh. TNI, melalui Koramil 1617/Gabuswetan, telah memberikan contoh teladan bagaimana menjadi prajurit yang tidak hanya tangguh dalam operasi militer, tetapi juga sensitif terhadap nilai-nilai sosial budaya. Sedekah Bumi di Kroya adalah pesan damai bagi dunia: bahwa ketika tentara, polisi, pemerintah, dan rakyat bersatu dalam rasa syukur, maka kedamaian sejati akan terwujud. Desa Sukaslamet telah membuktikan bahwa tradisi adalah kekuatan, dan TNI adalah penjaga setia dari kekuatan tersebut.
Posting Komentar