Sentuh Hati! Danramil Dadan Haidir Bersumpah Kawal Bantuan Bupati, Pastikan Tak Ada Satu Poin Pun yang 'Hilang' di Eretan Wetan!
September 24, 2026
INDRAMAYU – Debu kebakaran di Blok Prempu, Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, belum sepenuhnya reda ketika sebuah pernyataan tegas menggema dari mulut seorang perwira TNI AD. Kapten Arh Dadan Haidir, Danramil 1616/Kandanghaur, pada Kamis (24/9/2026) sore, mengeluarkan statement keras namun penuh empati menyusul kunjungan mendadak Bupati Indramayu, Lucky Hakim, ke lokasi bencana kebakaran rumah panggung nelayan.
Di tengah duka warga yang kehilangan tempat tinggal, sosok Dadan Haidir tampil sebagai penjaga amanah, memastikan setiap janji pemerintah tidak sekadar menjadi angin lalu.
Dalam pernyataannya yang disampaikan tepat setelah rombongan pejabat daerah meninggalkan lokasi, Kapten Dadan menegaskan bahwa kehadiran TNI bukan hanya simbolis.
"Kehadiran Bapak Bupati bersama Forkopimcam adalah bukti nyata bahwa pemerintah tidak abai. Sebagai Babinsa dan Koramil, kami telah siaga sejak detik pertama. Kami memastikan bantuan didistribusikan secara adil, transparan, dan tepat sasaran," ujarnya dengan nada berwibawa.
Pernyataan ini langsung disambut tepuk tangan haru dari para korban yang masih terpaku di antara puing-puing kayu hangus.
Poin paling menyentuh dari statement Danramil Dadan Haidir adalah fokusnya pada aspek non-fisik bencana. Ia menyadari bahwa selain kehilangan atap, warga juga kehilangan identitas.
"Kehilangan dokumen seperti KTP dan Ijazah adalah beban mental yang berat. Koramil 1616/Kandanghaur berkoordinasi penuh dengan Disdukcapil untuk memfasilitasi pengurusan dokumen tersebut secara cepat dan gratis," tegasnya.
Komitmen ini menjawab kekhawatiran terbesar para orang tua di Eretan Wetan yang takut anak-anak mereka putus sekolah atau sulit mengakses layanan publik karena hilangnya kertas-kertas penting akibat si jago merah.
Tidak main-main, Kapten Dadan juga memberikan peringatan keras bagi siapa saja yang berniat memanfaatkan momen bencana ini untuk kepentingan pribadi. "Tidak ada ruang bagi oknum-oknum yang mencoba memanfaatkan momen bencana ini untuk kepentingan pribadi atau menimbulkan keresahan," katanya sambil menatap tajam ke arah kerumunan.
Sinergitas dengan Kapolsek Kandanghaur, AKP Joni, dan Muspika lainnya, menurut Dadan, akan menciptakan zona steril dari praktik korupsi bantuan atau penimbunan material. Keamanan dan ketertiban adalah harga mati dalam proses pemulihan ini.
Lebih jauh, Danramil Dadan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bangkit melalui semangat gotong royong.
Ia menekankan bahwa bantuan pemerintah hanyalah stimulan awal, sedangkan kekuatan utama pemulihan berasal dari kekompakan warga sendiri.
"Koramil 1616/Kandanghaur siap menjadi mitra strategis warga dalam setiap tahap pemulihan pasca-bencana ini," pungkasnya.
Ajakan ini seketika mengubah suasana duka menjadi semangat kolektif. Para pemuda desa yang tadinya tampak bingung, kini mulai bergerak membersihkan sisa-sisa reruntuhan dengan koordinasi yang lebih terarah.
Aksi dan pernyataan Kapten Dadan Haidir ini menjadi sorotan positif bagi citra TNI di mata masyarakat Indramayu.
Di saat banyak pihak masih sibuk dengan birokrasi, Danramil 1616/Kandanghaur justru turun ke tanah, menyentuh luka warga, dan memberikan solusi konkret. Kehadirannya menjadi tameng psikologis bagi warga Eretan Wetan, memberi mereka keyakinan bahwa mereka tidak sendirian menghadapi musibah ini.
Kini, mata tertuju pada eksekusi janji tersebut. Dengan pengawalan ketat dari Koramil 1616/Kandanghaur, proses pendataan ulang dan penyaluran bantuan diharapkan berjalan tanpa celah korupsi.
Kisah keteguhan hati Kapten Dadan Haidir di tengah abu kebakaran Eretan Wetan ini membuktikan bahwa kepemimpinan sejati tidak diukur dari pangkat, melainkan dari seberapa dalam ia peduli pada rakyat kecil yang sedang terjepit.
Indramayu kini memiliki garda terdepan yang tidak hanya menjaga kedaulatan negara, tetapi juga menjaga martabat warganya di saat-saat paling kelam.
