HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Serma Ahmad Sugito Terjun ke Pasar Terisi di Hari Minggu, Cabai Rawit Masih 'Mencekik' di Rp60 Ribu Sementara Daging Sapi Stabil!


INDRAMAYU – Suasana pagi yang sibuk di Pasar Terisi, Desa Karangasem, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, mendadak menjadi sorotan tajam pada Minggu (27/9/2026). Di saat banyak orang memilih untuk beristirahat di akhir pekan, Serma Ahmad Sugito, anggota Koramil 1613/Terisi, justru tampil sigap dengan melaksanakan monitoring harga bahan pokok (sembako) mulai pukul 09.00 WIB. Aksi preventif ini bertujuan memastikan stabilitas pasar tetap terjaga dan mencegah adanya permainan harga oleh oknum pedagang yang memanfaatkan momen libur untuk menaikkan tarif secara sepihak.

Hasil pengecekan yang dilakukan Serma Ahmad Sugito mengungkap fakta harga yang konsisten dengan tren minggu sebelumnya, namun tetap memerlukan kewaspadaan tinggi. Komoditas staples utama seperti beras masih bertahan di angka stabil Rp13.000 per kilogram, seiring dengan minyak goreng di Rp16.000 per kilogram dan gula putih di Rp18.000 per kilogram. Kestabilan harga pada kebutuhan pokok ini memberikan sedikit kelegaan bagi ibu rumah tangga yang melakukan belanja mingguan. Namun, kejutan kembali datang dari sektor bumbu dapur. Harga cabai rawit hijau terpantau masih bertengger di angka tinggi Rp60.000 per kilogram. Angka ini hampir dua kali lipat lebih mahal dibandingkan cabai merah biasa yang dibanderol Rp32.000 per kilogram, sebuah anomali pasar yang terus membebani anggaran dapur warga.

Selain cabai, harga bawang-bawangan juga terpantau cukup tinggi. Bawang merah dijual seharga Rp36.000 per kilogram, sedangkan bawang putih berada di level Rp38.000 per kilogram. Telur ayam tercatat stabil di Rp30.000 per kilogram, sementara daging ayam dijual seharga Rp35.000 per kilogram. Di tengah fluktuasi harga sayuran, ada kabar positif terkait protein hewani. Harga daging sapi di Pasar Terisi masih terkendali di angka Rp80.000 per kilogram. Harga ini dinilai sangat kompetitif dan bersahabat dengan kantong warga lokal, menjadi satu-satunya titik terang di tengah lonjakan harga komoditas lainnya.

Serma Ahmad Sugito dalam laporannya kepada Dandim 0616/Indramayu menegaskan bahwa selama kegiatan monitoring berlangsung, situasi di pasar dan sekitarnya berjalan aman, lancar, dan kondusif. Tidak ditemukan adanya indikasi penimbunan barang atau aksi spekulasi harga yang berlebihan. Interaksi antara Babinsa dengan para pedagang maupun pembeli terjalin dengan baik, menciptakan suasana dialogis yang transparan. Kehadiran TNI di pasar tradisional pada hari libur ini terbukti efektif sebagai pengingat bagi pedagang untuk tetap adhering to fair pricing practices.

Langkah proaktif yang dilakukan oleh Koramil 1613/Terisi melalui Serma Ahmad Sugito ini patut menjadi contoh bagi satuan lain di wilayah Indramayu. Dengan memantau harga secara rutin bahkan di hari libur, TNI menunjukkan komitmen penuh dalam menjaga kesejahteraan rakyat kecil. Masyarakat Desa Karangasem khususnya, merasa lebih tenang mengetahui bahwa ada mata yang awas mengawasi keseimbangan pasar mereka sepanjang waktu, tanpa kenal lelah.

Kegiatan ini ditutup dengan harapan agar stabilitas harga dapat terus terjaga hingga akhir bulan. Peran serta aktif dari Babinsa seperti Serma Ahmad Sugito menjadi bukti nyata bahwa TNI selalu siap siaga, tidak hanya di medan perang, tetapi juga di medan ekonomi demi kesejahteraan bangsa. Warga pun diminta untuk tetap tenang dan melaporkan jika menemukan ketidakwajaran harga di pasaran, karena kebersamaan adalah kekuatan terbesar dalam menghadapi tantangan ekonomi. Indramayu kini memiliki garda terdepan yang memastikan piring makan warganya tetap terisi tanpa harus menguras kantong terlalu dalam, bahkan di hari Minggu.
Posting Komentar