HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Serma Solihin Koramil 1613/Terisi Dampingi Petani Cikedung Semprot Hama Padi Inpari 32, Panen Raya Diharapkan Meningkat


INDRAMAYU – Upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional terus digencarkan hingga ke tingkat akar rumput. Di Kabupaten Indramayu yang dikenal sebagai lumbung padi Jawa Barat, peran Babinsa atau anggota Koramil dalam mendampingi petani menjadi kunci suksesnya produksi pertanian. Hal ini kembali dibuktikan oleh Serma Solihin, anggota Koramil 1613/Terisi, yang secara intensif melakukan pendampingan kepada petani di wilayah binaannya.

Pada Selasa (15/9/2026), sejak pukul 09.00 WIB hingga selesai, Serma Solihin terlihat sibuk di hamparan sawah Desa Cikedunglor, tepatnya di Blok Lunggadung, Kecamatan Cikedung. Ia mendampingi Bapak Kadirun, seorang petani lokal, dalam merawat tanaman padi varietas unggul Inpari 32. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pendampingan Pertanian Musim Tanam (MT) II Tahun 2026 yang menyasar seluruh wilayah Kecamatan Cikedung.

Varietas Inpari 32 dipilih karena memiliki potensi hasil yang tinggi dan tahan terhadap beberapa jenis hama, namun tetap memerlukan perawatan intensif untuk memaksimalkan produktivitasnya. Dalam kegiatan kali ini, fokus utama pendampingan adalah pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT). Serma Solihin bersama Bapak Kadirun melaksanakan penyemprotan hama dan penyakit pada tanaman padi. Langkah ini diambil sebagai tindakan preventif dan kuratif mengingat cuaca yang berubah-ubah dapat memicu munculnya serangan hama seperti wereng batang coklat atau penyakit blas yang sering menjadi momok bagi petani Indramayu.

"Penyemprotan harus dilakukan secara tepat dosis dan tepat sasaran agar efektif membunuh hama tanpa merusak ekosistem sawah," ujar Serma Solihin sembari memantau proses penyemprotan. Ia juga memberikan edukasi kepada petani mengenai pentingnya menggunakan alat pelindung diri saat menangani pestisida demi kesehatan jangka panjang.

Selain melakukan aksi nyata berupa penyemprotan, Serma Solihin juga melakukan monitoring perkembangan tanaman padi. Ia memeriksa kondisi fisik tanaman, mulai dari warna daun, kekuatan batang, hingga keberadaan anakan produktif. Monitoring ini bertujuan untuk mendeteksi sejak dini jika ada gejala kekurangan unsur hara atau serangan hama yang belum terlihat kasat mata. Dengan deteksi dini, penanganan bisa dilakukan lebih cepat sehingga risiko gagal panen dapat diminimalisir.

Kegiatan pendampingan ini berlangsung dengan tertib dan aman. Antusiasme petani seperti Bapak Kadirun sangat tinggi karena mereka merasa tidak sendirian dalam menghadapi tantangan bercocok tanam. Kehadiran personel TNI di tengah sawah memberikan rasa aman dan motivasi tersendiri bagi para petani untuk terus bersemangat menggarap lahan mereka.

Koramil 1613/Terisi melalui Danramilnya telah menginstruksikan seluruh anggotanya untuk aktif turun ke sawah mendampingi petani selama musim tanam berlangsung. Sinergi antara TNI, Dinas Pertanian, dan kelompok tani diharapkan dapat mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan. Dengan perawatan yang baik dan pendampingan yang intensif, diharapkan hasil panen padi varietas Inpari 32 di Desa Cikedunglor pada MT II tahun 2026 ini akan mengalami peningkatan signifikan, baik dari segi kualitas gabah maupun jumlah tonase per hektarnya.

Hingga berita ini diturunkan, suasana di area persawahan Blok Lunggadung terpantau kondusif. Para petani terus bekerja keras merawat tanaman mereka dengan bimbingan penuh dari Babinsa setempat, menanti hari panen yang menjanjikan kesejahteraan bagi keluarga mereka.
Posting Komentar