HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Serma Zaenal Mustaqim Hadiri Ritual Mapag Sri di Desa Nunuk, Simbol Harmoni TNI dan Rakyat dalam Menjaga Kearifan Lokal!



INDRAMAYU– Suasana khidmat dan penuh nuansa spiritual menyelimuti Balai Desa Nunuk, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, pada Minggu (27/9/2026) pagi. Tepat pukul 10.00 WIB, sebuah tradisi luhur yang telah mengakar kuat di masyarakat agraris kembali digelar: acara adat "Mapag Sri". Ritual ini bukan sekadar seremonial penyambutan Dewi Padi, melainkan wujud rasa syukur petani atas hasil panen yang melimpah dan doa agar musim tanam berikutnya diberkahi keberkahan. Dalam momen sakral ini, kehadiran Serma Zaenal Mustaqim, perwakilan Danramil 1612/Lelea, menjadi simbol nyata bahwa TNI tidak hanya menjaga kedaulatan negara, tetapi juga melestarikan budaya bangsa.

Acara yang dihadiri oleh Camat Lelea, Bapak Atang Suwandi, S.STP, M.Si., serta Kepala Desa Nunuk, Bapak Andi Purnomo, ini berlangsung dengan tata cara yang tertib dan penuh penghormatan terhadap leluhur. Ribuan warga Desa Nunuk tumpah ruah, mengenakan pakaian adat atau batik khas, menciptakan lautan warna yang indah di balai desa. Kehadiran Serma Zaenal Mustaqim di tengah-tengah mereka diterima dengan tangan terbuka. Ia tidak duduk terpisah sebagai pejabat, melainkan berbaur dengan warga, menunjukkan bahwa TNI adalah bagian integral dari masyarakat Desa Nunuk.

Dalam rangkaian acara, sambutan dari Camat Lelea dan Kepala Desa Nunuk menekankan pentingnya menjaga kelestarian tradisi Mapag Sri di tengah gempuran modernisasi. Mereka mengajak generasi muda untuk tidak melupakan akar budaya mereka, karena dari sanalah identitas bangsa terbentuk. Doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat menjadi puncak acara, di mana seluruh elemen masyarakat, mulai dari petani tua hingga anak-anak sekolah, melipat tangan memohon keselamatan, ketentraman, dan hasil bumi yang berlimpah. Serma Zaenal Mustaqim turut berpartisipasi aktif dalam doa tersebut, mengirimkan harapan agar wilayah Lelea senantiasa damai dan sejahtera.

Kehadiran perwakilan TNI dalam acara adat seperti ini memiliki makna strategis yang mendalam. Ini adalah bentuk operasi bakti sosial non-fisik yang paling efektif untuk mempererat tali silaturahmi antara aparat keamanan dan rakyat. Dengan menghormati adat istiadat lokal, TNI membangun kepercayaan (trust) yang kokoh. Warga merasa dihargai dan dilindungi, bukan hanya secara fisik dari ancaman kriminalitas, tetapi juga secara kultural dari erosi nilai-nilai luhur. Serma Zaenal Mustaqim berhasil menjalankan peran Babinsa sebagai pembina masyarakat dengan sangat baik, menjadikan dirinya sosok yang dekat, ramah, dan dihormati.

Selama kegiatan berlangsung dari awal hingga selesai, situasi terpantau sangat aman, tertib, dan kondusif. Tidak ada gesekan atau gangguan keamanan sedikit pun. Sinergi antara Forkopimcam, perangkat desa, dan tokoh masyarakat berjalan harmonis, menciptakan atmosfer kebersamaan yang hangat. Laporan yang disampaikan kepada Dandim 0616/Indramayu ini menegaskan bahwa stabilitas sosial di Kecamatan Lelea terjaga dengan baik berkat pendekatan humanis dan partisipatif seperti ini.

Ritual Mapag Sri di Desa Nunuk kali ini menjadi bukti bahwa Indramayu kaya akan warisan budaya yang harus dijaga bersama. Peran Serma Zaenal Mustaqim dan jajaran Koramil 1612/Lelea dalam mengawal acara ini patut diapresiasi. Mereka telah menunjukkan wajah TNI yang inklusif, religius, dan cinta tanah air dalam arti yang seluas-luasnya. Dengan terjaganya tradisi dan keamanan, Desa Nunuk kini semakin matang sebagai desa yang mandiri, berbudaya, dan aman. Semoga berkah Dewi Sri senantiasa menyertai para petani Indramayu, dan semangat gotong royong seperti yang ditunjukkan hari ini terus menjadi pondasi kekuatan nasional kita.
Posting Komentar