HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Jalin Kedekatan Hati, Babinsa Jambak Gelar Komsos Intensif di Tengah Warga Cikedung: Sinergi TNI-Rakyat Kunci Stabilitas Wilayah


INDRAMAYU – Di tengah hiruk-pikuk dinamika sosial yang kian kompleks, kehadiran aparat militer di tingkat desa tetap menjadi jangkar ketenangan bagi masyarakat. Hal ini kembali dibuktikan oleh Pelda H. Suganda, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 1613/Terisi, yang secara rutin turun ke lapangan untuk menyapa langsung warga binaannya. Pada Senin pagi, 19 Oktober 2026, tepat pukul 09.00 WIB, Pelda Suganda memulai agenda Komunikasi Sosial (Komsos) bersama masyarakat Desa Jambak, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu. Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan sebuah strategi lunak (*soft power*) untuk mempertahankan kohesi sosial dan memastikan aspirasi warga tersalurkan dengan baik.

Desa Jambak, sebagai salah satu wilayah binaan Koramil 1613/Terisi, memiliki karakteristik masyarakat yang agraris dan religius. Dalam sesi Komsos kali ini, Pelda Suganda tidak hanya datang sebagai sosok otoritas, tetapi lebih sebagai mitra dialog. Ia berkeliling menemui berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh pemuda, hingga para petani yang sedang beristirahat sejenak dari aktivitas ladang. Pendekatan *humanis* ini dipilih karena dinilai paling efektif dalam membangun kepercayaan publik. Dengan berbaur langsung tanpa sekat formalitas yang kaku, Babinsa dapat menangkap isu-isu potensial yang mungkin tidak terlihat dari laporan tertulis semata.

Topik diskusi dalam kegiatan Komsos ini mencakup berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Pelda Suganda menekankan pentingnya menjaga kerukunan antarwarga di tengah perbedaan pendapat yang wajar dalam demokrasi. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi gangguan keamanan, seperti pencurian hasil panen atau konflik horizontal kecil-kecilan yang bisa memicu eskalasi lebih besar jika tidak ditangani sejak dini. Selain itu, Babinsa juga menyampaikan informasi terkini mengenai program-program pemerintah yang berkaitan dengan kesejahteraan rakyat, serta mengajak warga untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan desa.

Respons masyarakat Desa Jambak terhadap kehadiran Pelda Suganda sangat positif. Warga merasa dihargai dan didengarkan keluhannya. Beberapa warga menyampaikan apresiasi atas konsistensi Babinsa dalam memantau kondisi desa, yang membuat mereka merasa lebih aman dan terlindungi. "Kami senang ketika Pak Babinsa datang. Tidak hanya bertanya tentang keamanan, tapi juga menanyakan kabar keluarga dan kondisi tanaman kami. Ini membuat kami merasa dekat dengan TNI," ujar salah satu warga setempat yang enggan disebutkan namanya.

Selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung, situasi di Desa Jambak terpantau sangat kondusif. Tidak ada gejolak atau ketegangan yang muncul selama proses dialog berlangsung. Interaksi berjalan lancar, penuh dengan canda tawa, namun tetap sarat dengan substansi pembahasan yang penting bagi ketertiban umum. Keberhasilan menciptakan suasana yang aman dan nyaman ini merupakan buah dari kerja keras Pelda H. Suganda dalam membangun hubungan emosional yang kuat dengan warga binaannya.

Kegiatan Komsos ini juga menjadi bukti nyata implementasi dari doktrin TNI AD tentang Binter (Bina Teritorial). Melalui pendekatan seperti ini, Koramil 1613/Terisi berhasil memperkuat posisi TNI sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Sinergi antara Babinsa dan warga Desa Jambak diharapkan akan terus terjalin erat, sehingga setiap tantangan yang dihadapi desa dapat diselesaikan secara musyawarah dan kekeluargaan.

Dengan berakhirnya kegiatan pada siang hari tersebut, Pelda H. Suganda meninggalkan kesan mendalam bagi warga Jambak. Komitmen TNI untuk selalu hadir di tengah kesulitan dan kebahagiaan rakyat semakin terkukuh. Langkah-langkah preventif melalui komunikasi sosial seperti ini diharapkan dapat menjadi model bagi desa-desa lain di wilayah Kabupaten Indramayu, guna menciptakan stabilitas nasional yang dimulai dari unit terkecil masyarakat, yaitu desa. Keamanan dan ketertiban bukan lagi beban tunggal aparat, melainkan tanggung jawab bersama yang dijaga melalui ikatan persaudaraan yang kuat.
Posting Komentar