Jembatani Aspirasi Warga, Babinsa Jatimunggul Serma Aan Subhan Gelar Komsos Preventif: Sinergi TNI-Rakyat Kunci Ketahanan Desa Terisi
Oktober 21, 2026
INDRAMAYU – Di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks, kehadiran aparat militer di tingkat desa tetap menjadi pilar utama dalam menjaga stabilitas dan ketertiban masyarakat. Membuktikan komitmen tersebut, Serma Aan Subhan, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 1613/Terisi, kembali turun langsung ke lapangan untuk melaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) bersama warga binaannya. Agenda strategis ini berlangsung pada Rabu pagi, 21 Oktober 2026, dimulai pukul 09.30 WIB hingga selesai, bertempat di wilayah RT 004 RW 002, Desa Jatimunggul, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu.
Kegiatan Komsos ini bukan sekadar rutinitas administratif belaka, melainkan sebuah pendekatan humanis yang dirancang untuk mempererat tali silaturahmi antara TNI dan rakyat. Serma Aan Subhan hadir di tengah-tengah warga dengan sikap yang ramah dan terbuka, menghilangkan sekat formalitas yang sering kali menghambat komunikasi efektif. Dalam suasana yang hangat dan kekeluargaan, ia berbaur dengan berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, pemuda, hingga para ibu rumah tangga, untuk mendengarkan secara langsung denyut nadi kehidupan di desa tersebut.
Tujuan utama dari kunjungan ini adalah tiga hal krusial: mempererat silaturahmi, melakukan monitoring wilayah secara preventif, dan menyerap aspirasi masyarakat. Melalui dialog dua arah yang intensif, Serma Aan Subhan berhasil memetakan potensi gangguan keamanan sejak dini. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan kolektif terhadap segala bentuk ancaman, baik itu berupa kejahatan konvensional seperti pencurian, maupun isu-isu sosial yang dapat memicu konflik horizontal. "Keamanan bukan hanya tugas kami, tetapi tanggung jawab bersama. Ketika warga saling kenal dan peduli, maka celah bagi oknum jahat akan tertutup rapat," ujarnya dalam sesi diskusi.
Selain aspek keamanan, momen Komsos ini juga menjadi wadah penampungan aspirasi warga. Masyarakat Desa Jatimunggul memanfaatkan kesempatan langka ini untuk menyampaikan berbagai keluhan dan harapan mereka terkait pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, serta kondisi lingkungan setempat. Serma Aan Subhan mencatat setiap masukan dengan teliti dan berjanji akan meneruskannya kepada instansi terkait atau pihak berwenang untuk ditindaklanjuti. Respons cepat dan sikap mendengarkan ini semakin menumbuhkan kepercayaan publik terhadap aparatur negara di tingkat desa.
Monitoring wilayah secara preventif juga menjadi fokus utama. Serma Aan Subhan mengamati kondisi fisik lingkungan, termasuk jalur evakuasi, titik rawan bencana, dan fasilitas umum lainnya. Ia juga mengingatkan warga untuk tetap menjaga kebersihan dan kerukunan antarumat beragama serta antarsuku, mengingat Desa Jatimunggul merupakan wilayah yang heterogen namun selalu menjunjung tinggi nilai-nilai gotong royong.
Hingga kegiatan berakhir, situasi di RT 004 RW 002 Desa Jatimunggul terpantau sangat kondusif. Tidak ada gejolak atau ketegangan yang muncul selama proses dialog berlangsung. Interaksi berjalan lancar, penuh dengan canda tawa, namun tetap sarat dengan substansi pembahasan yang penting bagi ketertiban umum. Keberhasilan menciptakan suasana yang aman dan nyaman ini merupakan buah dari kerja keras Serma Aan Subhan dalam membangun hubungan emosional yang kuat dengan warga binaannya.
Kegiatan Komsos ini juga menjadi bukti nyata implementasi dari doktrin TNI AD tentang Binter (Bina Teritorial). Melalui pendekatan seperti ini, Koramil 1613/Terisi berhasil memperkuat posisi TNI sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Sinergi antara Babinsa dan warga Desa Jatimunggul diharapkan akan terus terjalin erat, sehingga setiap tantangan yang dihadapi desa dapat diselesaikan secara musyawarah dan kekeluargaan.
Dengan berakhirnya kegiatan pada siang hari tersebut, Serma Aan Subhan meninggalkan kesan mendalam bagi warga Jatimunggul. Komitmen TNI untuk selalu hadir di tengah kesulitan dan kebahagiaan rakyat semakin terkukuh. Langkah-langkah preventif melalui komunikasi sosial seperti ini diharapkan dapat menjadi model bagi desa-desa lain di wilayah Kabupaten Indramayu, guna menciptakan stabilitas nasional yang dimulai dari unit terkecil masyarakat, yaitu desa. Keamanan dan ketertiban bukan lagi beban tunggal aparat, melainkan tanggung jawab bersama yang dijaga melalui ikatan persaudaraan yang kuat.
