HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Koramil Anjatan Dampingi Laksma TNI Tinjau Langsung KDKMP di Anjatan, Pastikan Stok Beras Aman dan Transparan untuk Rakyat


INDRAMAYU – Isu ketahanan pangan dan potensi penyelewengan dalam distribusi bantuan sosial kembali menjadi sorotan tajam. Menjawab keresahan publik akan integritas program pemerintah, jajaran TNI bersama unsur pemerintahan lokal melakukan aksi nyata dengan menggelar verifikasi dan validasi mendadak terhadap titik-titik Klaster Distribusi Komoditas Makanan Pokok (KDKMP). Pada Senin pagi, 19 Oktober 2026, tepatnya pukul 09.15 WIB, sebuah tim gabungan tingkat tinggi turun langsung ke Desa Sumuradem, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu, untuk memastikan bahwa setiap butir beras dan komoditas lainnya benar-benar sampai ke tangan rakyat yang berhak, bukan menghilang di tengah jalan.

Kunjungan inspeksi ini dipimpin oleh sosok berkelas, Laksma TNI Bambang Suseno Indro P.SH, yang didampingi oleh Kapten Kav Sugianto. Kehadiran perwira tinggi TNI AL ini memberikan sinyal kuat bahwa pengawasan terhadap distribusi bahan pokok tidak lagi dianggap remeh. Mereka bergabung dengan Sertu Sadewa yang bertindak sebagai tim verifikator teknis, serta Sertu Atep, Babinsa setempat yang memahami medan lapangan. Kedatangan mereka disambut oleh Kuwu (Kepala Desa) Sumuradem, Bapak H. Bisri, serta Bapak Miftah selaku Ketua Pengurus Koperasi yang mengelola operasional KDKMP di wilayah tersebut.

Fokus utama dari kegiatan ini adalah pembongkaran fakta di lapangan melalui empat pilar pemeriksaan krusial. Pertama, tim memeriksa konstruksi dan struktur bangunan gudang penyimpanan. Kondisi fisik bangunan harus kokoh, bersih, dan bebas dari hama atau kebocoran yang dapat merusak kualitas stok. Kedua, kelengkapan fasilitas distribusi diverifikasi, mulai dari jenis alat timbang, rak penyimpanan, hingga sistem pencatatan digital atau manual yang digunakan. Ketiga, sumber daya manusia atau awak KDKMP, termasuk manajer dan pegawai, diperiksa kesiapan dan pemahaman mereka terhadap prosedur operasional standar (SOP). Terakhir, dan yang paling vital, adalah pengecekan fisik barang komoditi. Tim menghitung secara detail jenis, jumlah, dan kondisi beras serta bahan pokok lainnya untuk memastikan tidak ada selisih antara data administrasi dengan realita di gudang.

Suasana di lokasi pengecekan terasa tegang namun profesional. Laksma TNI Bambang Suseno tampak teliti meninjau setiap sudut gudang, bahkan memeriksa sampel karung beras untuk memastikan tidak ada tanda-tanda pengoplosan atau kerusakan akibat penyimpanan yang buruk. Kapten Kav Sugianto juga aktif berdialog dengan pengurus koperasi untuk menanyakan kendala distribusi yang sering dihadapi. Sementara itu, Sertu Sadewa dan Sertu Atep melakukan pencocokan data stok dengan buku mutasi harian.

Bapak H. Bisri, selaku Kuwu Sumuradem, menyatakan apresiasi atas kehadiran tim verifikasi. Menurutnya, pengawasan ketat seperti ini justru membantu aparatur desa dalam menjaga kepercayaan masyarakat. "Kami terbuka penuh. Dengan adanya pengecekan dari pusat dan TNI, kami merasa terlindungi dari tuduhan-tuduhan miring jika memang administrasi kami rapi," ungkapnya. Demikian pula dengan Bapak Miftah, yang menunjukkan catatan inventarisasi yang tertib sebagai bukti akuntabilitas pengelolaan koperasi.

Hasil awal dari pengecekan ini menunjukkan gambaran yang cukup menggembirakan. Struktur bangunan dalam kondisi layak, awak KDKMP responsif, dan stok komoditi sesuai dengan laporan. Namun, tim tetap memberikan catatan perbaikan minor terkait kebersihan area tertentu untuk mencegah risiko kontaminasi di masa depan. Kegiatan berlangsung aman, lancar, dan kondusif tanpa adanya temuan pelanggaran serius yang bersifat pidana.

Langkah tegas yang diambil oleh Laksma TNI Bambang Suseno dan jajarannya ini menjadi pesan moral bagi seluruh pengelola KDKMP di Indramayu. Era di mana distribusi bantuan bisa dimanipulasi telah berakhir. TNI berkomitmen penuh untuk mengawal kedaulatan pangan rakyat hingga ke tingkat desa. Masyarakat diharapkan turut serta mengawasi, karena transparansi adalah kunci utama dalam memerangi korupsi pangan. Dengan sinergi antara TNI, Pemerintah Desa, dan Koperasi, diharapkan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di Kecamatan Anjatan dapat terjaga dengan baik, memberikan rasa aman dan keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Posting Komentar