HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Megah dan Penuh Hikmat! Pelda Tarjoni Hadiri Ritual Sakral Sedekah Bumi Desa Kroya, Simbol Persatuan TNI-Rakyat yang Menggetarkan Hati di Tengah Panen Raya!


INDRAMAYU – Langit pagi di Blok Rancakitiran, RT 10 RW 05, Desa Kroya, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, tampak cerah pada Sabtu (10/10/2026). Namun, kecerahan itu bukan hanya berasal dari sinar matahari, melainkan dari aura kebersamaan yang memancar dari ratusan warga yang berkumpul untuk melaksanakan tradisi leluhur: Adat Sedekah Bumi. Pukul 08.00 WIB, suasana berubah menjadi khidmat dan magis saat prosesi syukur atas nikmat panen raya dimulai. Di tengah kerumunan yang penuh harap, hadir sosok prajurit TNI dengan postur tegap namun wajah ramah: Pelda Tarjoni, Babinsa Desa Kroya.

Kehadiran Pelda Tarjoni bersama Briptu Supriyono, Bhabinkamtibmas Kroya, dalam acara adat ini bukanlah sekadar formalitas kehadiran aparat. Ini adalah pernyataan sikap bahwa TNI dan Polri adalah bagian tak terpisahkan dari denyut kehidupan sosial-budaya masyarakat. Mereka duduk bersanding dengan Kuwu Desa Kroya, Bapak Ardiwan, para tokoh agama, tokoh pemuda, perangkat desa, serta seluruh lapisan masyarakat. Tidak ada sekat hierarki, tidak ada jarak kekuasaan. Yang ada hanyalah kesetaraan sebagai hamba Tuhan yang bersyukur atas rezeki melimpah dari bumi yang subur.

Sedekah Bumi di Desa Kroya memiliki makna filosofis yang dalam. Ini adalah momen refleksi kolektif, di mana warga mengakui bahwa keberhasilan panen bukan semata-mata hasil kerja keras manusia, tetapi juga berkat rahmat Allah SWT. Pelda Tarjoni, dengan sikap rendah hati, mengikuti setiap tahapan ritual dengan penuh hormat. Ia memahami bahwa melestarikan budaya lokal adalah bagian dari menjaga identitas bangsa. "Tradisi ini mengajarkan kita untuk tidak sombong saat sukses dan tidak putus asa saat gagal. Sebagai aparatur negara, kami hadir untuk mendukung nilai-nilai luhur tersebut," ungkapnya di sela-sela kegiatan.

Sinergi antara Pelda Tarjoni dan Briptu Supriyono dalam mengamankan dan meramaikan acara ini menciptakan rasa aman yang mendalam bagi warga. Kehadiran mereka menjamin bahwa prosesi adat berjalan tanpa gangguan, memungkinkan warga untuk fokus pada aspek spiritual dan sosial dari perayaan tersebut. Interaksi hangat antara Babinsa/Babinpol dengan tokoh masyarakat memperkuat tali silaturahmi yang telah terjalin lama. Warga merasa dilindungi, dihargai, dan didengarkan.

Selama kegiatan berlangsung hingga selesai, situasi terpantau sangat aman, kondusif, dan tertib. Tawa renyah anak-anak, doa-doa khusyuk para tetua, dan senyum puas para petani yang baru saja menikmati hasil jerih payahnya, melukiskan potret Indonesia yang ideal: harmonis, religius, dan bersatu. Dokumentasi yang tertangkap kamera menunjukkan momen-momen berharga di mana Pelda Tarjoni berjabat tangan dengan warga, simbol persatuan yang kokoh di tengah diversidad budaya.

Laporan ini disampaikan kepada Dandim 0616/Indramayu sebagai bukti nyata bahwa Koramil 1613/Terisi, melalui Babinsanya, terus menjalankan fungsi pembinaan teritorial dengan pendekatan budaya yang humanis. Pelda Tarjoni telah berhasil menjadikan momen Sedekah Bumi Desa Kroya bukan hanya sebagai upacara syukur panen, tetapi juga sebagai momentum perekat bangsa. Di tahun 2026 ini, ketika tantangan disintegrasi sosial mengintai, harmoni seperti yang terjadi di Desa Kroya adalah obat paling manjur. Ini adalah wajah pertahanan semesta yang sesungguhnya: ketika keamanan fisik dan ketahanan budaya berjalan beriringan, dijaga oleh putra-putra bangsa yang mencintai tanah airnya sepenuh hati.
Posting Komentar