HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Meriahnya Blok Bangong! Serma H. Subagyo AS Hadiri Karnaval Sedekah Bumi yang Mengguncang Tanjungkerta, 350 Warga Baurkan Tradisi dan Kegembiraan di Tengah Sawah!


INDRAMAYU – Suasana siang yang terik di RT 07 RW 08, Blok Bangong, Desa Tanjungkerta, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, mendadak berubah menjadi sejuk oleh riuh rendah tawa dan musik pada Rabu (14/10/2026). Tepat pukul 13.00 WIB, sebuah perayaan budaya yang intim namun penuh makna digelar: Acara Adat Sedekah Bumi sekaligus Karnaval tingkat RT. Di tengah hamparan sawah yang mulai menguning, Serma H. Subagyo AS, Babinsa Desa Tanjungkerta dari Koramil 1617/Gabuswetan, hadir sebagai saksi dan penjaga keharmonisan acara yang melibatkan sekitar 350 warga lokal.

Karnaval di level rukun tetangga ini memiliki pesona tersendiri. Tidak seperti karnaval besar di tingkat desa atau kecamatan, acara di Blok Bangong ini terasa lebih personal dan akrab. Warga dari berbagai kalangan usia, mulai dari balita hingga kakek-nenek, turun ke jalan dengan kostum kreatif yang menggambarkan hasil bumi dan kekayaan budaya Indramayu. Ada yang mengenakan topeng tradisional, ada pula yang membawa miniatur alat pertanian. Semua dilakukan dengan semangat gotong royong yang tinggi. Serma H. Subagyo AS tampak larut dalam suasana, berbaur dengan warga, memberikan salam, dan memastikan setiap langkah karnaval berjalan tanpa hambatan.

Kehadiran Sekdes Bapak Sugeng, yang mewakili Kuwu Desa Tanjungkerta, beserta seluruh perangkat desa, memberikan legitimasi kuat bahwa acara ini didukung penuh oleh pemerintah desa. Sinergi antara aparat desa, Babinsa, serta Tokoh Masyarakat (Tomas), Tokoh Agama (Toga), dan Tokoh Pemuda (Toda) menciptakan struktur pengamanan dan pengaturan acara yang solid. Meskipun skalanya lokal, disiplin dan ketertiban tetap menjadi prioritas. Serma H. Subagyo AS bekerja sama dengan para tokoh pemuda untuk mengatur arus peserta karnaval, memastikan tidak ada kemacetan atau insiden kecil yang bisa merusak suasana sukacita.

"Sedekah Bumi bukan hanya soal ritual doa, tapi juga soal merayakan kebersamaan. Karnaval ini adalah wadah bagi anak-anak muda kita untuk mengekspresikan cinta terhadap desa mereka," ujar Serma H. Subagyo AS sambil tersenyum melihat antusiasme warga. Pesan ini disambut hangat oleh Bapak Sugeng dan para tokoh setempat. Mereka menyadari bahwa di era modern ini, menjaga tradisi lokal melalui cara-cara yang menyenangkan adalah kunci agar generasi muda tidak tercerabut dari akar budayanya.

Selama kegiatan berlangsung hingga selesai, situasi terpantau sangat tertib dan aman. Tidak ada hal-hal menonjol yang negatif. Yang ada hanyalah energi positif yang mengalir dari hati ke hati. 350 warga Blok Bangong berhasil membuktikan bahwa kebahagiaan tidak harus mahal atau mewah; cukup dengan kebersamaan, kreativitas, dan rasa syukur atas rezeki alam. Dokumentasi yang tertangkap kamera menunjukkan momen-momen hangat: Serma H. Subagyo AS berfoto bersama anak-anak peserta karnaval, atau berjabat tangan erat dengan para tetua adat.

Laporan ini disampaikan kepada Dandim 0616/Indramayu sebagai bukti nyata bahwa Koramil 1617/Gabuswetan, melalui Babinsanya, terus mendukung pelestarian budaya hingga ke unit sosial terkecil yaitu RT/RW. Serma H. Subagyo AS telah menunjukkan bahwa kehadiran TNI di desa tidak selalu harus formal dan kaku. Melalui pendekatan budaya yang humanis seperti ini, ikatan batin antara prajurit dan rakyat semakin terjalin erat. Di Blok Bangong, Tanjungkerta, tradisi hidup subur, keamanan terjaga, dan kebahagiaan warga adalah prioritas utama. Ini adalah wajah Indonesia yang sesungguhnya: sederhana, meriah, dan bersatu dalam keberagaman.
Posting Komentar