Miris! Warga Bantarwaru Indramayu Jalan 6 Km Pulang-Pergi demi Air Bersih
INDRAMAYU – Dampak kemarau panjang mulai dirasakan warga Desa Bantarwaru, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu. Warga di Blok Cijambe dan Blok Pangsor kini harus berjuang mendapatkan air bersih setelah sumur dan pompa air di rumah mereka tidak lagi mengeluarkan air.
Bahkan, sebagian warga terpaksa berjalan hingga 3 kilometer sekali jalan menuju Sungai Cipunagara. Jika dihitung pulang-pergi, jarak yang ditempuh mencapai 6 kilometer hanya untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
Kondisi tersebut terjadi setelah persediaan air tanah di wilayah itu terus menyusut. Pompa air rumah tangga, termasuk jet pump, dilaporkan tidak lagi mampu mengalirkan air akibat turunnya permukaan air tanah.
Situasi ini membuat Sungai Cipunagara menjadi salah satu sumber air yang masih dapat diandalkan warga, meskipun debitnya disebut terus menipis.
Pompa Air Mengering, Warga Terpaksa Bolak-balik ke Sungai
Inen (55), warga Blok Cijambe, mengaku terpaksa mendatangi Sungai Cipunagara setiap hari untuk mendapatkan air bersih.
Ia mengatakan, pompa air di rumahnya sudah tidak mengeluarkan air sama sekali. Kondisi tersebut membuatnya tidak memiliki banyak pilihan selain mengambil air dari sungai untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
"Pompa air di rumah sudah tidak keluar air sama sekali. Mau tidak mau saya harus ke sungai, pagi dan sore," keluh Inen.
Bagi warga, mendapatkan air bersih kini membutuhkan tenaga dan waktu lebih banyak dibandingkan sebelumnya. Aktivitas mengambil air harus dilakukan berulang kali, sementara kebutuhan rumah tangga tetap harus terpenuhi setiap hari.
Kesulitan serupa dialami Andi (60), warga Blok Pangsor. Ia harus menempuh perjalanan sekitar 3 kilometer sekali jalan untuk mencapai sungai.
Dalam sehari, Andi bisa menempuh jarak hingga 6 kilometer pulang-pergi. Perjalanan itu dilakukan pagi dan sore demi memperoleh air yang dibutuhkan di rumah.
"Sebenarnya lelah, tapi apa daya. Di rumah tidak ada air," ungkap Andi.
Kondisi tersebut menggambarkan beratnya perjuangan warga untuk mendapatkan kebutuhan dasar di tengah kemarau yang berkepanjangan.
Kekeringan Mengancam Ketersediaan Air Bersih
Minimnya curah hujan selama berbulan-bulan diduga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan persediaan air tanah di wilayah tersebut terus menurun.
Sumur-sumur warga yang sebelumnya menjadi sumber utama air bersih kini tidak lagi dapat diandalkan. Akibatnya, masyarakat harus mencari sumber air alternatif dengan jarak yang cukup jauh dari permukiman.
Namun, ketergantungan pada Sungai Cipunagara juga menimbulkan kekhawatiran. Warga menyebut debit air sungai tersebut semakin menipis seiring berjalannya waktu.
Jika kondisi ini terus berlanjut, masyarakat berpotensi menghadapi kesulitan yang lebih besar dalam memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
Air bersih sangat dibutuhkan untuk berbagai keperluan, mulai dari memasak, minum, mandi, mencuci, hingga menjaga kebersihan lingkungan. Karena itu, terbatasnya akses air dapat menambah beban warga, terutama keluarga yang harus mengambil air secara manual setiap hari.
Warga Berharap Bantuan Air Bersih Segera Disalurkan
Menghadapi kondisi tersebut, warga Desa Bantarwaru berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan.
Salah satu kebutuhan mendesak adalah penyaluran air bersih secara rutin menggunakan truk tangki ke wilayah Blok Cijambe dan Blok Pangsor.
Selain bantuan darurat, warga juga berharap ada pembangunan sumber air alternatif, seperti sumur bor dalam, agar kebutuhan air bersih dapat dipenuhi tanpa harus bergantung pada sungai yang jaraknya jauh dari permukiman.
Bagi masyarakat, keberadaan sumber air yang dekat dan dapat diandalkan akan sangat membantu meringankan beban selama musim kemarau.
"Kami berharap tidak menunggu terlalu lama. Semakin lama, semakin sulit air didapatkan," harap seorang warga.
Kondisi yang dialami warga Bantarwaru menjadi gambaran nyata bagaimana kemarau berkepanjangan dapat memengaruhi kehidupan masyarakat, khususnya di wilayah yang bergantung pada air tanah.
Warga kini berharap bantuan segera datang sebelum persediaan air yang masih tersedia semakin terbatas.
Keterangan foto: Warga Blok Pangsor berupaya membuat sumur bor dengan harapan menemukan sumber mata air di tengah sulitnya mendapatkan air bersih akibat kemarau panjang.
