Pengangguran di Indramayu Tembus 63 Ribu Orang, Kawasan Industri 14.000 Hektare Jadi Harapan Baru
INDRAMAYU – Persoalan pengangguran masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Di tengah jumlah pencari kerja yang mencapai puluhan ribu orang, pengembangan kawasan industri diharapkan membuka peluang kerja baru bagi masyarakat lokal.
Bupati Indramayu Lucky Hakim menyebut jumlah pengangguran di wilayahnya mencapai sekitar 63.000 orang. Angka tersebut menjadi tantangan tersendiri, terutama ketika kebutuhan lapangan kerja terus meningkat.
Di sisi lain, pembangunan berbagai pabrik dan pengembangan kawasan industri yang luasnya diperkirakan mencapai 14.000 hektare dinilai berpotensi menjadi salah satu jalan untuk memperluas kesempatan kerja.
Kawasan industri tersebut diharapkan mampu menyerap tenaga kerja dari Kabupaten Indramayu maupun daerah lain di Jawa Barat. Namun, besarnya potensi penyerapan tenaga kerja tetap bergantung pada kebutuhan perusahaan dan kesiapan para pelamar.
Puluhan Lowongan Kerja Dibuka, Ada Peluang ke Luar Negeri
Salah satu upaya mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan dilakukan melalui bursa kerja daring Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Dalam kegiatan yang disiarkan melalui akun TikTok Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pada Jumat (16/10/2026), tercatat tersedia 62 lowongan kerja dari 23 perusahaan.
Kesempatan kerja yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari sektor industri dan manufaktur hingga pekerjaan di luar negeri.
Beberapa posisi yang diinformasikan di antaranya perawat untuk penempatan di Jerman, tenaga konstruksi di Malaysia, serta sejumlah posisi di perusahaan manufaktur yang beroperasi di kawasan Losarang, Indramayu.
Keberadaan lowongan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh akses informasi pekerjaan yang lebih luas. Pencari kerja tidak hanya bergantung pada informasi dari lingkungan sekitar, tetapi juga bisa memanfaatkan kanal digital untuk mengetahui peluang yang tersedia.
Meski demikian, pelamar perlu memeriksa setiap persyaratan, kualifikasi, lokasi penempatan, serta tahapan seleksi sebelum mengajukan lamaran.
Dedi Mulyadi Dorong Sekolah Siapkan Tenaga Kerja Lokal
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai pertumbuhan kawasan industri harus diikuti dengan kesiapan sumber daya manusia, khususnya tenaga kerja lokal.
Salah satu langkah yang dinilai penting adalah memperkuat kerja sama antara perusahaan dengan sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK).
Melalui kerja sama tersebut, lulusan sekolah diharapkan memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Dengan demikian, masyarakat setempat berpeluang lebih besar untuk bersaing mendapatkan pekerjaan ketika perusahaan mulai membutuhkan tenaga kerja.
Kesesuaian kompetensi menjadi faktor penting dalam proses rekrutmen. Sebab, tersedianya banyak pabrik tidak serta-merta menjamin seluruh pencari kerja dapat langsung terserap apabila keterampilan yang dimiliki belum sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan.
Karena itu, peningkatan kemampuan teknis, pelatihan kerja, dan akses terhadap informasi lowongan menjadi bagian penting dalam upaya menekan angka pengangguran.
Kawasan Industri Juga Berpeluang Menggerakkan UMKM
Peluang ekonomi dari pertumbuhan kawasan industri tidak hanya terbuka bagi masyarakat yang ingin bekerja sebagai karyawan.
Bertambahnya jumlah pekerja di sekitar kawasan pabrik juga berpotensi meningkatkan kebutuhan berbagai layanan pendukung, mulai dari rumah makan, tempat tinggal atau indekos, transportasi, hingga usaha perdagangan.
Kondisi tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat untuk membangun usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dengan begitu, pertumbuhan kawasan industri diharapkan tidak hanya memberikan dampak melalui penyerapan tenaga kerja secara langsung, tetapi juga menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitarnya.
Meski demikian, peluang tersebut perlu diimbangi dengan kesiapan pelaku usaha, kualitas layanan, serta kemampuan memenuhi kebutuhan pekerja dan perusahaan.
Pencari Kerja Diminta Manfaatkan Kanal Resmi
Informasi mengenai 62 lowongan dari 23 perusahaan tersebut dapat diperiksa melalui aplikasi Nyari Gawe.
Masyarakat yang berminat diimbau menggunakan kanal resmi untuk mengetahui persyaratan, kualifikasi, dan prosedur pendaftaran masing-masing lowongan.
Di tengah tingginya kebutuhan pekerjaan, pencari kerja juga perlu memastikan keabsahan informasi rekrutmen serta berhati-hati terhadap pihak yang meminta pembayaran tidak wajar dengan menjanjikan kelulusan seleksi.
Pengembangan kawasan industri, peningkatan keterampilan tenaga kerja, dan penyediaan informasi lowongan yang transparan diharapkan dapat berjalan beriringan.
Bagi Indramayu, tantangannya bukan hanya menghadirkan investasi dan membangun pabrik, melainkan memastikan masyarakat setempat memiliki kesempatan nyata untuk menikmati manfaat pertumbuhan industri tersebut.***
