Stabilkan Harga, Tenangkan Hati! Serma Sanudin Tinjau Langsung Pasar Cikedung Lor, Pastikan Sembako Terjangkau di Tengah Fluktuasi Ekonomi
Oktober 06, 2026
INDRAMAYU– Di tengah dinamika perekonomian yang sering kali diwarnai dengan fluktuasi harga komoditas strategis, kehadiran aparat TNI di pasar tradisional menjadi simbol ketenangan dan jaminan bagi daya beli masyarakat. Pada Selasa (06/09/2026), tepatnya pukul 08.10 WIB, Serma Sanudin, anggota Koramil 1613/Terisi, melaksanakan kegiatan monitoring dan pengecekan harga bahan pokok (sembako) secara langsung di Toko milik Bapak H. Jumati, yang terletak di Blok 01, Desa Cikedung Lor, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif Kodim 0616/Indramayu untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi warga binaan.
Serma Sanudin tidak hanya sekadar mencatat angka-angka di atas kertas. Ia berinteraksi langsung dengan pemilik toko dan para pembeli yang sedang bertransaksi, menciptakan suasana dialogis yang transparan. Tujuannya jelas: mendeteksi dini adanya potensi kelangkaan barang atau kenaikan harga yang tidak wajar (spekulatif) yang dapat meresahkan masyarakat. Dengan pendekatan humanis, Babinsa ini juga memberikan edukasi kepada pedagang agar tetap menjaga stabilitas harga demi keberlangsungan usaha dan kepuasan pelanggan.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, harga berbagai komoditas strategis terpantau masih dalam batas yang relatif wajar, meskipun beberapa item menunjukkan tren kenaikan tipis akibat faktor musim dan distribusi. Berikut adalah rincian harga bahan pokok yang tercatat saat itu:
1. **Beras:** Rp 13.000/kg. Harga ini dianggap stabil dan masih terjangkau bagi sebagian besar lapisan masyarakat, menjadi penopang utama kebutuhan kalori harian.
2. **Minyak Goreng (Migor):** Rp 16.000/kg. Harga ini masih berada di ambang batas kewajaran, meski warga berharap adanya subsidi atau operasi pasar jika harga terus merangkak naik.
3. **Telur Ayam:** Rp 30.000/kg. Komoditas protein murah ini tetap menjadi andalan rumah tangga, dan harganya terbilang konsisten.
4. **Cabai Rawit Hijau:** Rp 60.000/kg. Angka ini cukup tinggi, mencerminkan kondisi pasokan cabai rawit yang seringkali rentan terhadap cuaca ekstrem. Ini menjadi perhatian khusus bagi ibu rumah tangga.
5. **Gula Putih:** Rp 18.000/kg. Harga gula terpantau stabil, mendukung industri rumah tangga seperti pembuatan kue dan minuman.
6. **Cabai Merah:** Rp 32.000/kg. Berbeda dengan cabai rawit, harga cabai merah besar lebih terkendali, memberikan opsi alternatif bagi konsumen.
7. **Bawang Merah:** Rp 36.000/kg. Harga ini cukup signifikan, mengingat bawang merah adalah bumbu dasar wajib masakan Indonesia.
8. **Bawang Putih:** Rp 38.000/kg. Sedikit lebih tinggi dari bawang merah, dipengaruhi oleh faktor impor dan distribusi nasional.
9. **Daging Ayam:** Rp 35.000/kg. Protein hewani ini masih menjadi pilihan utama dibandingkan daging sapi karena harganya yang jauh lebih bersahabat.
10. **Daging Sapi:** Rp 80.000/kg. Harga ini tergolong sangat terjangkau dibandingkan rata-rata nasional, menjadi kabar baik bagi warga Cikedung Lor yang gemar mengonsumsi daging sapi.
Melihat data tersebut, Serma Sanudin menyampaikan apresiasi kepada para pedagang di Toko H. Jumati yang tidak melakukan markup harga secara berlebihan. "Kestabilan harga adalah kunci ketenangan sosial. Jika pedagang jujur dan pemerintah mengawal distribusi, maka rakyat akan merasa aman," ujarnya. Ia juga menghimbau kepada warga untuk tidak panik membeli dalam jumlah besar (panic buying) yang justru dapat memicu kelangkaan buatan.
Kegiatan monitoring ini berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif. Tidak ada gejolak atau protes dari warga maupun pedagang. Kehadiran Babinsa di pasar tradisional seperti ini membuktikan bahwa TNI tidak hanya hadir saat ada bencana atau konflik, tetapi juga aktif dalam aspek ekonomi kerakyatan sehari-hari.
Bagi Kodim 0616/Indramayu, data yang dikumpulkan oleh Serma Sanudin ini akan menjadi bahan laporan penting bagi jajaran pemerintahan daerah untuk mengambil kebijakan lanjutan, seperti operasi pasar jika diperlukan. Dengan sinergi antara TNI, pemerintah desa, dan pelaku usaha lokal, diharapkan stabilitas harga sembako di Kecamatan Cikedung dapat terus terjaga, sehingga kesejahteraan masyarakat tetap terlindungi di tengah tantangan ekonomi global.
