HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Usai 18 Siswa Mual-Muntah, Koramil Tukdana Ambil Sikap Tegas: Siap Kawal Investigasi dan Jaga Kondusifitas, Kualitas Pangan MBG Adalah Harga Mati


INDRAMAYU – Menanggapi insiden keracunan makanan yang menimpa 18 siswa SMA di Kecamatan Tukdana pada Senin (05/10/2026), unsur TNI melalui Koramil Tukdana segera mengambil sikap tegas dan responsif. Pelda Parikin, yang hadir mewakili Danramil 1606/Tukdana Kapten Inf Suprayitno di lokasi kejadian, menegaskan bahwa TNI berkomitmen penuh untuk mendukung proses investigasi serta menjaga stabilitas keamanan di tengah kekhawatiran masyarakat.

Dalam keterangannya, Pelda Parikin menyatakan bahwa kehadiran TNI di lapangan bukan untuk mengambil alih wewenang instansi kesehatan atau kepolisian, melainkan sebagai kekuatan pendukung yang memastikan situasi tetap terkendali.

 "Kami hadir di sini untuk memberikan rasa aman kepada para orang tua, siswa, dan tenaga medis. Jangan sampai kecemasan terhadap kondisi kesehatan anak-anak kita berubah menjadi keresahan sosial atau tindakan anarkis. TNI akan berdiri tegak menjaga ketertiban," ujar Pelda Parikin dengan nada tegas namun menenangkan.

Lebih lanjut, Babinsa jajaran Koramil 1606/Tukdana juga menekankan pentingnya transparansi dalam penanganan kasus ini. 

TNI mendesak agar pihak penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG) dan instansi terkait terbuka dalam menyampaikan hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang diduga bermasalah. 

"Kesehatan generasi muda adalah aset strategis negara. Jika memang ada kelalaian dalam standar higiene atau kualitas bahan baku, itu adalah pelanggaran serius. TNI mendukung penuh penegakan hukum dan aturan main yang berlaku tanpa pandang bulu," tambahnya.

Pelda Parikin juga menginstruksikan kepada seluruh Babinsa di wilayah Kecamatan Tukdana untuk meningkatkan patroli dan pendampingan di sekolah-sekolah maupun fasilitas kesehatan. 

Hal ini dilakukan untuk memantau perkembangan kondisi korban dan memastikan tidak ada penyebaran informasi hoaks yang dapat memicu kegaduhan. 

"Komunikasi dengan tokoh masyarakat dan orang tua siswa terus kami bangun. Kami mengajak semua pihak untuk bersabar dan percaya pada prosedur resmi yang sedang berjalan," jelasnya.

Sikap TNI ini sejalan dengan tema HUT ke-81 TNI, "TNI Kuat Bersama Rakyat", di mana perlindungan terhadap rakyat mencakup pula perlindungan terhadap hak dasar seperti kesehatan dan pendidikan.

Dengan adanya pengawalan dari unsur militer, diharapkan proses verifikasi fakta mengenai sumber ayam goreng tepung yang berbau tersebut dapat berjalan objektif, cepat, dan adil.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di SMA Tukdana dan Puskesmas setempat terpantau aman dan kondusif berkat sinergi antara TNI, Polri, dan Pemerintah Kecamatan.

 TNI akan terus memantau perkembangan hingga tuntas, memastikan bahwa insiden ini tidak terulang kembali dan tanggung jawab semua pihak dapat dipertanggungjawabkan secara hukum maupun moral.***
Posting Komentar