Waspada Inflasi Bumbu Dapur! Babinsa Terisi Serka Ahyadi Sidak Toko di Cikedung Lor, Harga Cabai Rawit Masih Bertengger di Rp60 Ribu
Oktober 21, 2026
INDRAMAYU – Tekanan inflasi pada sektor pangan strategis kembali menjadi perhatian serius bagi masyarakat Kabupaten Indramayu memasuki pertengahan Oktober 2026. Merespons keluhan warga mengenai tingginya harga kebutuhan sehari-hari, Serka Ahyadi, anggota Koramil 1613/Terisi, melakukan inspeksi lapangan ke salah satu pusat perbelanjaan warga di Desa Cikedung Lor, Kecamatan Cikedung. Kegiatan monitoring ini dilaksanakan pada Rabu pagi, 21 Oktober 2026, dimulai pukul 09.30 WIB hingga selesai, dengan menyasar Toko Lia yang berlokasi di Blok Tarikolot.
Kedatangan Serka Ahyadi disambut baik oleh pemilik toko maupun para pembeli yang sedang bertransaksi. Dalam pantauannya, Babinsa tersebut tidak hanya mencatat angka-angka harga, tetapi juga berdialog langsung untuk memahami dinamika pasar terkini. Ia memastikan bahwa kenaikan harga yang terjadi adalah akibat faktor pasokan dan cuaca, bukan akibat ulah oknum pedagang yang melakukan penimbunan atau spekulasi harga secara ilegal. Kehadiran aparat TNI di tingkat desa ini memberikan rasa aman dan kepastian bagi konsumen bahwa ada pihak yang mengawasi stabilitas ekonomi mikro.
Data yang dihimpun dari hasil pengecekan di Toko Lia menunjukkan tren harga yang konsisten dengan laporan-laporan sebelumnya di wilayah sekitarnya. Komoditas yang paling menyita perhatian tetaplah cabai rawit hijau, yang harganya masih bertahan di level tinggi, yakni Rp60.000 per kilogram. Angka ini tentu menjadi beban berat bagi ibu rumah tangga, mengingat cabai rawit merupakan bumbu wajib dalam masakan khas Indonesia. Sementara itu, cabai merah besar terpantau lebih terjangkau di kisaran Rp32.000 per kilogram, menjadi alternatif bagi warga yang ingin menekan anggaran belanja dapur.
Selain cabai, harga bumbu pelengkap lainnya juga mengalami tekanan. Bawang merah dijual seharga Rp36.000 per kilogram, sedangkan bawang putih berada di angka Rp38.000 per kilogram. Kombinasi harga bumbu yang tinggi ini berdampak langsung pada biaya operasional usaha kuliner kecil di wilayah Cikedung. Untuk kebutuhan pokok lainnya, beras masih stabil di harga Rp13.000 per kilogram, minyak goreng Rp16.000 per liter, gula pasir Rp18.000 per kilogram, dan telur ayam negeri Rp30.000 per kilogram. Sementara itu, protein hewani seperti daging ayam dibanderol Rp35.000 per kilogram, dan daging sapi masih menjadi komoditas premium dengan harga Rp80.000 per kilogram.
Serka Ahyadi dalam keterangannya menekankan pentingnya transparansi dan kewajaran harga. "Kami menghimbau kepada seluruh pedagang untuk tetap menjual barang dengan harga yang wajar dan tidak mengambil keuntungan berlebihan di saat kondisi pasar sedang sulit. Stok barang juga harus dijaga agar tidak terjadi kelangkaan buatan yang dapat memicu kepanikan masyarakat," ujarnya tegas.
Meski harga beberapa komoditas cenderung tinggi, Serka Ahyadi melaporkan bahwa ketersediaan stok di Toko Lia masih sangat memadai. Tidak ada tanda-tanda kelangkaan massal atau antrian panjang yang mengindikasikan panic buying. Situasi selama kegiatan monitoring berlangsung terpantau aman, lancar, dan kondusif. Warga tampak menerima kondisi harga saat ini dengan bijak, meski tak luput dari harapan agar harga segera kembali normal.
Kegiatan monitoring rutin yang dilakukan oleh Koramil 1613/Terisi ini merupakan bagian integral dari upaya TNI dalam menjaga ketahanan nasional di bidang pangan. Dengan data real-time dari lapangan, jajaran Kodim 0616/Indramayu dapat memberikan rekomendasi yang tepat kepada pemerintah daerah untuk intervensi pasar jika diperlukan. Masyarakat Desa Cikedung Lor dihimbau untuk tetap tenang dan terus melaporkan jika menemukan praktik jual beli yang mencurigakan. Sinergi antara aparat keamanan, pedagang, dan konsumen diharapkan dapat menciptakan ekosistem pasar yang sehat dan adil bagi semua pihak.
