Waspadai Inflasi Tersembunyi! Babinsa Terisi Bongkar Harga Cabai Rawit Tembus Rp60 Ribu, Warga Rajasinga Diminta Bijak Belanja
Oktober 20, 2026
INDRAMAYU– Ketegangan di pasar tradisional kembali terasa menyusul lonjakan harga sejumlah komoditas pangan strategis yang terjadi secara serentak di wilayah Kabupaten Indramayu. Memasuki hari Selasa, 20 Oktober 2026, kekhawatiran masyarakat akan daya beli yang terus terkikis kian nyata. Merespons dinamika tersebut, Sertu Carli, anggota Koramil 1613/Terisi, melakukan inspeksi mendadak ke pusat perbelanjaan warga di Desa Rajasinga, Blok Terisi. Kegiatan monitoring ini bertujuan untuk memetakan realitas harga di lapangan dan memastikan tidak ada praktik spekulasi yang merugikan konsumen.
Pukul 08.55 WIB, Sertu Carli tiba di Toko milik Ibu Murni, salah satu penyedia kebutuhan pokok utama bagi warga sekitar. Kunjungan ini bukan sekadar formalitas birokrasi, melainkan upaya preventif TNI dalam menjaga stabilitas ekonomi mikro. Dengan pendekatan yang humanis, Sertu Carli berdialog langsung dengan pemilik toko serta beberapa pembeli yang sedang bertransaksi, menanyakan ketersediaan stok dan alasan di balik fluktuasi harga yang terjadi.
Hasil pencatatan di lapangan menunjukkan angka-angka yang cukup mengkhawatirkan bagi kantong ibu rumah tangga. Komoditas yang paling mencuri perhatian adalah cabai rawit hijau, yang harganya melonjak drastis hingga menyentuh angka Rp60.000 per kilogram. Lonjakan ini diduga kuat dipengaruhi oleh faktor cuaca ekstrem yang mengganggu panen petani lokal, serta adanya hambatan distribusi dari daerah penghasil. Kondisi ini kontras dengan harga cabai merah besar yang masih relatif lebih stabil di angka Rp32.000 per kilogram.
Selain cabai, bumbu dapur lainnya juga mengalami tekanan harga. Bawang merah terpantau dijual seharga Rp36.000 per kilogram, sementara bawang putih berada di kisaran Rp38.000 per kilogram. Kombinasi harga bumbu yang tinggi ini tentu berdampak langsung pada biaya produksi kuliner rumahan maupun usaha kecil menengah (UKM) di wilayah Terisi. Untuk kebutuhan pokok lainnya, beras masih bertahan di angka Rp13.000 per kilogram, minyak goreng Rp16.000 per liter, gula pasir Rp18.000 per kilogram, dan telur ayam negeri Rp30.000 per kilogram. Sementara itu, protein hewani seperti daging ayam dibanderol Rp35.000 per kilogram, dan daging sapi masih menjadi komoditas premium dengan harga Rp80.000 per kilogram.
Sertu Carli dalam keterangannya menekankan pentingnya transparansi harga. "Kami hadir di sini untuk memastikan bahwa kenaikan harga ini murni akibat faktor pasar dan pasokan, bukan karena ulah oknum yang menimbun barang. Kami juga menghimbau kepada pedagang untuk tetap menjual dengan harga wajar sesuai HET (Harga Eceran Tertinggi) jika berlaku, atau setidaknya tidak mengambil keuntungan berlebihan di saat sulit," ujarnya.
Meski harga beberapa komoditas naik, Sertu Carli melaporkan bahwa stok barang di Toko Ibu Murni masih tersedia dalam jumlah aman. Tidak terjadi panic buying atau antrian panjang yang mengindikasikan kelangkaan massal. Situasi selama kegiatan monitoring berlangsung terpantau aman, lancar, dan kondusif. Warga tampak menerima kondisi harga saat ini dengan lapang dada, meski tak luput dari keluhan ringan mengenai beratnya beban belanja harian.
Kegiatan monitoring oleh Koramil 1613/Terisi ini merupakan bagian dari strategi pertahanan non-militer TNI dalam mendukung ketahanan nasional. Dengan mengetahui data harga secara real-time, jajaran Kodim 0616/Indramayu dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang tepat kepada pemerintah daerah terkait intervensi pasar atau bantuan sosial jika diperlukan.
Masyarakat Desa Rajasinga dihimbau untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu kelangkaan palsu. Diharapkan, sinergi antara aparat keamanan, pedagang, dan konsumen dapat menciptakan ekosistem pasar yang sehat. Langkah proaktif Sertu Carli ini menjadi bukti bahwa TNI selalu hadir di tengah kesulitan rakyat, siap mengawal kestabilan hidup bermasyarakat dari ancaman inflasi yang dapat mengganggu ketenangan sosial.
