“Babinsa dan Persit Koramil 1614 Anjatan Gelar Doa Bersama 100 Hari untuk Alm. Ananda Gema Pratama Dwiyanto”
Indramayu – Suasana haru dan penuh khidmat menyelimuti Markas Koramil 1614/Arahanjaya (Ajt) pada Kamis pagi, 26 Juni 2025. Anggota TNI bersama Persit Kartika Chandra Kirana Koramil 1614/Ajt menggelar doa bersama dalam rangka 100 hari wafatnya almarhum Ananda Gema Pratama Dwiyanto, putra dari Komandan Koramil 1614/Ajt, Kapten Infanteri Disman.
Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut dihadiri oleh jajaran prajurit, ibu-ibu Persit, dan kerabat dekat keluarga Danramil. Suasana di Makoramil dipenuhi rasa duka mendalam namun juga keikhlasan, sebagai bentuk penghormatan dan doa untuk almarhum yang telah berpulang 100 hari yang lalu.
Doa bersama ini menjadi momentum spiritual yang penting bagi keluarga besar Koramil 1614/Ajt. Tidak hanya sebagai wujud duka dan empati terhadap keluarga Danramil, tetapi juga sebagai wujud solidaritas dan kekeluargaan yang selama ini menjadi bagian tak terpisahkan dalam tubuh TNI AD. Kebersamaan ini mencerminkan semangat gotong royong dan nilai-nilai luhur yang selalu dijunjung tinggi oleh para prajurit.
Dalam kesempatan tersebut, Kapten Inf Disman menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh anggota dan Persit yang telah hadir dan memberikan dukungan moral sejak hari pertama duka menyelimuti keluarganya. “Kami sangat terharu dan merasa dikuatkan oleh kehadiran rekan-rekan semua. Semoga doa kita bersama hari ini menjadi amal jariyah bagi almarhum anak kami,” ujarnya dengan suara bergetar.
Kegiatan doa bersama dipimpin oleh seorang ustadz setempat dan berlangsung khidmat. Lantunan ayat suci Al-Qur’an dan doa-doa dipanjatkan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta diberikan ketabahan dan kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Persit Kartika Chandra Kirana sebagai organisasi istri prajurit juga turut berperan aktif dalam menyiapkan acara ini. Mereka tidak hanya mendampingi secara emosional, tetapi juga membantu logistik dan konsumsi demi terselenggaranya acara dengan lancar. Kehadiran mereka menjadi simbol kesetiaan dan peran penting perempuan di lingkungan TNI.
Kegiatan ini berlangsung aman dan penuh kekeluargaan hingga selesai. Semua pihak yang hadir tampak larut dalam suasana doa dan refleksi. Dalam duka, tampak nyata semangat persaudaraan yang erat di lingkungan Koramil, sebuah nilai yang terus terpelihara dan diwariskan dalam setiap langkah pengabdian.
Doa 100 hari ini tidak hanya menjadi rangkaian tradisi keagamaan, namun juga bukti bahwa TNI bukan hanya institusi militer, tetapi juga keluarga besar yang saling menguatkan dalam suka dan duka. Sebuah keteladanan yang patut diapresiasi dan dijadikan inspirasi di tengah masyarakat.
