Gembleng Karakter Siswa Baru, Pelda Subagja dan Sertu Rusdi Tanamkan Disiplin serta Wasbang di SMK N 1 Lelea
Juli 20, 2026
INDRAMAYU – Halaman Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Lelea, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, tampak berbeda pada Senin pagi, 20 Juli 2026. Sejak pukul 07.00 WIB, suasana khidmat dan penuh semangat menyelimuti area sekolah tersebut. Ratusan siswa calon baru tahun ajaran 2026/2027 berbaris rapi, siap mengikuti rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Kehadiran dua personel TNI dari Koramil 1612/Lelea, yakni Pelda Subagja dan Sertu Rusdi, menandai dimulainya program pembentukan karakter yang intensif, bertujuan mencetak generasi muda yang tidak hanya kompeten secara vokasi, tetapi juga tangguh secara mental dan memiliki jiwa nasionalisme yang kuat.
Kegiatan MPLS kali ini dirancang dengan pendekatan holistik, menggabungkan aspek fisik, mental, dan intelektual. Pelda Subagja dan Sertu Rusdi hadir langsung untuk memberikan materi Peraturan Baris Berbaris (PBB) dan Wawasan Kebangsaan (Wasbang). Kehadiran mereka disambut antusias oleh para siswa dan diapresiasi tinggi oleh Kepala Sekolah SMKN 1 Lelea, Bapak H. Saban, M.Pd., serta para guru pembina seperti Bapak Agung, S.Pd., yang turut mendampingi jalannya acara. Kolaborasi antara pihak sekolah dan Koramil 1612/Lelea ini menunjukkan komitmen bersama dalam mempersiapkan siswa-siswi menghadapi tantangan pendidikan dan dunia kerja di era modern dengan fondasi karakter yang kokoh.
Sesi Peraturan Baris Berbaris (PBB) yang dipimpin oleh Pelda Subagja menjadi momen uji ketahanan dan kedisiplinan bagi para siswa baru. Di bawah sinar matahari pagi, mereka diajarkan untuk berdiri tegak, bergerak serempak, dan memahami arti penting kekompakan dalam sebuah kelompok. "Disiplin adalah kunci kesuksesan, baik di sekolah maupun di dunia industri nanti. Melalui PBB, kalian belajar untuk menghargai waktu, mematuhi instruksi, dan bekerja sama sebagai tim," tegas Pelda Subagja saat memberikan arahan. Gerakan-gerakan dasar seperti sikap sempurna, hormat, dan jalan di tempat dilakukan berulang-ulang hingga terbentuk kesadaran kolektif yang kuat. Keringat yang menetes bukan tanda kelelahan, melainkan bukti usaha keras untuk mencapai standar disiplin yang tinggi.
Setelah sesi fisik yang melelahkan namun menyegarkan, kegiatan dilanjutkan dengan pendalaman materi Wawasan Kebangsaan yang disampaikan oleh Sertu Rusdi. Ia secara interaktif menguraikan pentingnya memahami identitas bangsa, nilai-nilai Pancasila, dan peran pemuda dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Para siswa diajak untuk merefleksikan bagaimana cinta tanah air dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari sikap toleransi antar teman, kejujuran dalam belajar, hingga etika kerja yang profesional. Materi ini sangat krusial di tengah arus globalisasi yang sering mengikis rasa nasionalisme generasi muda, terutama bagi siswa SMK yang akan segera terjun ke dunia industri.
Selain materi dari TNI, kegiatan MPLS juga mencakup pemberian pedoman dalam kegiatan belajar mengajar oleh Bapak Agung, S.Pd. Siswa diperkenalkan dengan kurikulum baru, tata tertib sekolah, kompetensi keahlian yang ditawarkan, serta ekspektasi akademik dan praktis yang harus mereka penuhi selama tiga tahun ke depan. Kombinasi antara pelatihan disiplin militer, penanaman nilai kebangsaan, dan orientasi akademik-vokasi ini diharapkan dapat menciptakan keseimbangan yang ideal dalam diri setiap siswa. Mereka tidak hanya siap secara teknis, tetapi juga memiliki mental baja dan integritas moral yang tinggi.
Kehadiran Kepala Sekolah SMKN 1 Lelea, Bapak H. Saban, M.Pd., memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif ini. Beliau menyadari bahwa pendidikan karakter adalah fondasi utama dari keberhasilan lulusan SMK. Dengan melibatkan TNI dalam proses MPLS, sekolah berharap dapat menanamkan nilai-nilai luhur bangsa sejak dini, sehingga lulusan SMKN 1 Lelea dikenal tidak hanya terampil, tetapi juga beretika dan disiplin. Para guru pembina juga turut memantau jalannya kegiatan, memastikan bahwa seluruh siswa dapat menyerap materi dengan baik dan berpartisipasi aktif dalam setiap sesi.
Selama kegiatan berlangsung dari pagi hingga selesai, situasi terpantau sangat aman, tertib, dan lancar. Tidak ada insiden atau gangguan yang terjadi, berkat koordinasi yang solid antara pihak sekolah, Koramil 1612/Lelea, dan kesadaran para siswa itu sendiri. Antusiasme siswa terlihat jelas dari respons mereka saat mengikuti aba-aba PBB dan ketertarikan mereka saat mendengarkan penjelasan tentang Wasbang. Dokumentasi kegiatan yang tertangkap kamera menunjukkan wajah-wajah cerah para siswa yang penuh harapan akan masa depan yang lebih baik.
Keberhasilan pelaksanaan MPLS di SMKN 1 Lelea ini menjadi bukti nyata sinergi positif antara dunia pendidikan dan institusi militer. Koramil 1612/Lelea melalui Pelda Subagja dan Sertu Rusdi berhasil menunjukkan bahwa pendekatan humanis dan edukatif efektif dalam membentuk karakter generasi muda. Dengan bekal disiplin dan wawasan kebangsaan yang ditanamkan sejak hari pertama, diharapkan para siswa ini akan tumbuh menjadi tenaga kerja ahli yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional, sambil tetap memegang teguh jati diri sebagai bangsa Indonesia.
Ini adalah investasi jangka panjang bagi Kabupaten Indramayu dan Indonesia secara keseluruhan. Setiap siswa adalah calon pemimpin dan penggerak ekonomi masa depan yang harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya. Melalui kegiatan MPLS yang terstruktur dan bermakna ini, SMKN 1 Lelea dan Koramil 1612/Lelea telah meletakkan batu pertama untuk mencetak generasi emas yang berintegritas, berdisiplin, dan cinta tanah air.
