HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Babinsa Serda Dulrohim Pimpin Pantauan Darurat Luapan Sungai Cibenuang, Warga Drunten Kulon Tetap Tenang di Tengah Banjir!


Gabus Wetan, 29 Januari 2026 – Situasi darurat air melanda Desa Drunten Kulon, Kecamatan Gabus Wetan, Kabupaten Indramayu, Kamis siang tadi. Sungai Cibenuang meluap dan memasuki pemukiman warga, namun berkat kepemimpinan sigap Serda Dulrohim, Babinsa Drunten Kulon, warga tetap tenang dan situasi terkendali.

Pantauan lapangan dimulai pukul 11.30 WIB, ketika Babinsa Serda Dulrohim bersama Bhabinkamtibmas Desa Drunten Kulon serta pamong desa melakukan monitoring langsung luapan air sungai yang menggenangi rumah-rumah warga. Luapan ini disebabkan drainase setempat tidak mampu menampung debit air hujan yang tinggi, ditambah kontur tanah yang rendah. Akibatnya, beberapa rumah mengalami genangan air dengan ketinggian bervariasi antara 15 cm hingga 70 cm.

“Meski air masuk ke rumah warga, masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Mereka menempatkan barang-barang berharga di rumah tetangga yang lebih tinggi, sementara kita melakukan pemantauan agar situasi tetap terkendali,” ujar Serda Dulrohim di lokasi kejadian.

Berdasarkan laporan, rumah-rumah terdampak antara lain milik:

  • Bapak Kapang (RT 04/RW 01, Blok Kali Kulon), ketinggian air ±25 cm

  • Bapak Caryono (RT 05/RW 02, Blok Tegal Pelem), ketinggian air ±15 cm

  • Ibu Kastirah (RT 07/RW 02, Blok Tegal Pelem), ketinggian air ±70 cm

Selain rumah warga, jalan desa RT 04/RW 01 juga terdampak luapan air dengan ketinggian sekitar 10–15 cm, mempengaruhi mobilitas warga sementara waktu.

Babinsa Serda Dulrohim bersama Bhabinkamtibmas dan pamong desa secara aktif menghimbau warga untuk tetap waspada. Mereka memonitor setiap perkembangan air, memastikan tidak ada warga yang mengalami kerugian lebih besar, dan memberikan arahan mengenai tindakan antisipatif. “Kewaspadaan warga sangat penting. Kita selalu siap membantu jika kondisi memburuk,” tambah Dulrohim.

Kegiatan pemantauan berlangsung tertib, aman, dan lancar. Sekitar pukul 13.00 WIB, air mulai surut secara perlahan, menandai situasi yang semakin terkendali. Warga pun melanjutkan aktivitas mereka seperti biasa, meski tetap waspada terhadap kemungkinan luapan susulan.

Kehadiran Babinsa Serda Dulrohim menunjukkan peran vital TNI di tengah bencana lokal. Tidak hanya sebagai pengawas, ia juga menjadi penggerak sinergi antara aparat desa, kepolisian, dan masyarakat. Kolaborasi ini memastikan penanganan darurat lebih cepat dan efisien, serta menumbuhkan rasa aman bagi warga terdampak.

Hj. Yunani, seorang warga setempat, menyampaikan apresiasi tinggi: “Kami merasa tenang karena Babinsa dan Bhabinkamtibmas selalu ada di lokasi. Mereka mengarahkan kami dengan sabar, sehingga meski rumah terendam, tidak ada kepanikan.”

Fenomena luapan sungai Cibenuang ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem dan penataan drainase yang lebih baik. Babinsa Serda Dulrohim menegaskan bahwa pemantauan rutin akan terus dilakukan untuk memastikan keselamatan warga tetap terjaga.

Dengan contoh tindakan cepat dan sigap dari Babinsa, Desa Drunten Kulon menjadi model tanggap bencana skala lokal. Sinergi antara aparat desa, Babinsa, dan masyarakat terbukti efektif dalam mengurangi risiko kerusakan dan memberikan rasa aman bagi warga.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa keberadaan Babinsa bukan sekadar simbol keamanan, tetapi juga jembatan antara aparat dan masyarakat dalam menghadapi masalah sehari-hari, mulai dari banjir hingga upaya pembangunan dan kesejahteraan desa.

Situasi di Desa Drunten Kulon kini berangsur membaik, namun Babinsa Serda Dulrohim bersama tim tetap melakukan pemantauan secara berkelanjutan. Kejadian luapan ini menjadi bukti nyata dedikasi TNI dalam melindungi dan membimbing masyarakat, memastikan keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama.

Posting Komentar