Babinsa Serda Sodikin Dampingi Mahasiswa KKN UNPAD Sosialisasikan Komposting, Warga Desa Bugis Antusias Kelola Sampah Organik
Indramayu, 29 Januari 2026 — Babinsa Desa Bugis Koramil setempat, Serda Sodikin, mendampingi kegiatan sosialisasi penanganan sampah organik melalui metode komposting yang dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Padjadjaran (UNPAD) di Balai Desa Bugis, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu, Kamis (29/1/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WIB tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga secara ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Sosialisasi ini merupakan bagian dari program kerja mahasiswa KKN UNPAD yang sedang melaksanakan pengabdian masyarakat di Desa Bugis. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan edukasi kepada warga mengenai pentingnya pemilahan sampah, khususnya sampah organik, serta teknik sederhana pembuatan kompos yang dapat diterapkan di lingkungan rumah tangga.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kuwu Desa Bugis Bapak Johan Wahyudi, S.Pd.I, Sekretaris Desa Bugis Bapak Burhanudin, S.Pd.I, Lurah Desa Bugis Bapak Ato, Babinsa Desa Bugis Serda Sodikin, mahasiswa KKN UNPAD, serta masyarakat Desa Bugis yang mengikuti kegiatan dengan antusias.
Serda Sodikin menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini sejalan dengan upaya TNI AD melalui aparat teritorial dalam mendukung program pemerintah terkait pengelolaan lingkungan hidup. Menurutnya, persoalan sampah menjadi salah satu tantangan di wilayah pedesaan maupun perkotaan, sehingga diperlukan peran aktif masyarakat dalam mengelolanya sejak dari sumbernya.
“Melalui sosialisasi ini, masyarakat diberikan pengetahuan praktis tentang pengolahan sampah organik menjadi kompos yang bermanfaat bagi pertanian dan lingkungan. Kami sebagai Babinsa mendukung penuh kegiatan positif seperti ini karena berdampak langsung pada kebersihan dan kesehatan lingkungan desa,” ujar Serda Sodikin.
Dalam pemaparan materi, mahasiswa KKN UNPAD menjelaskan konsep dasar pengelolaan sampah organik, jenis-jenis sampah yang dapat dikomposkan, serta tahapan pembuatan kompos menggunakan metode sederhana yang dapat dilakukan di rumah. Selain teori, mahasiswa juga memberikan contoh praktik pembuatan kompos dengan memanfaatkan sisa makanan, dedaunan, dan limbah organik lainnya.
Kuwu Desa Bugis Bapak Johan Wahyudi, S.Pd.I, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN UNPAD atas kontribusi dan kepeduliannya terhadap permasalahan lingkungan di desa. Ia berharap pengetahuan yang diberikan dapat diterapkan secara nyata oleh warga sehingga Desa Bugis menjadi desa yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa UNPAD dan Babinsa yang telah mendampingi kegiatan ini. Semoga masyarakat dapat memanfaatkan ilmu yang diberikan untuk mengurangi volume sampah dan menghasilkan kompos yang berguna bagi pertanian dan tanaman di sekitar rumah,” tuturnya.
Sekretaris Desa Bugis Bapak Burhanudin, S.Pd.I, juga menambahkan bahwa pengelolaan sampah organik melalui komposting dapat menjadi salah satu solusi dalam mengurangi beban tempat pembuangan sampah serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Ia mendorong perangkat desa dan lembaga kemasyarakatan untuk terus mendukung program-program edukasi lingkungan di tingkat desa.
Masyarakat yang hadir tampak antusias mengikuti kegiatan sosialisasi tersebut. Beberapa warga mengajukan pertanyaan terkait cara pembuatan kompos, waktu penguraian sampah, serta pemanfaatan kompos untuk tanaman pertanian dan pekarangan. Diskusi berlangsung interaktif, menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap pengelolaan sampah yang lebih baik.
Kegiatan sosialisasi penanganan sampah organik ini diharapkan dapat menjadi langkah awal perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga. Dengan menerapkan metode komposting, warga tidak hanya mengurangi timbulan sampah, tetapi juga memperoleh pupuk organik yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas tanaman.
Selama pelaksanaan kegiatan, situasi berjalan aman, tertib, dan kondusif. Sinergi antara mahasiswa KKN UNPAD, pemerintah desa, Babinsa, dan masyarakat menjadi contoh nyata kolaborasi dalam membangun kesadaran lingkungan di tingkat desa.
Kodim 0616/Indramayu melalui jajaran Babinsa terus mendorong kegiatan-kegiatan pemberdayaan masyarakat yang bersifat edukatif dan produktif. Pendampingan terhadap program KKN mahasiswa di wilayah binaan merupakan salah satu bentuk dukungan TNI terhadap pembangunan sumber daya manusia dan lingkungan yang berkelanjutan.
Dengan adanya kegiatan sosialisasi komposting ini, diharapkan Desa Bugis dapat menjadi percontohan dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat, sekaligus memperkuat budaya hidup bersih dan sehat di lingkungan pedesaan.
