Cegah Gagal Panen, Petani dan Babinsa di Krangkeng Gencarkan Gropyokan Tikus
Indramayu – Upaya pengendalian hama tikus terus dilakukan petani di Kabupaten Indramayu. Kali ini, kelompok tani Al Rahmat bersama Babinsa melaksanakan kegiatan gropyokan tikus di Blok Kandang Eling, Desa Tanjakan, Kecamatan Krangkeng, Minggu (1/2/2025) pagi.
Kegiatan pendampingan pertanian tersebut berlangsung mulai pukul 08.30 WIB hingga 10.50 WIB. Babinsa Desa Tanjakan Koramil 1610/Krangkeng, Serka Sudono, turut terjun langsung mendampingi para petani dalam pengendalian hama tikus yang dinilai kerap menimbulkan kerugian besar bagi sektor pertanian.
Gropyokan tikus dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk meminimalisir kerusakan tanaman padi akibat serangan hama. Tikus diketahui menjadi salah satu hama utama yang dapat menurunkan hasil panen, bahkan menyebabkan gagal panen apabila tidak dikendalikan secara bersama-sama.
“Pengendalian hama tikus ini penting dilakukan secara serentak agar populasinya bisa ditekan dan tidak merugikan petani,” ujar Serka Sudono di sela kegiatan.
Selain mendampingi kegiatan gropyokan, Babinsa juga memberikan sosialisasi kepada para petani terkait larangan penggunaan strum listrik dalam penanganan hama tikus. Menurutnya, metode tersebut sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan korban jiwa.
“Di beberapa daerah sudah ada kejadian warga meninggal dunia akibat tersengat listrik dari alat strum yang dipasang di sawah. Karena itu kami mengimbau petani untuk tidak menggunakan cara tersebut,” tegasnya.
Sebagai alternatif yang lebih aman, Babinsa menyampaikan sejumlah solusi pengendalian hama tikus yang dapat diterapkan petani, di antaranya melakukan grebeg tikus dengan sistem pagar betis secara kontinyu, menggunakan pestisida nabati yang dapat menurunkan nafsu makan dan menekan perkembangbiakan tikus, memanfaatkan jebakan tikus sederhana, serta membakar lubang tikus menggunakan belerang dengan bantuan gas LPG.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kuwu Desa Tanjakan H. A. Wadi, Ketua Kelompok Tani Al Rahmat Ustadz Masduki, serta sekitar 25 orang petani anggota Poktan Al Rahmat. Kehadiran aparatur desa dan aparat kewilayahan ini menunjukkan sinergi dalam mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.
Para petani menyambut baik kegiatan pendampingan tersebut. Mereka berharap, melalui pengendalian hama secara bersama-sama dan berkelanjutan, hasil panen ke depan dapat meningkat dan terhindar dari kerugian akibat serangan tikus.
Selama pelaksanaan kegiatan, situasi berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Kegiatan gropyokan tikus ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara TNI, pemerintah desa, dan petani dalam menjaga produktivitas pertanian di wilayah Kecamatan Krangkeng.
