HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Babinsa Serka Hasrul Turun Langsung ke Pasar, Harga Sembako di Haurgeulis Terpantau Aman dan Stabil


Indramayu – Di tengah dinamika harga kebutuhan pokok yang kerap menjadi perhatian masyarakat, peran aparat teritorial kembali terlihat nyata. Babinsa Koramil 1615/Haurgeulis, Serka Hasrul, turun langsung ke lapangan melakukan pemantauan harga sembako di pasar dan kios-kios sembako wilayah Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, Minggu (18/1/2026).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.30 WIB tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian TNI AD terhadap stabilitas harga bahan pokok serta upaya menjaga ketahanan pangan dan daya beli masyarakat. Dengan menyusuri pasar tradisional dan kios sembako di desa binaannya, Serka Hasrul memastikan harga kebutuhan pokok tetap terkendali dan tidak mengalami lonjakan yang meresahkan warga.

Pemantauan ini sekaligus menjadi bagian dari tugas Babinsa dalam mendukung kebijakan pemerintah, khususnya dalam menjaga stabilitas ekonomi di tingkat bawah. Kehadiran Babinsa di tengah aktivitas pasar mendapat respons positif dari para pedagang dan masyarakat, yang merasa diperhatikan serta dilindungi.

Dari hasil pemantauan yang dilakukan, harga sembako di wilayah Kecamatan Haurgeulis terpantau relatif stabil. Beras medium dijual dengan harga Rp13.500 per kilogram, minyak goreng Rp17.000 per kilogram dengan status harga tetap, serta jagung Rp14.000 per kilogram. Sementara itu, kedelai lokal masih bertahan di angka Rp9.000 per kilogram.

Untuk komoditas gula pasir, harga tercatat Rp17.000 per kilogram. Sedangkan bawang merah berada di kisaran Rp45.000 per kilogram dan bawang putih Rp38.000 per kilogram. Telur ayam dijual dengan harga Rp31.000 per kilogram, daging sapi Rp140.000 per kilogram dengan kondisi harga tetap, serta daging ayam di angka Rp42.000 per kilogram.

Serka Hasrul menyampaikan bahwa pemantauan ini bertujuan untuk mengantisipasi potensi penimbunan, permainan harga, serta memastikan distribusi sembako berjalan lancar. “Babinsa hadir untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terjangkau dan tidak ada gejolak harga yang bisa merugikan warga,” ujarnya di sela kegiatan.

Selain memantau harga, Babinsa juga berinteraksi langsung dengan pedagang dan pembeli untuk menyerap aspirasi serta mengetahui kondisi riil di lapangan. Langkah ini dinilai efektif dalam membangun komunikasi yang baik antara aparat kewilayahan dan masyarakat.

Menurut Serka Hasrul, stabilitas harga sembako sangat berpengaruh terhadap situasi keamanan dan ketertiban masyarakat. Oleh karena itu, pemantauan rutin menjadi salah satu langkah preventif yang dilakukan TNI di wilayah binaan. “Jika kebutuhan pokok aman, maka situasi wilayah juga akan kondusif,” tambahnya.

Kegiatan pemantauan harga sembako tersebut berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Tidak ditemukan adanya kelangkaan barang maupun kenaikan harga yang signifikan. Situasi pasar terpantau normal dengan aktivitas jual beli berjalan seperti biasa.

Danramil 1615/Haurgeulis melalui Babinsa Serka Hasrul menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait dalam menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan. Upaya ini diharapkan mampu memberikan rasa aman serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap peran TNI di tengah kehidupan sosial.

Dengan kehadiran Babinsa yang aktif dan responsif, TNI kembali menunjukkan perannya bukan hanya sebagai penjaga kedaulatan, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam menjaga kesejahteraan rakyat. Dokumentasi kegiatan pemantauan tersebut telah dilaporkan dan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Kodim 0616/Indramayu dalam mengawal stabilitas wilayah.

Posting Komentar