HUJAN DERAS GAGALKAN AKSI DAMAI! KORAMIL GABUSWETAN PANTAU SITUASI, RENCANA ALIANSI MASYARAKAT RANCAHAN RESMI DIBATALKAN
Indramayu, 28 Januari 2028 – Rencana aksi damai yang akan digelar oleh Aliansi Masyarakat Rancahan ke Kantor Desa Rancahan, Kecamatan Gabuswetan, Kabupaten Indramayu, akhirnya resmi dibatalkan. Keputusan pembatalan tersebut dipicu oleh kondisi cuaca ekstrem berupa hujan deras yang mengguyur wilayah setempat sejak pagi hari dan tidak kunjung mereda hingga waktu pelaksanaan aksi.
Aksi damai yang rencananya dipusatkan di Balai Desa Rancahan tersebut sedianya akan dipimpin oleh Ketua Aksi, Bapak Farhan. Massa dari berbagai elemen masyarakat sebelumnya dijadwalkan berkumpul untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka kepada pihak pemerintah desa. Namun, demi menjaga keselamatan peserta aksi serta mempertimbangkan faktor keamanan dan ketertiban wilayah, panitia dan koordinator lapangan akhirnya memutuskan untuk membatalkan kegiatan tersebut.
Koramil 1617/Gabuswetan, di bawah jajaran Kodim 0616/Indramayu, turut memantau situasi dan perkembangan rencana kegiatan sejak awal. Personel Koramil Gabuswetan telah bersiaga untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif, serta mengantisipasi potensi kerawanan yang mungkin timbul akibat pergerakan massa dalam kondisi cuaca yang tidak mendukung.
Dalam laporan resmi yang disampaikan kepada Komandan Kodim 0616/Indramayu, Danramil 1617/Gabuswetan melaporkan bahwa pembatalan aksi berlangsung secara tertib dan tanpa insiden. Tidak terdapat mobilisasi massa dalam jumlah besar ke lokasi kantor desa, dan situasi di wilayah Kecamatan Gabuswetan terpantau aman dan terkendali.
“Rencana aksi damai oleh Aliansi Masyarakat Rancahan ke Kantor Desa Rancahan pada hari Rabu, 28 Januari 2028, dinyatakan dibatalkan karena kondisi cuaca hujan yang terus berlangsung. Situasi wilayah terpantau aman, tertib, dan kondusif,” demikian laporan singkat yang disampaikan Danramil kepada pimpinan.
Hujan deras yang mengguyur wilayah Indramayu bagian barat sejak dini hari menyebabkan aktivitas warga terganggu. Sejumlah ruas jalan dilaporkan tergenang air, dan jarak pandang di beberapa titik menurun akibat intensitas hujan yang tinggi. Kondisi ini dinilai berisiko bagi peserta aksi, terutama terkait keselamatan perjalanan menuju lokasi kegiatan dan potensi gangguan kesehatan.
Koramil Gabuswetan juga terus berkoordinasi dengan aparat desa, Babinsa, serta unsur kepolisian setempat untuk memastikan tidak ada potensi konflik sosial atau kesalahpahaman di tengah masyarakat terkait pembatalan aksi. Pendekatan persuasif dilakukan guna menjaga stabilitas wilayah serta mengedepankan dialog sebagai sarana penyampaian aspirasi masyarakat.
Pembatalan aksi ini sekaligus menunjukkan kedewasaan dan kesadaran masyarakat dalam mengutamakan keselamatan dan ketertiban umum. Aliansi Masyarakat Rancahan menyatakan akan menjadwalkan ulang kegiatan penyampaian aspirasi melalui mekanisme yang lebih aman, baik melalui audiensi formal dengan pemerintah desa maupun melalui forum musyawarah masyarakat.
Sementara itu, pihak Koramil menegaskan komitmennya untuk terus mengawal dinamika sosial di wilayah binaan. Personel Babinsa di Desa Rancahan tetap melakukan monitoring situasi di lapangan dan siap memberikan pendampingan kepada masyarakat serta pemerintah desa dalam menjaga stabilitas keamanan.
Komandan Kodim 0616/Indramayu melalui jajaran Koramil Gabuswetan menekankan pentingnya sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menghadapi berbagai dinamika sosial. “Setiap aspirasi masyarakat adalah bagian dari demokrasi, namun pelaksanaannya harus tetap memperhatikan faktor keamanan, keselamatan, dan ketertiban umum,” ujar salah satu pejabat staf Kodim dalam keterangannya.
Dengan dibatalkannya aksi damai tersebut, situasi di Desa Rancahan hingga sore hari dilaporkan tetap aman dan kondusif. Aktivitas masyarakat berjalan normal meski cuaca masih menunjukkan intensitas hujan sedang hingga lebat.
Koramil Gabuswetan memastikan akan terus melakukan pemantauan dan siap mengambil langkah-langkah preventif apabila terdapat perkembangan situasi di lapangan. Dokumentasi kegiatan dan laporan situasi telah dilampirkan sebagai bahan evaluasi dan laporan berjenjang kepada pimpinan satuan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa faktor alam dapat memengaruhi dinamika sosial dan agenda masyarakat. Di sisi lain, sinergi antara aparat kewilayahan dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas daerah, khususnya di wilayah Kabupaten Indramayu yang memiliki keragaman dinamika sosial yang tinggi.
Dengan langkah preventif dan komunikasi yang baik, pembatalan aksi ini tidak menimbulkan dampak negatif terhadap stabilitas keamanan. Koramil Gabuswetan kembali menegaskan komitmennya sebagai garda terdepan pembinaan teritorial dalam menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat di wilayah Kecamatan Gabuswetan dan sekitarnya.
