HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Jejak Raden Arya Wiralodra, Awal Berdirinya Indramayu


INDRAMAYU, JAWA BARAT — Sejarah berdirinya Kabupaten Indramayu kembali diangkat melalui tayangan berjudul “Jejak Raden Arya Wiralodra Pendiri Indramayu!” dari kanal EL JOHN Media, yang mengulas perjalanan dan perjuangan tokoh legendaris Raden Arya Wiralodra sebagai pendiri awal wilayah pesisir utara Jawa Barat tersebut.

Dalam narasi sejarah yang disampaikan, Raden Arya Wiralodra diceritakan berasal dari wilayah Bagelen, Jawa Tengah. Ia melakukan perjalanan panjang menyusuri berbagai daerah dengan tujuan mencari wilayah yang subur dan strategis untuk dijadikan permukiman. Perjalanan tersebut dilandasi petunjuk spiritual serta tekad kuat untuk membuka kehidupan baru.

“Perjalanan Wiralodra bukan perjalanan singkat. Ia menempuh waktu lama dan menghadapi tantangan alam sebelum akhirnya menemukan kawasan yang dianggap tepat,” ujar Hendra Santoso, sejarawan lokal, dalam tayangan tersebut.

Wilayah yang ditemukan berada di sekitar aliran Sungai Cimanuk, yang pada masa itu masih berupa hutan lebat. Bersama para pengikutnya, Wiralodra membuka kawasan tersebut dan mendirikan permukiman awal yang kemudian berkembang menjadi pusat kehidupan masyarakat setempat.

Menurut Siti Mulyani, pemerhati budaya Indramayu, nama awal kawasan tersebut dikenal sebagai Darma Ayu, yang dikaitkan dengan sosok Nyi Endang Darma Ayu, seorang perempuan yang memiliki peran penting dalam kisah awal daerah tersebut. “Nama Darma Ayu kemudian mengalami perubahan pelafalan menjadi Dermayu dan akhirnya dikenal sebagai Indramayu,” jelasnya.

Seiring berjalannya waktu, permukiman yang dirintis Raden Arya Wiralodra berkembang menjadi wilayah yang memiliki struktur sosial dan budaya yang kuat. Tokoh Wiralodra pun dikenang sebagai figur sentral dalam sejarah berdirinya Indramayu dan menjadi bagian penting dari identitas masyarakat hingga saat ini.

Kisah sejarah yang disajikan oleh kanal EL JOHN Media tersebut menjadi pengingat akan akar sejarah Indramayu, sekaligus sarana edukasi bagi generasi muda agar tetap mengenal dan menghargai perjalanan panjang terbentuknya daerah yang kini dikenal sebagai salah satu pusat budaya dan pertanian di Jawa Barat. 

( Ade Nur )
Posting Komentar