Serma H. Subagyo AS Pimpin Kerja Bhakti Pengerasan Jalan Usaha Tani di Desa Tanjungkerta
Indramayu — Dalam rangka mendukung kelancaran aktivitas pertanian serta mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat, Babinsa Desa Tanjungkerta Koramil setempat, Serma H. Subagyo AS, melaksanakan kegiatan kerja bhakti pengerasan Jalan Usaha Tani (JUT) di Blok Bojongraong RT 03 RW 02 Desa Tanjungkerta, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, Jumat (23/1/2026). Kegiatan dimulai pukul 08.30 WIB hingga selesai dan berlangsung dalam suasana aman serta lancar.
Kerja bhakti tersebut difokuskan pada pengerasan akses jalan yang menjadi jalur utama bagi para petani dari desa menuju lahan persawahan. Jalan usaha tani yang baik dinilai sangat penting untuk mendukung distribusi hasil pertanian, mobilitas petani, serta mempercepat aktivitas pengolahan lahan di wilayah tersebut.
Kegiatan kerja bhakti ini melibatkan berbagai unsur masyarakat dan pemerintah desa. Hadir dalam kegiatan tersebut Kuwu Desa Tanjungkerta Bapak Rasmita, Babinsa Desa Tanjungkerta Serma H. Subagyo AS, seluruh perangkat desa, mahasiswa dan mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Padjadjaran (UNPAD) sekitar 15 orang, serta masyarakat petani sekitar yang turut berpartisipasi sebanyak kurang lebih 12 orang.
Serma H. Subagyo AS menyampaikan bahwa kegiatan kerja bhakti merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian TNI terhadap pembangunan desa dan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, keberadaan JUT yang memadai sangat berpengaruh terhadap produktivitas petani dan kelancaran distribusi hasil panen.
“Kegiatan kerja bhakti ini bertujuan membantu petani agar akses menuju lahan pertanian semakin mudah. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi dan menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat,” ujar Serma H. Subagyo AS di sela kegiatan.
Kuwu Desa Tanjungkerta, Rasmita, mengapresiasi peran Babinsa dan seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Ia menilai sinergi antara TNI, pemerintah desa, mahasiswa KKN, dan masyarakat sangat penting dalam mendorong percepatan pembangunan desa, khususnya di sektor pertanian.
“Jalan usaha tani ini sangat dibutuhkan petani. Dengan adanya pengerasan jalan, petani bisa lebih mudah membawa alat pertanian dan hasil panen. Kami berterima kasih kepada Babinsa dan seluruh masyarakat yang ikut bergotong royong,” kata Rasmita.
Mahasiswa KKN UNPAD yang terlibat dalam kegiatan kerja bhakti juga menyampaikan bahwa keikutsertaan mereka merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, mereka dapat berinteraksi langsung dengan warga serta memahami pentingnya peran kolaborasi lintas sektor dalam pembangunan desa.
Selain bertujuan meningkatkan aksesibilitas menuju lahan pertanian, kerja bhakti ini juga memiliki nilai sosial yang tinggi. Kegiatan gotong royong dinilai mampu memperkuat kebersamaan antarwarga, meningkatkan kepedulian sosial, serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas umum yang dibangun bersama.
Tujuan utama kegiatan kerja bhakti tersebut meliputi tiga aspek penting. Pertama, menjalin hubungan baik antara Babinsa, perangkat desa, mahasiswa KKN UNPAD, dan petani sebagai bentuk sinergi dalam pembangunan desa. Kedua, memberikan manfaat langsung bagi petani melalui perbaikan akses jalan usaha tani yang memperlancar mobilitas menuju lahan pertanian. Ketiga, menumbuhkan jiwa gotong royong dan kebersamaan di antara seluruh elemen masyarakat demi kepentingan umum.
Kegiatan kerja bhakti pengerasan JUT ini sejalan dengan tugas pokok Babinsa sebagai aparat kewilayahan yang bertanggung jawab melakukan pembinaan teritorial, membantu pembangunan desa, serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Melalui pendekatan persuasif dan partisipatif, Babinsa diharapkan mampu menjadi motor penggerak pembangunan berbasis masyarakat.
Selama pelaksanaan kegiatan, situasi terpantau aman dan kondusif. Masyarakat tampak antusias mengikuti kegiatan, bekerja bersama dengan penuh semangat dan kekompakan. Dokumentasi kegiatan juga dilampirkan sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan tugas kepada Komandan Kodim 0616/Indramayu.
Ke depan, diharapkan kegiatan kerja bhakti semacam ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan di berbagai wilayah desa. Sinergi antara TNI, pemerintah desa, perguruan tinggi, dan masyarakat diharapkan mampu mendorong percepatan pembangunan infrastruktur pedesaan, khususnya di sektor pertanian, sehingga kesejahteraan masyarakat petani di Kabupaten Indramayu dapat terus meningkat.
