BABINSA HAURGEULIS TURUN GUNUNG! KOPTU APIH SANTOSA PANTAU LANGSUNG HARGA SEMBAKO, INI HASILNYA
Indramayu — Stabilitas harga bahan pokok menjadi perhatian serius aparat teritorial. Kamis (19/2/2026) pagi, suasana Pasar Daerah Haurgeulis tampak berbeda. Seorang aparat TNI dari Koramil 1615/Haurgeulis terlihat aktif menyambangi lapak demi lapak pedagang sembako. Dialah Babinsa setempat, Koptu Apih Santosa, yang turun langsung melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok masyarakat.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB tersebut merupakan bagian dari tugas monitoring rutin jajaran Kodim 0616/Indramayu dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di wilayah binaan. Pemantauan dilakukan tidak hanya di area Pasar Daerah Haurgeulis, tetapi juga menyasar kios dan toko sembako grosir di wilayah Kecamatan Haurgeulis.
Langkah sigap Babinsa ini menjadi bukti nyata kehadiran TNI di tengah masyarakat, khususnya dalam memastikan harga kebutuhan pokok tetap terkendali dan tidak memberatkan warga.
Harga Sembako Terpantau Stabil
Berdasarkan hasil pantauan langsung Koptu Apih Santosa, mayoritas harga bahan pokok di wilayah Haurgeulis terpantau stabil. Beberapa komoditas utama bahkan tidak mengalami perubahan harga dalam beberapa waktu terakhir.
Untuk beras medium, harga per kilogram tercatat Rp 13.500 dan masih berada dalam kategori harga tetap. Minyak goreng dijual Rp 18.000 per kilogram, juga terpantau stabil. Sementara itu, jagung berada di angka Rp 10.000 per kilogram dan kedelai lokal Rp 8.000 per kilogram, keduanya tidak mengalami kenaikan.
Komoditas gula pasir juga tetap di angka Rp 18.000 per kilogram. Telur ayam berada di harga Rp 27.000 per kilogram, daging ayam Rp 34.000 per kilogram, serta daging sapi Rp 140.000 per kilogram. Seluruh harga tersebut dilaporkan dalam kondisi stabil tanpa lonjakan signifikan.
“Alhamdulillah, sampai hari ini harga kebutuhan pokok di wilayah Haurgeulis masih relatif aman dan stabil,” ujar salah satu pedagang sembako di sekitar pasar saat ditemui di sela kegiatan pemantauan.
Bawang Turun Harga, Warga Bernapas Lega
Kabar baik datang dari komoditas bawang. Berdasarkan hasil pengecekan lapangan, harga bawang merah dan bawang putih mengalami penurunan.
Bawang merah yang sebelumnya berada di kisaran Rp 45.000 per kilogram kini turun menjadi sekitar Rp 40.000 per kilogram. Sedangkan bawang putih yang sempat menyentuh Rp 40.000 per kilogram kini turun menjadi Rp 37.000 per kilogram.
Penurunan harga ini disambut positif oleh para pedagang dan pembeli. Warga mengaku sedikit lebih lega karena bawang merupakan kebutuhan penting dalam konsumsi sehari-hari.
“Kalau bawang turun, kami sebagai pembeli tentu senang. Soalnya hampir setiap hari dipakai untuk masak,” ungkap seorang ibu rumah tangga yang tengah berbelanja di Pasar Haurgeulis.
Peran Strategis Babinsa dalam Stabilitas Ekonomi
Kehadiran Babinsa dalam pemantauan harga sembako bukan sekadar formalitas. Langkah ini merupakan bagian dari deteksi dini terhadap potensi gejolak harga serta upaya mencegah praktik penimbunan barang oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Sebagai aparat teritorial, Babinsa memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas wilayah, termasuk stabilitas ekonomi masyarakat. Dengan turun langsung ke lapangan, aparat dapat memperoleh data faktual sekaligus menjalin komunikasi dengan pedagang dan warga.
Koptu Apih Santosa memastikan bahwa selama kegiatan berlangsung, situasi di Pasar Daerah Haurgeulis dan sekitarnya dalam keadaan aman dan kondusif. Tidak ditemukan indikasi kelangkaan barang maupun lonjakan harga yang mencolok.
Kegiatan monitoring ini juga menjadi bentuk sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan di tingkat daerah. Dengan adanya pemantauan rutin, diharapkan potensi gangguan distribusi maupun spekulasi harga dapat ditekan sejak dini.
Komitmen Jaga Kondusivitas Wilayah
Koramil 1615/Haurgeulis menegaskan bahwa kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkala. Tujuannya tidak lain untuk memastikan masyarakat Kecamatan Haurgeulis dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang wajar.
Di tengah dinamika ekonomi nasional, langkah preventif seperti ini menjadi sangat penting. Kehadiran Babinsa di pasar tradisional bukan hanya simbol pengawasan, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan rakyat.
Dengan situasi yang tetap aman dan harga sembako yang relatif stabil, masyarakat Haurgeulis untuk sementara dapat bernapas lega. Namun pengawasan akan terus diperketat guna memastikan stabilitas ini tetap terjaga dalam jangka panjang.
Babinsa Haurgeulis telah menunjukkan bahwa menjaga kedaulatan bangsa tidak hanya dilakukan di medan tempur, tetapi juga di pasar rakyat—tempat denyut ekonomi masyarakat berputar setiap hari.
