Babinsa Kawal Peresmian Pendopo Kampung Adat Ngarot Desa Lelea: Warisan Budaya Sunda Indramayu Bangkit Kembali, Hadiri Camat, Danramil, Kapolsek, dan Tokoh Masyarakat!
Februari 10, 2026
Indramayu – Tradisi budaya lokal kembali bersinar di tengah masyarakat. Pada Selasa, 10 Februari 2026, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, digelar peresmian Pendopo Kampung Adat Ngarot di Balai Adat Desa Lelea, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu. Acara bersejarah ini menjadi tonggak pelestarian Kampung Adat Ngarot, salah satu warisan budaya Sunda yang kental dengan nilai gotong royong, adat istiadat, dan kearifan lokal di wilayah Indramayu bagian selatan.
Peresmian Pendopo Kampung Adat Ngarot ini dihadiri langsung oleh sejumlah pejabat dan tokoh penting, antara lain:
- Camat Lelea Bapak Atang Suwandi, SSTP., M.Si
- Perwakilan Danramil 1612/Lelea Serka Sunanto
- Kapolsek Lelea AKP Heriyanto, SH
- Para Kepala Desa se-Kecamatan Lelea
- Tokoh masyarakat Desa Lelea
- Seluruh pamong desa setempat
Susunan acara berjalan khidmat dan tertib, dimulai dengan pembukaan, dilanjutkan sambutan-sambutan dari Camat Lelea, perwakilan Danramil, Kapolsek, serta Kepala Desa Lelea. Puncak acara adalah peresmian resmi Pendopo oleh Camat Lelea, diikuti doa bersama dan penutupan.
Pendopo Kampung Adat Ngarot dibangun sebagai pusat kegiatan adat, pertemuan masyarakat, pelestarian seni tradisional, serta wadah edukasi generasi muda tentang nilai-nilai leluhur. Kampung Adat Ngarot sendiri dikenal dengan tradisi unik seperti upacara Ngarot—ritual syukuran panen padi yang melibatkan arak-arakan, tarian, dan doa bersama—yang telah diakui sebagai warisan budaya tak benda Kabupaten Indramayu.
Serka Sunanto, yang mewakili Danramil 1612/Lelea, menyampaikan apresiasi atas inisiatif desa dalam melestarikan budaya. "TNI hadir untuk mendukung pelestarian adat istiadat yang menjadi identitas bangsa. Pendopo ini bukan hanya bangunan, tapi simbol kebersamaan dan ketahanan budaya masyarakat Lelea. Kami siap terus mendampingi agar kegiatan adat tetap lestari dan aman," ujar Serka Sunanto.
Camat Lelea Bapak Atang Suwandi menekankan pentingnya peran pendopo sebagai ruang publik yang inklusif. "Dengan adanya Pendopo Kampung Adat Ngarot, kami harap generasi muda semakin mencintai budaya sendiri. Ini juga menjadi sarana memperkuat silaturahmi antarwarga dan antardesa di Kecamatan Lelea," katanya dalam sambutan.
Tokoh masyarakat Desa Lelea menyambut gembira peresmian ini. "Alhamdulillah, setelah lama direncanakan, akhirnya pendopo berdiri. Ini akan jadi tempat kami menggelar hajat adat, pertunjukan wayang golek, tari jaipong, dan kegiatan keagamaan. Terima kasih kepada pemerintah kecamatan, TNI, Polri, dan semua pihak yang mendukung," ungkap salah seorang tokoh adat yang hadir.
Kegiatan peresmian berlangsung aman, tertib, dan penuh khidmat tanpa kendala berarti. Kehadiran aparat TNI-Polri serta sinergi dengan pemerintah desa dan kecamatan menjadi jaminan kelancaran acara. Acara ini juga menjadi bukti nyata bahwa pelestarian budaya dapat berjalan selaras dengan pembangunan daerah.
Desa Lelea di Kecamatan Lelea dikenal sebagai salah satu pusat budaya Sunda di Indramayu, dengan masyarakat yang masih kuat memegang tradisi agraris dan adat istiadat. Pendopo Kampung Adat Ngarot diharapkan menjadi magnet wisata budaya sekaligus pusat kegiatan komunitas, mendukung ekonomi kreatif lokal melalui event-event adat dan seni tradisional.
Dengan peresmian ini, Kampung Adat Ngarot Desa Lelea resmi memiliki “rumah” baru untuk melestarikan identitas budaya. Masyarakat diimbau turut menjaga dan memanfaatkan pendopo secara positif, sementara TNI AD Kodim 0616/Indramayu melalui Danramil 1612/Lelea terus berkomitmen mendampingi pelestarian warisan budaya demi generasi mendatang yang bangga akan akar budayanya.
