Babinsa Krangkeng Pantau Harga Sembako, Kenaikan Sejumlah Komoditas Jadi Perhatian di Srengseng Indramayu
Indramayu — Upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok terus dilakukan aparat kewilayahan di Kabupaten Indramayu. Kamis pagi (5/2/2026), Babinsa Koramil 1610/Krangkeng Serka Muksin melaksanakan kegiatan monitoring harga sembako di Warung “Kasirih”, Desa Srengseng, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah deteksi dini terhadap fluktuasi harga bahan pokok yang berdampak langsung pada masyarakat.
Monitoring dimulai sekitar pukul 08.00 WIB hingga selesai, dengan sasaran utama pengecekan harga sembilan bahan pokok (sembako) yang paling dibutuhkan warga. Kehadiran Babinsa di lapangan menjadi bagian dari peran aktif TNI AD dalam mendukung stabilitas ekonomi dan ketahanan pangan di wilayah binaan.
Dari hasil pemantauan di Warung Kasirih, tercatat sejumlah komoditas masih berada pada harga tetap, sementara beberapa bahan pangan strategis mengalami kenaikan. Harga beras tercatat Rp15.800 per kilogram dan masih stabil. Minyak goreng berada di harga Rp16.000 per kilogram dan belum mengalami perubahan. Sementara daging ayam terpantau tetap di angka Rp38.000 per kilogram, dan jagung berada pada harga Rp11.000 per kilogram.
Namun demikian, Babinsa mencatat adanya kenaikan harga pada sejumlah komoditas penting. Telur ayam mengalami kenaikan dan kini berada di harga Rp38.000 per kilogram. Daging sapi tercatat naik menjadi Rp150.000 per kilogram. Selain itu, harga gula pasir naik menjadi Rp16.000 per kilogram.
Kenaikan harga juga terjadi pada komoditas hortikultura. Bawang merah tercatat Rp48.000 per kilogram dan bawang putih mencapai Rp42.000 per kilogram. Sementara itu, kacang kedelai sebagai bahan baku utama tahu dan tempe naik menjadi Rp19.000 per kilogram. Kenaikan harga pada sejumlah komoditas ini menjadi perhatian, mengingat dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat dan pelaku usaha kecil.
Serka Muksin menjelaskan bahwa kegiatan monitoring harga sembako merupakan tugas rutin Babinsa untuk memastikan kondisi pasar di wilayah binaan tetap terkendali. “Kami melakukan pengecekan langsung ke warung dan pedagang untuk mengetahui perkembangan harga di lapangan. Data ini kemudian dilaporkan sebagai bahan evaluasi dan pemantauan,” ujarnya.
Menurutnya, pemantauan harga sembako sangat penting sebagai langkah antisipasi terhadap gejolak harga yang bisa memicu keresahan masyarakat. Dengan kehadiran Babinsa, diharapkan informasi terkait harga kebutuhan pokok dapat diperoleh secara akurat dan cepat.
Monitoring ini juga menjadi bagian dari dukungan TNI terhadap kebijakan pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat, khususnya di tingkat desa. Desa Srengseng sebagai wilayah agraris tetap membutuhkan kestabilan harga bahan pangan agar roda perekonomian warga dapat berjalan dengan baik.
Warga dan pemilik warung menyambut positif kegiatan tersebut. Mereka menilai kehadiran Babinsa memberikan rasa aman sekaligus menjadi sarana penyampaian kondisi riil di lapangan. Beberapa pedagang menyampaikan bahwa kenaikan harga dipengaruhi oleh pasokan dari distributor serta faktor cuaca yang memengaruhi hasil produksi.
Selama pelaksanaan kegiatan monitoring harga sembako, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Tidak ditemukan adanya kelangkaan barang di warung yang dipantau, meskipun beberapa komoditas mengalami kenaikan harga.
Melalui kegiatan ini, Koramil 1610/Krangkeng berharap stabilitas harga kebutuhan pokok di wilayah Kecamatan Krangkeng dapat terus terjaga. Babinsa akan terus melakukan pemantauan secara berkala dan berkoordinasi dengan pihak terkait guna mendukung ketahanan pangan serta kesejahteraan masyarakat Kabupaten Indramayu.
