Babinsa Krangkeng Turun ke Pasar, Pantau Kenaikan Harga Sembako di Singakerta
Februari 25, 2026
Indramayu – Aparat TNI dari Koramil 1610/Krangkeng, Kodim 0616/Indramayu, melakukan monitoring harga kebutuhan pokok masyarakat (sembako) di wilayah Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Rabu (26/2/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk memantau stabilitas harga serta memastikan ketersediaan bahan pangan di tingkat pedagang.
Monitoring dilaksanakan mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai di kawasan PD Pasar Singakerta. Secara langsung, Babinsa Koramil 1610/Krangkeng, Serda Mashur, mengecek harga sembako di salah satu toko milik warga, yakni Toko Ibu Enci yang berlokasi di Desa Srenseng, Kecamatan Krangkeng.
Dalam kegiatan tersebut, Serda Mashur berdialog dengan pedagang guna memperoleh informasi terkini mengenai perkembangan harga sejumlah komoditas pokok. Langkah ini merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial sekaligus bentuk kepedulian TNI terhadap kondisi ekonomi masyarakat.
“Harga kebutuhan pokok menjadi perhatian bersama karena berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat. Kami turun langsung untuk memastikan situasi tetap terkendali,” ujar Serda Mashur di sela kegiatan.
Berdasarkan hasil monitoring, sejumlah komoditas tercatat mengalami kenaikan harga, meskipun sebagian lainnya masih relatif stabil. Untuk komoditas beras, harga per kilogram tercatat Rp12.000 dan dalam kondisi stabil. Minyak goreng juga terpantau tetap di harga Rp16.000 per kilogram.
Namun, kenaikan harga terjadi pada beberapa bahan pangan utama. Telur ayam kini dijual dengan harga Rp38.000 per kilogram dan mengalami kenaikan dibanding sebelumnya. Daging ayam masih bertahan di angka Rp38.000 per kilogram, sementara daging sapi naik menjadi Rp150.000 per kilogram.
Kenaikan juga terjadi pada komoditas gula pasir yang saat ini dijual Rp16.000 per kilogram. Selain itu, harga bawang merah melonjak menjadi Rp48.000 per kilogram dan bawang putih mencapai Rp42.000 per kilogram. Komoditas kacang kedelai turut mengalami kenaikan menjadi Rp19.000 per kilogram, sedangkan jagung kini berada di harga Rp11.000 per kilogram.
Menurut keterangan pedagang, kenaikan harga dipengaruhi oleh faktor distribusi dan pasokan dari daerah pemasok. Selain itu, permintaan pasar yang meningkat juga menjadi salah satu penyebab fluktuasi harga di tingkat pengecer.
Serda Mashur menegaskan bahwa monitoring harga sembako akan terus dilakukan secara berkala untuk memantau perkembangan situasi. Jika ditemukan lonjakan harga yang signifikan atau kelangkaan barang, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait.
“Kami berharap harga tetap stabil sehingga tidak memberatkan masyarakat. Koordinasi dengan pihak pasar dan pedagang akan terus kami lakukan,” katanya.
Kegiatan monitoring ini mendapat respons positif dari para pedagang. Mereka menilai kehadiran Babinsa di pasar memberikan rasa aman sekaligus menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap kondisi ekonomi rakyat.
Selain memantau harga, Babinsa juga mengimbau para pedagang agar tidak melakukan penimbunan barang maupun praktik yang dapat merugikan konsumen. Transparansi harga dan kejujuran dalam berdagang menjadi kunci menjaga kepercayaan masyarakat.
Secara umum, pelaksanaan kegiatan monitoring berlangsung dalam keadaan tertib dan aman. Tidak ditemukan adanya kelangkaan bahan pokok yang signifikan di lokasi tersebut, meskipun beberapa komoditas mengalami kenaikan harga.
Upaya pemantauan yang dilakukan aparat kewilayahan ini diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas harga dan ketersediaan sembako di wilayah Kecamatan Krangkeng. Dengan sinergi antara TNI, pedagang, dan pemerintah daerah, stabilitas ekonomi masyarakat diharapkan tetap terjaga di tengah dinamika harga kebutuhan pokok.
