HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Babinsa Serma Sarwika Dampingi Petani Tanam Padi Musim Rendeng Pertama di Desa Sliyeg Lor


Indramayu – Anggota Koramil 1607/Sliyeg, Serma Sarwika, melaksanakan pendampingan langsung kepada petani dalam proses penanaman padi musim rendeng tanam pertama di Desa Sliyeg Lor, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 6 Februari 2026, mulai pukul 08.00 WIB di Blok Tanjan, sawah wilayah desa setempat.

Pendampingan tersebut merupakan bagian dari upaya TNI AD melalui Babinsa untuk mendukung ketahanan pangan nasional, khususnya di daerah lumbung padi seperti Kabupaten Indramayu. Serma Sarwika turun langsung ke lapangan bersama petani untuk memastikan proses tanam berjalan optimal, sekaligus memberikan motivasi dan pembinaan kepada warga petani.

Kegiatan diikuti oleh Serma Sarwika dari Koramil 1607/Sliyeg, Raksabumi Bapak Suwendi, serta dua petani lokal yaitu Bapak Suryaman alias Gandok dan Bapak Warito. Kehadiran unsur TNI bersama petani menunjukkan sinergi yang erat antara aparat desa, petani, dan pemerintah dalam mendukung program pertanian.

Proses penanaman padi musim rendeng ini menjadi awal siklus tanam utama di wilayah Indramayu yang bergantung pada curah hujan musiman. Desa Sliyeg Lor, sebagai salah satu desa agraris di Kecamatan Sliyeg, memiliki potensi sawah luas yang mendukung produksi padi tinggi. Kecamatan Sliyeg sendiri dikenal sebagai wilayah dataran rendah dengan ketinggian sekitar 7,5 mdpl, ideal untuk budidaya padi sawah.

Petani setempat, seperti Bapak Suryaman dan Bapak Warito, menyambut baik pendampingan ini. Mereka menyatakan bahwa kehadiran Babinsa memberikan semangat tambahan, terutama dalam memastikan bibit padi ditanam dengan benar untuk menghindari kerugian di kemudian hari. Pendampingan juga mencakup pengawasan awal terhadap ketersediaan air irigasi dan kondisi lahan pasca-persiapan.

Kegiatan berlangsung lancar dan selesai pada pukul 09.30 WIB dalam keadaan tertib, aman, serta kondusif. Tidak ada kendala signifikan yang dihadapi, sehingga proses tanam dapat dilanjutkan secara optimal oleh petani.

Kabupaten Indramayu terus menjadi prioritas dalam program ketahanan pangan nasional. Pada musim tanam sebelumnya (2025/2026), pemerintah daerah menargetkan produksi padi mencapai 1,7 juta ton gabah kering panen (GKP) dengan percepatan musim tanam I. Upaya ini didukung penambahan luas tanam hingga ribuan hektare, termasuk di lahan tadah hujan yang kini teraliri irigasi teknis.

Desa Sliyeg Lor sendiri tidak hanya fokus pada pertanian padi, tetapi juga mengembangkan potensi lain seperti agrowisata Kampung Mangga yang telah diresmikan beberapa tahun lalu. Hal ini menunjukkan diversifikasi ekonomi desa sambil tetap menjaga sektor pertanian sebagai tulang punggung masyarakat.

Peran Babinsa seperti Serma Sarwika dalam kegiatan semacam ini sangat strategis. Selain mendampingi teknis pertanian, Babinsa juga membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara, sekaligus memantau potensi ancaman seperti hama, banjir, atau kekeringan yang kerap mengganggu produksi padi di wilayah pesisir utara Jawa Barat.

Pendampingan penanaman padi musim rendeng di Desa Sliyeg Lor ini diharapkan menjadi contoh baik bagi desa-desa lain di Kabupaten Indramayu. Dengan dukungan penuh dari TNI, petani, dan pemerintah desa, diharapkan hasil panen nanti dapat meningkat dan berkontribusi pada swasembada pangan nasional.
Posting Komentar