Babinsa Sertu Nur Amin Kawal Penutupan KKN UNPAD di Anjatan, Indramayu: Mahasiswa Padjajaran Sukses Berikan Kontribusi Nyata di 10 Desa, Sinergi TNI-Polri-Pemdes Berhasil Aman dan Sukses!
Februari 09, 2026
Indramayu – Suasana haru dan penuh rasa syukur menyelimuti Aula Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu, pada Senin (9 Februari 2026). Sebanyak 50 perwakilan mahasiswa Universitas Padjadjaran (UNPAD) Bandung resmi ditutup program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mereka setelah satu bulan penuh pengabdian di 10 desa se-Kecamatan Anjatan. Acara penutupan ini menjadi penanda berakhirnya misi pengabdian masyarakat yang sukses, di mana mahasiswa berhasil menerapkan ilmu pengetahuan untuk memberdayakan warga desa.
Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.30 WIB hingga selesai, dengan agenda utama mencakup pengenalan ruling ruang lingkup wilayah desa tingkat Kecamatan Anjatan, baik dari aspek geografi, demografi, hingga komunikasi sosial (komsos) yang telah dilakukan para mahasiswa. Selain itu, mahasiswa memamerkan hasil karya KKN mereka kepada masyarakat desa, serta menyampaikan ucapan terima kasih mendalam kepada unsur Forkopimcam, jajaran pemerintah desa, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan KKN dengan tertib dan aman.
Acara dihadiri langsung oleh Camat Anjatan Bapak Sukamto, S.Pd., M.M., sebagai tuan rumah. Mewakili UNPAD Bandung, hadir Bapak Roby Andoyo, S.TP., M.Sc. Dari unsur TNI, Sertu M. Faizin mewakili Danramil 1614/Anjatan, serta Sertu Nur Amin selaku Babinsa Anjatan yang aktif mendampingi kegiatan sejak awal. Turut hadir Aiptu H. Fatoni mewakili Kapolsek Anjatan, para Kepala Desa beserta perwakilan se-Kecamatan Anjatan, serta 50 perwakilan mahasiswa KKN. Seluruh rangkaian berjalan dalam kondisi aman dan kondusif.
Penutupan KKN ini menegaskan keberhasilan program pengabdian UNPAD periode Januari-Februari 2026, yang secara keseluruhan melibatkan ribuan mahasiswa di Kabupaten Indramayu, termasuk di Anjatan. Mahasiswa tidak hanya belajar beradaptasi dengan lingkungan baru, tetapi juga memberikan kontribusi konkret melalui berbagai program pemberdayaan desa, seperti edukasi, inovasi ekonomi lokal, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sertu Nur Amin, Babinsa Koramil 1614/Anjatan yang dikenal dekat dengan masyarakat desa, menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi para mahasiswa. "Kehadiran mahasiswa UNPAD di 10 desa Anjatan sangat bermanfaat. Mereka membawa ide-ide segar dan ilmu baru yang langsung dirasakan warga. Kami dari Babinsa siap terus mendampingi agar hasil KKN ini berkelanjutan dan memberikan dampak jangka panjang bagi desa-desa binaan," ujar Sertu Nur Amin.
Camat Anjatan Sukamto, S.Pd., M.M., juga menyampaikan rasa terima kasihnya. "Kami bangga melihat mahasiswa berhasil menjalankan program dengan baik. Kolaborasi ini memperkuat pembangunan desa di Anjatan. Terima kasih kepada UNPAD, TNI-Polri, dan seluruh pihak yang terlibat. Semoga keberhasilan ini menjadi motivasi bagi program serupa di masa mendatang," katanya.
Perwakilan UNPAD, Roby Andoyo, menambahkan bahwa penutupan ini menandai pencapaian nyata dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. "Mahasiswa telah memberikan contoh hasil karya yang bermanfaat, mulai dari peningkatan pengetahuan masyarakat hingga solusi lokal atas permasalahan desa. Kami berterima kasih atas dukungan penuh dari pemerintah daerah dan Babinsa yang selalu sigap mengawal," ungkapnya.
Program KKN UNPAD di Indramayu tahun ini menjadi bagian dari upaya besar pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat, dengan ribuan mahasiswa tersebar di berbagai kecamatan, termasuk Anjatan. Kehadiran Babinsa Sertu Nur Amin dalam acara penutupan menunjukkan komitmen TNI AD, khususnya Kodim 0616/Indramayu, dalam mendukung sinergi lintas sektor untuk kemajuan desa.
Dengan berakhirnya acara secara aman, diharapkan hasil KKN ini terus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Anjatan. Gotong royong antara perguruan tinggi, TNI-Polri, dan pemerintah desa terbukti menjadi kunci sukses pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Indramayu.
