HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Babinsa Sertu Soim Kawal Musyawarah Desa Pembongkaran Gudang KUD Tani Bakti Lempuyang Anjatan, Transparansi dan Sinergi Masyarakat Jadi Kunci Sukses!


Indramayu – Proses pembongkaran aset desa yang sudah tidak terpakai kembali menjadi sorotan positif di wilayah Kabupaten Indramayu. Sertu Soim, Babinsa Desa Lempuyang dari Koramil 1614/Anjatan, Kodim 0616/Indramayu, turut serta mengawal kegiatan Musyawarah Desa (Musdes) pembongkaran Gudang KUD Tani Bakti Lempuyang. Kegiatan berlangsung pada Selasa, 10 Februari 2026, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai di Desa Lempuyang, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu.

Musyawarah desa ini digelar untuk membahas dan mengambil keputusan bersama terkait pembongkaran gudang milik Koperasi Unit Desa (KUD) Tani Bakti yang telah lama tidak berfungsi optimal. Langkah ini diambil sebagai upaya optimalisasi aset desa, pemanfaatan lahan secara lebih produktif, serta menjaga transparansi pengelolaan barang milik desa di tengah masyarakat.

Hadir dalam musyawarah tersebut sejumlah tokoh penting, antara lain:

1. Bapak Sukamto (Camat Anjatan)  
2. Bapak Taryo (Kuwu Desa Lempuyang)  
3. Sertu Soim (Babinsa Desa Lempuyang, Koramil 1614/Anjatan)  
4. Bapak Muhammad Amin (Ketua BPD Desa Lempuyang)  
5. Bapak Suaji (Ketua KDMP)  
6. Bapak Doksi Husnata Putra (Ketua Karang Taruna Desa Lempuyang)  
7. Bapak Tono (Tokoh Masyarakat Desa Lempuyang)

Diskusi berlangsung terbuka dan demokratis, dengan fokus pada manfaat pembongkaran gudang bagi kemajuan desa. Beberapa poin yang menjadi pertimbangan utama meliputi kondisi gudang yang sudah rusak, potensi bahaya keselamatan, serta rencana pemanfaatan lahan pasca-pembongkaran—seperti untuk fasilitas umum, lahan pertanian tambahan, atau sarana desa lainnya yang lebih dibutuhkan masyarakat.

Sertu Soim menyatakan bahwa kehadiran Babinsa dalam musyawarah ini merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial untuk memastikan proses berjalan sesuai aturan, transparan, dan melibatkan seluruh elemen masyarakat. "Kami mendukung penuh inisiatif desa dalam mengelola aset secara baik. Dengan musyawarah seperti ini, keputusan diambil bersama, sehingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan. Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, kondusif, dan penuh kekompakan," ujar Sertu Soim.

Camat Anjatan Bapak Sukamto mengapresiasi partisipasi aktif Babinsa dan seluruh pemangku kepentingan desa. "Proses pembongkaran gudang ini harus menjadi contoh baik pengelolaan aset desa yang transparan dan akuntabel. Kami harap lahan yang tersedia nantinya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan bersama, seperti poskamling, tempat ibadah, atau sarana pendidikan anak desa," katanya.

Tokoh masyarakat Bapak Tono menambahkan, "Gudang ini sudah lama mangkrak dan rawan jadi sarang tikus serta tempat sampah liar. Dengan pembongkaran yang diputuskan musyawarah, warga merasa lega dan optimis lahan bisa lebih bermanfaat. Terima kasih Babinsa Pak Soim yang selalu hadir dan mendampingi."

Kegiatan Musdes ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah desa, TNI, BPD, Karang Taruna, dan tokoh masyarakat dalam mengambil keputusan strategis untuk kemajuan desa. Desa Lempuyang di Kecamatan Anjatan dikenal sebagai wilayah agraris dengan potensi pertanian tinggi, sehingga optimalisasi aset seperti ini diharapkan mendukung peningkatan kesejahteraan petani dan masyarakat secara keseluruhan.

Dengan pendampingan rutin Babinsa Sertu Soim, proses pembongkaran dan pemanfaatan lahan pasca-Musdes diharapkan berjalan lancar dan sesuai rencana. Masyarakat Desa Lempuyang diimbau tetap menjaga kerukunan dan mendukung program desa demi masa depan yang lebih baik. TNI AD Kodim 0616/Indramayu melalui Koramil 1614/Anjatan terus berkomitmen hadir di setiap langkah pembangunan desa, memastikan keamanan, ketertiban, dan partisipasi aktif masyarakat.
Posting Komentar