Babinsa Sliyeg Perkuat Sinergi dengan Guru, Dorong Keamanan dan Disiplin Siswa di SDN 1 Sliyeg
Indramayu – Upaya memperkuat keamanan dan ketertiban lingkungan sekolah terus dilakukan aparat kewilayahan. Babinsa Koramil 1607/Sliyeg Kodim 0616/Indramayu, Sertu Edi Chaerudin, melaksanakan kegiatan anjangsana dan komunikasi sosial (komsos) bersama para guru SDN 1 Sliyeg, Desa Sliyeg, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Rabu (25/2/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 11.00 WIB tersebut berlangsung di lingkungan SDN 1 Sliyeg yang berlokasi di Blok Mangir, Desa Sliyeg. Dalam suasana penuh keakraban, Sertu Edi Chaerudin berdialog langsung dengan para tenaga pendidik guna membahas berbagai isu terkait keamanan dan pembinaan karakter siswa.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya Bapak Zaenudin dan Ibu Laeliyah selaku guru SDN 1 Sliyeg. Pertemuan itu menjadi momentum penting untuk mempererat sinergi antara aparat teritorial dengan institusi pendidikan di wilayah binaan.
Sertu Edi Chaerudin menyampaikan bahwa komunikasi sosial merupakan salah satu tugas pokok aparat kewilayahan dalam membina dan menjaga kondusivitas lingkungan. Melalui pendekatan persuasif dan dialogis, Babinsa dapat mengetahui secara langsung perkembangan situasi serta permasalahan yang ada di tengah masyarakat, termasuk di lingkungan sekolah.
“Sekolah merupakan salah satu pilar penting dalam pembentukan karakter generasi muda. Karena itu, keamanan dan ketertiban di lingkungan sekolah harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya di sela kegiatan.
Dalam pertemuan tersebut, salah satu pokok pembahasan utama adalah terkait kondisi keamanan dan ketertiban di SDN 1 Sliyeg. Babinsa mengajak para guru untuk bersama-sama meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas siswa, terutama pada jam masuk dan jam pulang sekolah.
Ia menekankan pentingnya peran guru dalam memberikan arahan dan pembinaan kepada siswa agar tidak berkeliaran di luar lingkungan sekolah saat jam pelajaran maupun setelah pulang sekolah. Hal ini dinilai penting guna mencegah potensi kenakalan remaja dan pergaulan bebas yang dapat berdampak negatif terhadap masa depan anak-anak.
“Kami mengimbau agar siswa setelah jam sekolah tidak berkeliaran tanpa pengawasan. Jangan sampai salah pergaulan yang justru merugikan diri sendiri dan keluarga. Anak-anak harus difokuskan untuk belajar dan mengejar cita-cita agar menjadi kebanggaan orang tua,” tegasnya.
Selain membahas aspek keamanan, kegiatan komsos ini juga menjadi sarana memperkuat silaturahmi antara Babinsa dengan pihak sekolah. Sinergitas antara TNI dan tenaga pendidik dinilai sangat penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan kondusif.
Para guru menyambut baik kunjungan tersebut. Mereka mengapresiasi perhatian dan kepedulian Babinsa terhadap dunia pendidikan di Desa Sliyeg. Menurut mereka, kehadiran aparat kewilayahan di sekolah memberikan rasa aman sekaligus motivasi tersendiri bagi para siswa dan tenaga pendidik.
Bapak Zaenudin, salah satu guru yang hadir, menyampaikan bahwa komunikasi yang terjalin selama ini sudah berjalan dengan baik. Namun, ia berharap koordinasi dan kerja sama dapat terus ditingkatkan, terutama dalam menghadapi tantangan sosial yang kian kompleks.
“Kami merasa terbantu dengan adanya komunikasi yang intens bersama Babinsa. Dengan dukungan semua pihak, kami optimistis dapat menciptakan lingkungan sekolah yang lebih disiplin dan aman,” ujarnya.
Kegiatan anjangsana dan komsos tersebut berlangsung dalam suasana tertib, lancar, dan penuh keakraban. Tidak hanya menjadi forum diskusi, pertemuan itu juga memperkuat komitmen bersama dalam menjaga generasi muda agar tetap berada di jalur pendidikan yang positif.
Melalui langkah sederhana namun konsisten seperti ini, diharapkan kolaborasi antara aparat teritorial dan institusi pendidikan di wilayah Kecamatan Sliyeg semakin solid. Sinergi yang terbangun menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter siswa yang disiplin, berprestasi, serta memiliki semangat kebangsaan.
Upaya pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan diyakini akan berdampak positif bagi masa depan anak-anak di Desa Sliyeg. Dengan dukungan semua elemen masyarakat, cita-cita mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman dan berkualitas bukanlah hal yang mustahil.
