HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Babinsa Turun ke Sawah, Gropyokan Hama Tikus di Gadingan Jadi Benteng Awal Selamatkan Panen Petani Gadingan


Indramayu — Upaya menjaga ketahanan pangan nasional terus dilakukan hingga ke tingkat desa. Di tengah ancaman hama tikus yang meresahkan petani, sinergi lintas sektor kembali ditunjukkan di Desa Gadingan, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu. Kamis (4/2/2026), jajaran TNI bersama pemerintah desa, kepolisian, penyuluh pertanian, dan puluhan petani melaksanakan kegiatan Gropyokan Hama Tikus di areal persawahan Desa Gadingan.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.30 WIB hingga selesai ini menjadi langkah konkret dalam menanggulangi serangan hama tikus yang berpotensi menurunkan produktivitas hasil panen padi. Metode yang digunakan meliputi pemberian racun tikus jenis Klerat serta pengisian lubang-lubang sarang tikus dengan racun, guna memutus siklus perkembangbiakan hama di area persawahan.

Babinsa Desa Gadingan Pelda Suwarno tampak aktif mendampingi para petani sejak awal kegiatan. Kehadiran Babinsa di tengah sawah menjadi bukti nyata peran TNI dalam mendukung sektor pertanian, sekaligus memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan tepat sasaran.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kuwu Desa Gadingan, Bapak Suwarto, beserta pamong desa, Babinkamtibmas Desa Gadingan Bripka Tanto, perwakilan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Sliyeg yang dipimpin oleh Bapak Damanhuri Ahmad bersama empat orang staf, serta sekitar 70 orang petani Desa Gadingan yang antusias mengikuti gropyokan.

Kuwu Desa Gadingan, Suwarto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan respons langsung atas keluhan petani yang menghadapi meningkatnya serangan hama tikus menjelang musim tanam. “Kami tidak bisa menunggu sampai kerusakan meluas. Gropyokan ini adalah langkah cepat agar tanaman padi bisa tumbuh optimal dan petani tidak merugi,” ujarnya.

Sementara itu, Pelda Suwarno menegaskan bahwa pendampingan TNI melalui Babinsa merupakan bagian dari komitmen mendukung program pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan. “Kami hadir untuk mendengarkan keluhan petani, membantu di lapangan, serta mendorong kerja sama semua pihak agar hasil panen bisa maksimal,” kata Babinsa.

Adapun tujuan utama dari kegiatan Gropyokan Hama Tikus ini mencakup beberapa hal strategis. Pertama, menjadi sarana untuk menerima dan menindaklanjuti keluhan serta kendala para petani Desa Gadingan terkait permasalahan musim tanam. Kedua, secara langsung menekan populasi hama tikus di areal persawahan. Ketiga, meningkatkan produktivitas hasil panen padi agar dapat dicapai secara maksimal dan berkelanjutan.

Perwakilan BPP Kecamatan Sliyeg, Damanhuri Ahmad, menilai gropyokan massal seperti ini sangat efektif jika dilakukan secara serentak. Menurutnya, pengendalian hama tikus tidak bisa dilakukan secara parsial. “Kalau dilakukan bersama-sama, dampaknya jauh lebih besar. Ini contoh kolaborasi yang ideal antara petani, pemerintah desa, dan aparat,” jelasnya.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif. Para petani mengikuti arahan dengan tertib, sementara aparat TNI dan Polri memastikan tidak terjadi gangguan di lapangan.

Kegiatan Gropyokan Hama Tikus di Desa Gadingan ini diharapkan menjadi langkah awal yang berkelanjutan dalam menjaga lahan pertanian tetap produktif. Dengan sinergi yang solid antara petani, pemerintah desa, TNI, Polri, dan penyuluh pertanian, ancaman hama dapat ditekan, dan ketahanan pangan di Kabupaten Indramayu terus terjaga

Posting Komentar