HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

GERAK CEPAT BABINSA TERISI! SERKA F. APIK SIDAK HARGA SEMBAKO DI RAJASINGA, CABE RAWIT TEMBUS RP80 RIBU PER KILO


Indramayu — Upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok terus digencarkan jajaran TNI di wilayah teritorial. Kamis (19/2/2026) pagi, Babinsa Koramil 1613/Terisi, Serka F. Apik, turun langsung melakukan monitoring harga sembako di wilayah binaannya. Kegiatan tersebut dipusatkan di Kios H. Yasir, Desa Rajasinga Blok Terisi, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu.

Monitoring yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB itu merupakan bagian dari komitmen Kodim 0616/Indramayu dalam mengawal stabilitas pangan serta memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat tetap aman dan terjangkau.

Dalam kegiatan tersebut, Serka F. Apik melakukan pengecekan langsung terhadap sejumlah komoditas utama yang menjadi kebutuhan harian warga. Ia juga berdialog dengan pemilik kios dan pembeli guna memperoleh gambaran kondisi pasar secara riil.

Harga Beras dan Migor Masih Stabil

Dari hasil pantauan di lapangan, harga beras di Kios H. Yasir tercatat Rp 13.000 per kilogram. Harga tersebut masih tergolong stabil dan relatif terjangkau bagi masyarakat setempat.

Sementara itu, minyak goreng (migor) dijual dengan harga Rp 16.000 per kilogram. Komoditas ini juga terpantau belum mengalami lonjakan signifikan. Gula putih masih berada di angka Rp 18.000 per kilogram, menunjukkan kondisi pasar yang cukup terkendali untuk kebutuhan pokok utama.

“Untuk beras dan minyak goreng masih normal, belum ada kenaikan,” ujar salah satu warga yang tengah berbelanja saat monitoring berlangsung.

Kehadiran Babinsa di lokasi pun mendapat respons positif dari pedagang maupun pembeli. Mereka menilai langkah tersebut sebagai bentuk perhatian aparat terhadap kondisi ekonomi masyarakat.

Telur dan Bumbu Dapur Alami Variasi Harga

Berbeda dengan beras dan minyak goreng, harga telur ayam berada di angka Rp 30.000 per kilogram. Meski masih dalam batas wajar, komoditas ini menjadi salah satu yang cukup sensitif terhadap perubahan distribusi dan permintaan pasar.

Untuk komoditas bumbu dapur, harga cabai rawit hijau tercatat paling tinggi, yakni Rp 80.000 per kilogram. Angka ini menjadi sorotan karena jauh di atas komoditas lainnya. Kenaikan harga cabai umumnya dipengaruhi faktor cuaca, distribusi, serta fluktuasi hasil panen.

Sementara itu, cabai merah berada di harga Rp 32.000 per kilogram. Harga bawang merah tercatat Rp 36.000 per kilogram dan bawang putih Rp 38.000 per kilogram.

Meski terdapat variasi harga pada komoditas tertentu, secara umum stok barang di kios tersebut masih tersedia dan tidak ditemukan indikasi kelangkaan.

Babinsa Jadi Garda Terdepan Pengawasan

Serka F. Apik menegaskan bahwa kegiatan monitoring ini merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial sekaligus langkah deteksi dini terhadap potensi gejolak harga.

Dengan terjun langsung ke lapangan, Babinsa dapat memastikan tidak ada praktik penimbunan maupun permainan harga yang merugikan masyarakat. Selain itu, komunikasi yang terjalin dengan pedagang juga menjadi sarana efektif untuk menyerap aspirasi warga terkait kondisi ekonomi.

Monitoring harga sembako menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga ketahanan pangan di tingkat desa. Peran Babinsa sebagai aparat teritorial bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga memastikan stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat tetap kondusif.

Komitmen Jaga Stabilitas Wilayah

Kegiatan yang berlangsung hingga selesai tersebut berjalan dengan lancar dan tertib. Situasi di wilayah Desa Rajasinga Blok Terisi dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif.

Koramil 1613/Terisi menegaskan bahwa monitoring harga bahan pokok akan terus dilakukan secara berkala. Langkah ini sebagai bentuk komitmen mendukung kebijakan pimpinan dalam menjaga kestabilan harga serta melindungi daya beli masyarakat.

Di tengah dinamika ekonomi yang terus bergerak, kehadiran Babinsa seperti Serka F. Apik menjadi simbol nyata bahwa negara hadir hingga ke tingkat desa. Dari pasar hingga kios sembako, pengawasan dilakukan untuk memastikan kebutuhan rakyat tetap terpenuhi tanpa gejolak harga yang memberatkan.

Dengan monitoring rutin dan sinergi antara aparat dan masyarakat, stabilitas wilayah Terisi diharapkan tetap terjaga, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Indramayu.

Posting Komentar