Gropyokan Tikus di Margamulya Bongas, Sinergi TNI Koramil Kandanghaur–Pemda–Mahasiswa Perkuat Benteng Ketahanan Pangan Indramayu
Indramayu — Upaya menjaga ketahanan pangan di Kabupaten Indramayu terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satunya ditunjukkan lewat kegiatan gropyokan hama tikus yang dilaksanakan di persawahan Blok Segeran, Desa Margamulya, Kecamatan Bongas, Kabupaten Indramayu, pada Jumat (5/2/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk melindungi tanaman padi petani dari ancaman hama yang berpotensi menurunkan hasil panen.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tersebut melibatkan unsur pemerintah daerah, TNI, pemerintah desa, mahasiswa, serta masyarakat setempat. Kehadiran berbagai elemen ini mencerminkan kuatnya sinergi dalam menjaga sektor pertanian sebagai tulang punggung perekonomian desa.
Camat Bongas Dedi Irawan, S.Sos., M.AP hadir langsung memantau jalannya kegiatan. Ia didampingi oleh jajaran Forkopimcam, di antaranya perwakilan Danramil 1616/Kandanghaur yang diwakili oleh Sertu Darjo, serta Kuwu Desa Margamulya, Abdul Hadi. Turut hadir pula para bekel desa di wilayah Kecamatan Bongas, mahasiswa dan mahasiswi dari Universitas Padjadjaran (UNPAD) Bandung, serta masyarakat Desa Margamulya yang berpartisipasi aktif di lapangan.
Gropyokan tikus dilakukan secara gotong royong di area persawahan yang selama ini rawan serangan hama. Aktivitas ini bertujuan menekan populasi tikus yang kerap merusak tanaman padi, terutama menjelang dan saat masa tanam. Dengan keterlibatan langsung masyarakat, kegiatan ini diharapkan memberikan dampak signifikan terhadap keberlangsungan produksi pertanian.
Camat Bongas, Dedi Irawan, menegaskan bahwa gropyokan tikus merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap keluhan petani. Menurutnya, serangan hama tikus tidak bisa dianggap sepele karena dapat mengancam stabilitas hasil panen dan kesejahteraan petani. “Ini adalah langkah preventif yang harus dilakukan secara bersama-sama. Jika dikerjakan serentak, dampaknya akan jauh lebih efektif,” ujarnya.
Sementara itu, Sertu Darjo yang mewakili Danramil 1616/KDH menyampaikan bahwa keterlibatan TNI dalam kegiatan ini merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial. TNI hadir untuk mendukung program pemerintah daerah dan memastikan setiap kegiatan kemasyarakatan berjalan aman serta tertib. “Kami siap mendampingi masyarakat, khususnya petani, dalam menjaga ketahanan pangan di wilayah,” katanya.
Kuwu Desa Margamulya, Abdul Hadi, juga mengapresiasi kehadiran seluruh pihak, termasuk mahasiswa UNPAD yang ikut terjun langsung ke sawah. Ia menilai keikutsertaan mahasiswa memberi nilai edukatif sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan. “Ini bukan hanya soal memberantas hama, tapi juga membangun kesadaran kolektif bahwa pertanian adalah tanggung jawab bersama,” ungkapnya.
Partisipasi mahasiswa UNPAD Bandung menjadi warna tersendiri dalam kegiatan tersebut. Selain membantu langsung di lapangan, kehadiran mereka juga menjadi sarana pembelajaran nyata tentang kondisi pertanian dan dinamika sosial di pedesaan.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau lancar, aman, dan kondusif. Koordinasi antar unsur berjalan baik, tanpa kendala berarti. Dokumentasi kegiatan pun telah dilampirkan sebagai laporan pertanggungjawaban.
Melalui kegiatan gropyokan tikus ini, diharapkan serangan hama di persawahan Desa Margamulya dapat ditekan secara signifikan. Sinergi antara pemerintah kecamatan, TNI, pemerintah desa, mahasiswa, dan masyarakat menjadi modal utama dalam menjaga keberlanjutan pertanian serta mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Indramayu.
