HARGA SEMBAKO BERGEJOLAK! BABINSA KRANGKENG KOPKA KADILAN TURUN LANGSUNG PANTAU PASAR SINGAKERTA
Indramayu — Pergerakan harga bahan pokok di sejumlah wilayah mulai menunjukkan dinamika. Untuk memastikan kondisi tetap terkendali, Babinsa Koramil 1610/Krangkeng, Kopka Kadilan, turun langsung melakukan monitoring harga sembako di PD Pasar Singakerta, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Kamis (19/2/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB tersebut dipusatkan di Toko Ibu Enci, Desa Singakerta. Dalam monitoring tersebut, Babinsa melakukan pengecekan langsung terhadap harga berbagai komoditas kebutuhan pokok sekaligus berdialog dengan pedagang terkait kondisi pasokan dan daya beli masyarakat.
Hasil pemantauan menunjukkan adanya kenaikan harga pada sejumlah komoditas penting. Telur ayam tercatat naik menjadi Rp 38.000 per kilogram. Daging sapi juga mengalami kenaikan dan kini berada di angka Rp 150.000 per kilogram. Gula pasir yang sebelumnya relatif stabil, kini dijual Rp 16.000 per kilogram dengan status harga naik.
Kenaikan signifikan juga terjadi pada komoditas bumbu dapur. Bawang merah menembus Rp 48.000 per kilogram, sementara bawang putih berada di angka Rp 42.000 per kilogram. Kacang kedelai tercatat Rp 19.000 per kilogram dan jagung Rp 11.000 per kilogram, keduanya juga mengalami kenaikan.
Sementara itu, harga minyak goreng terpantau tetap di angka Rp 16.000 per kilogram. Daging ayam juga stabil di Rp 38.000 per kilogram. Kabar baik datang dari beras yang justru mengalami penurunan harga menjadi Rp 12.000 per kilogram.
Menurut sejumlah pedagang, kenaikan harga beberapa komoditas dipengaruhi oleh faktor distribusi dan pasokan dari luar daerah. Permintaan yang meningkat serta biaya transportasi turut memengaruhi fluktuasi harga di tingkat pasar.
Kopka Kadilan menegaskan bahwa monitoring ini merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial sekaligus langkah deteksi dini terhadap potensi gejolak ekonomi di masyarakat. Dengan turun langsung ke lapangan, Babinsa dapat memastikan tidak terjadi penimbunan barang maupun permainan harga yang merugikan warga.
“Kegiatan ini bertujuan untuk memantau perkembangan harga sekaligus memastikan ketersediaan stok sembako tetap aman,” ujarnya di sela kegiatan.
Kehadiran aparat TNI di pasar tradisional juga memberikan rasa aman bagi pedagang dan pembeli. Warga berharap harga kebutuhan pokok dapat kembali stabil agar tidak membebani pengeluaran rumah tangga.
Meski terdapat kenaikan pada sejumlah komoditas, secara umum stok bahan pokok di PD Pasar Singakerta masih tersedia dan aktivitas jual beli berlangsung normal. Tidak ditemukan adanya kepanikan pembeli maupun kelangkaan barang.
Selama pelaksanaan monitoring, situasi di wilayah Desa Singakerta terpantau tertib dan aman. Kegiatan berjalan lancar hingga selesai tanpa hambatan berarti.
Langkah sigap Babinsa Krangkeng ini menjadi wujud nyata komitmen TNI dalam menjaga stabilitas wilayah, tidak hanya dari sisi keamanan tetapi juga ketahanan ekonomi masyarakat. Dengan pemantauan rutin, diharapkan potensi lonjakan harga dapat diantisipasi lebih awal dan keseimbangan pasar tetap terjaga.
Di tengah fluktuasi harga yang mulai terasa, sinergi antara aparat, pedagang, dan masyarakat menjadi kunci menjaga stabilitas sembako di Kabupaten Indramayu agar tetap terkendali dan kondusif.
