HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Harga Sembako Bergejolak di Krangkeng! TNI Turun ke Pasar Singakerta, Telur hingga Daging Terpantau Naik


Indramayu – Fluktuasi harga kebutuhan pokok kembali menjadi sorotan. Untuk memastikan kondisi pasar tetap terkendali dan melindungi daya beli masyarakat, jajaran TNI dari Koramil 1610/Krangkeng melakukan monitoring langsung harga sembako di PD Pasar Singakerta, Desa Singakerta, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Jumat (6/2/2026).

Kegiatan monitoring tersebut dilaksanakan oleh Serka Sudono, anggota Koramil 1610/Krangkeng, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Langkah ini merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial TNI dalam memantau perkembangan situasi sosial ekonomi masyarakat di wilayah binaan, khususnya terkait ketersediaan dan stabilitas harga bahan kebutuhan pokok.

Dari hasil pengecekan langsung di lapangan, sejumlah komoditas utama tercatat mengalami kenaikan harga. Kondisi ini menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat, terutama menjelang kebutuhan rumah tangga yang semakin meningkat.

Berdasarkan data hasil monitoring, harga beras di Pasar Singakerta justru mengalami penurunan dan saat ini dijual di kisaran Rp12.000 per kilogram. Sementara itu, harga minyak goreng tercatat stabil di angka Rp17.000 per kilogram.

Namun, berbeda dengan beras dan minyak goreng, sebagian besar komoditas lainnya terpantau mengalami kenaikan. Harga telur ayam naik menjadi Rp29.000 per kilogram. Daging ayam juga mengalami kenaikan dan saat ini dijual dengan harga Rp40.000 per kilogram. Kenaikan paling signifikan terjadi pada daging sapi yang mencapai Rp130.000 per kilogram.

Selain protein hewani, bahan kebutuhan pokok lainnya juga menunjukkan tren kenaikan. Harga gula pasir tercatat Rp16.000 per kilogram. Bawang merah naik menjadi Rp48.000 per kilogram, sementara bawang putih mencapai Rp42.000 per kilogram. Komoditas kacang kedelai dijual dengan harga Rp19.000 per kilogram, dan jagung naik ke angka Rp11.000 per kilogram.

Serka Sudono menjelaskan bahwa monitoring ini dilakukan untuk memperoleh data riil di lapangan sekaligus memastikan tidak terjadi kelangkaan barang maupun praktik penimbunan yang merugikan masyarakat. “Kami turun langsung ke pasar untuk melihat kondisi sebenarnya. Secara umum, stok sembako masih tersedia, namun beberapa harga memang mengalami kenaikan,” ujarnya.

Menurutnya, kenaikan harga sejumlah komoditas dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya distribusi barang, biaya transportasi, serta kondisi pasokan dari daerah penghasil. Meski demikian, situasi pasar masih terpantau kondusif dan aktivitas jual beli berjalan normal.

Danramil 1610/Krangkeng melalui keterangannya menyampaikan bahwa Babinsa memiliki peran penting dalam memantau kondisi wilayah, termasuk perkembangan harga sembako. “Pemantauan ini penting sebagai bahan laporan dan koordinasi dengan pihak terkait, agar pemerintah daerah dapat mengambil langkah yang diperlukan jika terjadi lonjakan harga,” tegasnya.

Kehadiran aparat TNI di pasar juga mendapat respons positif dari para pedagang dan pembeli. Para pedagang merasa lebih tenang karena adanya perhatian dari aparat terhadap kondisi pasar, sementara masyarakat berharap pengawasan rutin dapat membantu menekan lonjakan harga yang terlalu tinggi.

Selain melakukan pencatatan harga, Serka Sudono juga berinteraksi langsung dengan pedagang untuk menggali informasi terkait pasokan dan kendala distribusi. Pendekatan ini dinilai efektif dalam membangun komunikasi dua arah serta memperkuat kepercayaan antara aparat dan masyarakat.

Selama kegiatan monitoring berlangsung, situasi Pasar Singakerta terpantau aman, tertib, dan lancar tanpa gangguan berarti. Aktivitas jual beli tetap berjalan normal meskipun terdapat kenaikan harga pada beberapa komoditas.

Monitoring harga sembako yang dilakukan Koramil 1610/Krangkeng ini menjadi bagian dari upaya nyata TNI dalam mendukung stabilitas ekonomi dan ketahanan pangan di wilayah. Dengan pengawasan yang berkelanjutan serta sinergi antara aparat, pemerintah daerah, dan masyarakat, diharapkan gejolak harga dapat dikendalikan dan kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi secara aman dan terjangkau.

Posting Komentar