HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Babinsa Kawal Tradisi Sakral! Doa Bersama Mapag Tamba Desa Lelea Jadi Magnet Kebersamaan Warga


Indramayu – Nuansa religius dan kentalnya adat istiadat kembali terasa di Balai Desa Lelea, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, pada Selasa malam (31/3/2026). Ratusan warga tumpah ruah mengikuti kegiatan doa bersama dalam rangka tradisi adat Mapag Tamba, sebuah ritual turun-temurun yang sarat makna spiritual dan kebersamaan.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 20.00 WIB ini berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan. Dalam laporan resmi yang disampaikan kepada Yth. Dandim 0616/Indramayu, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata pelestarian budaya lokal yang tetap hidup di tengah masyarakat modern.

Tradisi Mapag Tamba sendiri merupakan salah satu warisan budaya masyarakat Desa Lelea yang rutin digelar sebagai bentuk rasa syukur sekaligus permohonan kepada Allah SWT agar diberikan keselamatan, kesehatan, dan keberkahan bagi seluruh warga. Ritual ini juga menjadi momentum untuk mengenang serta mendoakan para leluhur yang telah mendahului.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kuwu Desa Lelea, Bapak Salim, yang turut memimpin dan memberikan sambutan kepada masyarakat. Dalam pesannya, ia menegaskan pentingnya menjaga tradisi sebagai identitas desa sekaligus memperkuat persatuan warga.

“Mapag Tamba bukan hanya tradisi, tetapi juga wujud kebersamaan dan doa kita semua untuk kebaikan desa,” ujarnya di hadapan warga.

Peran aparat kewilayahan juga tampak menonjol dalam kegiatan ini. Babinsa Desa Lelea, Serka Sunanto, hadir langsung untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib. Kehadiran Babinsa menjadi simbol kedekatan TNI dengan rakyat serta komitmen dalam mendukung setiap kegiatan positif di wilayah binaannya.

Selain itu, Bhabinkamtibmas Desa Lelea, Bripka Wawan, juga turut hadir sebagai bagian dari sinergitas TNI-Polri dalam menjaga stabilitas keamanan di tengah masyarakat. Kolaborasi ini terbukti efektif dalam menciptakan suasana yang kondusif selama kegiatan berlangsung.

Turut hadir pula para pamong desa serta sekitar 100 warga masyarakat Desa Lelea yang dengan antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Kehadiran warga dari berbagai kalangan menunjukkan tingginya kepedulian terhadap pelestarian adat dan budaya lokal.

Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat. Suasana hening dan penuh kekhidmatan terasa saat lantunan doa menggema di dalam balai desa, menciptakan atmosfer spiritual yang mendalam.

Warga yang hadir tampak larut dalam doa, memanjatkan harapan akan keselamatan, kesehatan, serta keberkahan bagi diri sendiri, keluarga, dan seluruh masyarakat desa. Tradisi ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antarwarga melalui kebersamaan dalam ibadah.

Menurut salah satu tokoh masyarakat, kegiatan Mapag Tamba memiliki nilai filosofis yang tinggi. Selain sebagai bentuk ibadah, tradisi ini juga menjadi media untuk memperkuat solidaritas sosial dan menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat.

“Di sini kita tidak hanya berdoa, tapi juga mempererat silaturahmi. Ini yang membuat desa kita tetap rukun dan damai,” ungkapnya.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Tidak ada gangguan berarti, dan seluruh rangkaian acara berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

Keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini tidak lepas dari peran aktif semua pihak, mulai dari pemerintah desa, aparat keamanan, hingga masyarakat yang turut menjaga ketertiban dan kekompakan.

Dengan terselenggaranya kegiatan doa bersama dalam rangka adat Mapag Tamba ini, diharapkan nilai-nilai budaya dan spiritual masyarakat Desa Lelea dapat terus terjaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Di tengah derasnya arus modernisasi, tradisi seperti Mapag Tamba menjadi pengingat akan pentingnya menjaga jati diri dan kebersamaan. Kehadiran Babinsa dan aparat lainnya pun semakin memperkuat sinergi antara negara dan masyarakat dalam membangun desa yang harmonis, aman, dan sejahtera.

Posting Komentar