“Babinsa Sigap Kawal Musdessus Panas! Tukar Guling Tanah Desa Telagasari Senilai Rp250 Juta Demi Proyek Strategis KDKMP”
Indramayu – Suasana malam di Balai Desa Telagasari, Kecamatan Lelea, tampak berbeda pada Selasa (31/3/2026). Di bawah pengawalan aparat teritorial, kegiatan Musyawarah Desa Khusus (Musdessus) berlangsung hingga larut malam, membahas agenda krusial berupa tukar menukar tanah milik desa untuk pembangunan gerai KDKMP yang dinilai strategis bagi masyarakat.
Kegiatan yang dimulai pukul 21.00 WIB tersebut berjalan tertib dan aman dengan kehadiran berbagai unsur pemerintahan dan keamanan. Dalam laporan resmi yang disampaikan kepada Yth. Dandim 0616/Indramayu, kegiatan ini turut dipantau langsung oleh aparat kewilayahan, termasuk peran aktif Babinsa sebagai ujung tombak TNI di desa.
Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Camat Lelea yang diwakili Sekretaris Kecamatan, Bapak Baman beserta staf, unsur Koramil yang diwakili Serma Zaenal M, serta perwakilan dari Polsek Lelea yaitu Aipda Rizal. Selain itu, seluruh perangkat desa Telagasari serta sekitar 100 warga masyarakat turut hadir, menunjukkan tingginya antusiasme publik terhadap kebijakan yang akan diambil.
Musdessus kali ini menjadi perhatian serius karena menyangkut aset desa berupa tanah titisara yang akan ditukar guling demi mendukung pembangunan gerai KDKMP. Lokasi lahan yang disepakati berada di Blok Wedari RT 14 RW 5 Desa Telagasari, dengan luas mencapai 96 meter persegi. Lahan tersebut merupakan hasil tukar menukar dengan tanah desa yang berada di Blok Sepat, dengan nilai transaksi diperkirakan mencapai Rp250 juta.
Menurut keterangan yang dihimpun di lokasi, pembangunan gerai KDKMP ini diharapkan mampu menjadi pusat aktivitas ekonomi baru bagi masyarakat desa. Program tersebut dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis desa serta meningkatkan kesejahteraan warga.
Peran Babinsa dalam kegiatan ini menjadi sorotan penting. Selain memastikan keamanan dan ketertiban jalannya musyawarah, Babinsa juga berperan sebagai mediator dan penghubung antara masyarakat dengan pemerintah. Kehadiran Babinsa dinilai mampu memberikan rasa aman sekaligus menjamin transparansi dalam proses pengambilan keputusan.
“Babinsa hadir untuk memastikan bahwa setiap proses berjalan sesuai aturan, transparan, dan tetap menjaga kondusivitas wilayah,” ujar salah satu warga yang mengikuti jalannya musyawarah.
Selama kegiatan berlangsung, tidak ditemukan adanya gangguan keamanan maupun perdebatan yang mengarah pada konflik. Semua pihak terlihat menjunjung tinggi semangat musyawarah dan mufakat sebagai dasar pengambilan keputusan.
Hasil Musdessus pun akhirnya disepakati bersama oleh seluruh peserta yang hadir. Keputusan tersebut diharapkan dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah desa untuk proses administrasi dan pelaksanaan pembangunan di lapangan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata sinergitas antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas serta mendukung pembangunan di wilayah pedesaan. Dukungan penuh dari berbagai pihak menjadi kunci utama dalam mewujudkan program-program strategis yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Dengan berakhirnya kegiatan Musdessus dalam keadaan aman dan tertib, diharapkan langkah pembangunan gerai KDKMP di Desa Telagasari dapat segera terealisasi. Masyarakat pun menaruh harapan besar agar proyek ini benar-benar membawa manfaat nyata, khususnya dalam meningkatkan perekonomian desa dan membuka peluang usaha baru bagi warga sekitar.
Di tengah dinamika pembangunan desa, peran aparat teritorial seperti Babinsa kembali membuktikan eksistensinya sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong kemajuan wilayah binaannya.
