Harga Sembako Bergejolak! Babinsa Serka Muksin Turun Langsung ke Warung Rakyat di Indramayu, Ini Temuannya
Indramayu — Dinamika harga kebutuhan pokok kembali menjadi sorotan. Di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap lonjakan harga sembako, Babinsa dari Koramil 1610/Krangkeng, Serka Muksin, turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi riil di tingkat bawah. Monitoring dilakukan di Warung “Kasirih” yang berada di Desa Srengseng, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, pada Kamis (19/3/2026) pagi.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini bertujuan untuk memantau perkembangan harga bahan pokok sekaligus memastikan stabilitas pasokan di wilayah binaan. Langkah ini dinilai penting mengingat sembako merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang sangat sensitif terhadap perubahan harga.
Dalam hasil pemantauan tersebut, ditemukan bahwa beberapa komoditas utama masih berada pada harga stabil. Beras, misalnya, tercatat tetap di angka Rp15.800 per kilogram. Begitu pula minyak goreng yang bertahan di harga Rp16.000 per kilogram, serta daging ayam yang masih dijual Rp38.000 per kilogram. Komoditas jagung juga terpantau stabil di angka Rp11.000 per kilogram.
Namun demikian, sejumlah bahan pokok lainnya justru mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan. Telur ayam kini menyentuh Rp38.000 per kilogram, sementara daging sapi melonjak hingga Rp150.000 per kilogram. Tak hanya itu, gula pasir yang sebelumnya relatif stabil kini naik menjadi Rp16.000 per kilogram.
Kenaikan juga terjadi pada komoditas bumbu dapur yang sangat dibutuhkan masyarakat sehari-hari. Bawang merah tercatat naik menjadi Rp48.000 per kilogram, sedangkan bawang putih mencapai Rp42.000 per kilogram. Kacang kedelai pun ikut terdampak dengan harga terbaru Rp19.000 per kilogram.
Menurut Serka Muksin, fluktuasi harga ini perlu menjadi perhatian bersama, terutama dalam menjaga daya beli masyarakat. Ia menegaskan bahwa kehadiran Babinsa di tengah masyarakat bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga memonitor kondisi sosial dan ekonomi warga.
“Monitoring ini kami lakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa kebutuhan pokok tetap tersedia dan harga masih dalam batas wajar,” ujarnya di sela kegiatan.
Lebih lanjut, ia juga menyampaikan bahwa hasil pemantauan ini akan dilaporkan kepada pimpinan sebagai bahan evaluasi dan pertimbangan dalam mengambil langkah ke depan. Dengan adanya data langsung dari lapangan, diharapkan pihak terkait dapat segera merespons jika terjadi lonjakan harga yang berpotensi memberatkan masyarakat.
Kegiatan monitoring berjalan dengan lancar, tertib, dan aman tanpa kendala berarti. Kehadiran Babinsa juga disambut baik oleh pemilik warung maupun warga sekitar yang merasa diperhatikan oleh aparat teritorial.
Langkah proaktif seperti ini dinilai penting, terutama dalam situasi ekonomi yang masih fluktuatif. Peran Babinsa sebagai ujung tombak TNI AD di wilayah diharapkan mampu menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga stabilitas, termasuk dalam hal harga kebutuhan pokok.
Dengan adanya pemantauan rutin, diharapkan potensi gejolak harga dapat diantisipasi sejak dini. Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan yang justru dapat memicu kelangkaan barang di pasaran.
Situasi di wilayah Desa Srengseng hingga saat ini terpantau kondusif, dengan distribusi sembako yang masih berjalan normal. Namun demikian, kewaspadaan tetap diperlukan agar stabilitas harga dan ketersediaan barang tetap terjaga di tengah berbagai tantangan ekonomi.
