HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Harga Sembako di Cikedung Bergerak Dinamis! Babinsa Pelda H. Suganda Ungkap Fakta Lapangan dari Toko Rakyat


Indramayu — Pergerakan harga kebutuhan pokok kembali menjadi perhatian serius di wilayah Kabupaten Indramayu. Untuk memastikan kondisi riil di lapangan, Babinsa Koramil 1613/Terisi, Pelda H. Suganda, melaksanakan monitoring langsung harga sembako di tingkat pedagang kecil.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis, 19 Maret 2026, bertempat di toko milik warga, tepatnya Toko Ibu Cutiah yang berlokasi di Desa Cikedung Lor, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu. Monitoring ini merupakan bagian dari upaya aparat teritorial dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, khususnya terkait harga kebutuhan pokok yang sangat vital.

Sejak pagi hari, Pelda H. Suganda melakukan pengecekan langsung terhadap sejumlah komoditas utama yang menjadi kebutuhan sehari-hari warga. Dari hasil pantauan, diketahui bahwa harga sembako di wilayah tersebut menunjukkan kondisi yang relatif bervariasi, dengan beberapa komoditas masih stabil dan lainnya mengalami tekanan kenaikan.

Beras, sebagai bahan pokok utama masyarakat, tercatat berada di harga Rp13.000 per kilogram. Harga ini tergolong masih terjangkau dibandingkan dengan beberapa wilayah lain. Sementara itu, minyak goreng dijual dengan harga Rp17.000 per kilogram, yang menunjukkan adanya sedikit kenaikan dibandingkan periode sebelumnya.

Untuk komoditas protein, telur ayam berada di angka Rp33.000 per kilogram, sedangkan daging ayam stabil di harga Rp38.000 per kilogram. Adapun daging sapi tercatat cukup tinggi, yakni Rp135.000 per kilogram, yang masih menjadi salah satu komoditas dengan harga paling mahal di pasaran.

Di sisi lain, harga bahan pokok lain seperti gula pasir kini berada di angka Rp17.000 per kilogram. Kacang kedelai tercatat Rp19.000 per kilogram, sedangkan jagung relatif stabil di harga Rp10.000 per kilogram.

Kebutuhan dapur seperti bawang merah dan bawang putih juga menjadi perhatian. Berdasarkan hasil monitoring, bawang merah dijual Rp44.000 per kilogram, sementara bawang putih berada di harga Rp40.000 per kilogram. Kedua komoditas ini dikenal sering mengalami fluktuasi karena dipengaruhi faktor distribusi dan pasokan.

Pelda H. Suganda menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tugas rutin Babinsa dalam memantau kondisi sosial ekonomi masyarakat di wilayah binaannya. Ia menegaskan bahwa keberadaan aparat di tengah masyarakat tidak hanya berfokus pada keamanan, tetapi juga memastikan kesejahteraan warga tetap terjaga.

“Kami turun langsung untuk mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan. Dengan begitu, setiap perkembangan harga bisa segera dilaporkan dan menjadi bahan evaluasi bagi pimpinan,” ujarnya.

Hasil monitoring ini selanjutnya akan dilaporkan kepada komando atas sebagai bentuk pertanggungjawaban sekaligus bahan analisis dalam menentukan langkah kebijakan yang diperlukan. Langkah ini juga sejalan dengan upaya menjaga stabilitas harga dan mencegah potensi gejolak di masyarakat.

Kegiatan berlangsung dalam situasi aman, tertib, dan lancar tanpa adanya kendala berarti. Kehadiran Babinsa pun mendapat respons positif dari masyarakat dan pemilik toko yang merasa diperhatikan serta didukung dalam menjaga stabilitas ekonomi lokal.

Dengan adanya pemantauan rutin seperti ini, diharapkan fluktuasi harga sembako dapat terus dikendalikan. Peran aktif Babinsa di lapangan menjadi salah satu kunci dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan masyarakat dan kondisi pasar.

Di tengah situasi ekonomi yang dinamis, masyarakat diimbau untuk tetap bijak dalam berbelanja serta tidak melakukan penimbunan barang. Stabilitas harga tidak hanya bergantung pada pasokan, tetapi juga pada perilaku konsumen itu sendiri.

Secara keseluruhan, kondisi wilayah Desa Cikedung Lor masih tergolong kondusif, dengan distribusi bahan pokok yang berjalan normal. Namun demikian, kewaspadaan tetap diperlukan agar lonjakan harga tidak semakin meluas dan berdampak pada daya beli masyarakat.

Posting Komentar