HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Babinsa Dampingi Monitoring Pupuk Subsidi di Gantar, Pastikan Ketersediaan Jelang Musim Tanam


INDRAMAYU — Babinsa bersama unsur Forkopimcam melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) kios pupuk bersubsidi di wilayah Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Rabu (22/4/2026). Kegiatan ini dilakukan guna memastikan ketersediaan dan penyaluran pupuk bersubsidi berjalan tepat sasaran menjelang musim tanam kedua (MT-2).

Monev tersebut dilaksanakan oleh UPTD Ketahanan Pangan dan Pertanian (KPP) Kecamatan Haurgeulis yang memiliki wilayah kerja meliputi Kecamatan Haurgeulis dan Gantar. Kegiatan dimulai sejak pukul 09.00 WIB dengan menyasar sejumlah desa, yakni Desa Baleraja, Desa Sanca, Desa Mekarwaru, dan Desa Bantarwaru.

Babinsa yang hadir dalam kegiatan tersebut turut mendampingi proses pengecekan di lapangan bersama aparat terkait. Keterlibatan Babinsa menjadi bagian penting dalam mendukung pengawasan distribusi pupuk sekaligus menjaga stabilitas wilayah, khususnya di sektor pertanian yang menjadi tumpuan ekonomi masyarakat setempat.

Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Camat Gantar Ade Tarja, perwakilan Danramil 1615/Haurgeulis Sertu Ade Widarya, perwakilan Kapolsek Gantar Aiptu Robet, Kepala UPTD KPP Haurgeulis Dr. Misna B, serta unsur penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA).

Tim monev melakukan pengecekan langsung ke sejumlah kios pupuk di tiap desa. Di Desa Baleraja, pemeriksaan dilakukan di Kios Pupuk Gapoktan Baleraja Tani dan Kios Pupuk Ikhlas Tani. Sementara di Desa Sanca, tim menyambangi beberapa kios seperti Arya Tani, Sanca Jaya, Bagus Mandiri Jaya, serta Gapoktan Sanca Jaya.

Selanjutnya, di Desa Bantarwaru, monitoring dilakukan di Kios Pupuk PD Berkah Jaya. Adapun di Desa Mekarwaru, tim mengecek Kios Pupuk Noris Tani dan Jayatani. Pengecekan ini dilakukan secara menyeluruh, baik dari sisi stok, administrasi, hingga harga jual pupuk.

Kepala UPTD KPP Haurgeulis, Dr. Misna B, menjelaskan bahwa kegiatan monev ini bertujuan memastikan kesiapan distribusi pupuk bersubsidi agar petani tidak mengalami kendala saat memasuki musim tanam kedua.

“Melalui monev ini, kami ingin memastikan stok pupuk seperti urea, NPK, dan pupuk organik tersedia sesuai alokasi RDKK. Jangan sampai petani terlambat tanam karena ketersediaan pupuk tidak mencukupi,” ujarnya.

Selain itu, tim juga memastikan penyaluran pupuk tepat sasaran sesuai data elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK). Hal ini penting untuk mencegah penyimpangan distribusi, seperti penyaluran kepada pihak yang tidak berhak atau penjualan di luar mekanisme subsidi.

Pengawasan terhadap harga juga menjadi fokus utama. Tim memastikan kios menjual pupuk sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. Mengingat tingginya permintaan pada musim tanam, potensi pelanggaran harga menjadi perhatian serius dalam kegiatan ini.

Tidak hanya itu, aspek administrasi dan sarana kios juga turut diperiksa, termasuk pembukuan, penggunaan kartu tani atau QR code, hingga kesiapan sistem aplikasi i-Pubers. Hal ini dilakukan untuk memastikan proses penebusan pupuk oleh petani dapat berjalan lancar tanpa kendala teknis.

Babinsa yang turut mendampingi kegiatan tersebut menegaskan pentingnya pengawasan bersama guna menjaga distribusi pupuk tetap transparan dan adil. Ia juga menyatakan kesiapan TNI dalam mendukung upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan di wilayah.

“Kami siap mendukung pengawasan di lapangan agar distribusi pupuk berjalan lancar dan tepat sasaran. Ini penting untuk menjaga produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani,” ujarnya.

Selain sebagai langkah pengawasan, monev ini juga berfungsi sebagai deteksi dini terhadap potensi permasalahan distribusi, seperti keterlambatan pengiriman dari distributor atau kendala teknis lainnya. Jika ditemukan kendala, tim dapat segera melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan cepat.

Hingga pukul 13.10 WIB, kegiatan monitoring masih berlangsung dalam keadaan tertib, aman, dan lancar. Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan jaminan kepada petani bahwa kebutuhan pupuk bersubsidi dapat terpenuhi secara optimal selama musim tanam kedua berlangsung.

Posting Komentar