HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Babinsa Hadiri Tradisi Mapag Sri di Desa Telagasari, Wujud Syukur dan Pelestarian Adat


INDRAMAYU — Tradisi turun-temurun masyarakat kembali digelar di Desa Telagasari, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu pada Rabu (22/4/2026). Kegiatan adat Mapag Sri yang sarat nilai budaya dan spiritual ini dihadiri oleh Babinsa setempat bersama unsur Forkopimcam serta masyarakat desa. Kehadiran aparat kewilayahan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian tradisi sekaligus menjaga kondusivitas wilayah.

Acara yang berlangsung di Balai Desa Telagasari sejak pukul 12.10 WIB itu merupakan bentuk rasa syukur masyarakat kepada Allah SWT atas rezeki dan hasil bumi yang diperoleh. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mendoakan para leluhur yang telah meninggal dunia, sebagai bagian dari kearifan lokal yang masih dijaga hingga saat ini.

Babinsa yang hadir dalam kegiatan tersebut turut berbaur dengan masyarakat, memperlihatkan kedekatan TNI dengan warga binaannya. Kehadiran Babinsa dinilai penting tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam memperkuat nilai kebersamaan serta menjaga tradisi yang menjadi identitas daerah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Lelea Atang Suwaadi, S.STP beserta staf, perwakilan Danramil Lelea yang diwakili Serda Yusup, Kapolsek Lelea AKP Heryanto, S.H beserta anggota, Kuwu Desa Telagasari Surnata bersama perangkat desa, Ketua BPD Telagasari H. Wahid, S.Pd, tokoh adat, serta masyarakat setempat yang antusias mengikuti rangkaian acara.

Dalam sambutannya, Kuwu Desa Telagasari Surnata menyampaikan bahwa tradisi Mapag Sri bukan sekadar ritual, tetapi juga sarana mempererat hubungan sosial antarwarga. Ia menegaskan bahwa nilai gotong royong, kebersamaan, dan rasa syukur menjadi inti dari kegiatan tersebut.

“Mapag Sri ini adalah warisan leluhur yang harus kita jaga bersama. Selain sebagai bentuk rasa syukur, ini juga menjadi ajang memperkuat silaturahmi warga,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat. Suasana khidmat terasa saat masyarakat mengikuti doa dengan penuh kesungguhan, memohon keberkahan, keselamatan, dan kelimpahan rezeki bagi seluruh warga desa. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan ramah tamah yang berlangsung hangat dan penuh keakraban.

Babinsa dalam kesempatan tersebut juga mengapresiasi kekompakan masyarakat Desa Telagasari dalam menjaga tradisi sekaligus menciptakan suasana yang aman dan tertib. Ia menilai kegiatan seperti ini memiliki nilai strategis dalam menjaga stabilitas sosial di tingkat desa.

“Tradisi seperti Mapag Sri ini sangat positif. Selain melestarikan budaya, juga mempererat persatuan masyarakat. Kami dari TNI akan selalu mendukung kegiatan masyarakat yang bersifat membangun dan menjaga keharmonisan,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Lelea Atang Suwaadi juga menyampaikan dukungannya terhadap pelestarian budaya lokal. Ia berharap generasi muda dapat terus mengenal dan meneruskan tradisi tersebut agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Tidak ada gangguan yang berarti, berkat kerja sama semua pihak, termasuk aparat keamanan dan partisipasi aktif masyarakat.

Tradisi Mapag Sri di Desa Telagasari menjadi bukti bahwa nilai-nilai budaya lokal masih hidup dan dijaga dengan baik. Di tengah modernisasi, masyarakat tetap mampu mempertahankan identitas budaya sekaligus memperkuat persatuan dan kesatuan.

Kehadiran Babinsa dalam kegiatan ini semakin menegaskan peran TNI sebagai bagian dari masyarakat yang tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga turut serta dalam kehidupan sosial dan budaya warga binaannya.

Posting Komentar