HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Babinsa Haurgeulis Sidak Pasar! Harga Sembako Berubah Drastis,


Indramayu – Pergerakan harga kebutuhan pokok kembali menjadi sorotan di wilayah Kabupaten Indramayu. Babinsa Koramil 1615/Haurgeulis, Serda Jarwadi, turun langsung ke lapangan melakukan pemantauan harga sembako di Pasar Daerah Haurgeulis, Selasa (28/4/2026) pagi.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.30 WIB tersebut menyasar sejumlah kios dan toko sembako di kawasan pasar tradisional Haurgeulis. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk respons cepat terhadap dinamika harga bahan pokok yang terus berubah dan berpotensi memengaruhi kondisi ekonomi masyarakat.

Pemantauan ini juga menjadi bagian dari laporan rutin kepada jajaran komando atas, khususnya kepada Yth. Dandim 0616/Indramayu, guna memastikan stabilitas harga tetap terkendali di wilayah binaan.

Dari hasil monitoring di lapangan, ditemukan adanya fluktuasi harga pada sejumlah komoditas penting. Beberapa bahan pokok tercatat mengalami penurunan harga, sementara sebagian lainnya justru mengalami kenaikan.

Harga beras medium misalnya, mengalami penurunan dari Rp13.200 menjadi Rp13.000 per kilogram. Penurunan juga terjadi pada bawang merah yang turun cukup signifikan dari Rp35.000 menjadi Rp30.000 per kilogram. Selain itu, harga daging ayam juga mengalami penyesuaian turun dari Rp37.000 menjadi Rp35.000 per kilogram.

Namun di sisi lain, kenaikan harga juga terjadi pada beberapa komoditas. Gula pasir naik dari Rp17.000 menjadi Rp17.500 per kilogram. Telur ayam juga tercatat mengalami kenaikan harga menjadi Rp32.000 per kilogram, yang cukup berdampak pada pengeluaran rumah tangga.

Sementara itu, sejumlah bahan pokok lainnya terpantau stabil tanpa perubahan harga. Minyak goreng tetap di angka Rp17.000 per kilogram, jagung Rp13.000 per kilogram, kedelai lokal Rp10.000 per kilogram, bawang putih Rp40.000 per kilogram, serta daging sapi yang masih bertahan di harga Rp140.000 per kilogram.

Serda Jarwadi menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan dan kestabilan harga sembako di pasaran, sekaligus mengantisipasi adanya lonjakan harga yang tidak wajar.

“Kami turun langsung ke pasar untuk melihat kondisi riil di lapangan, sehingga bisa mengetahui perkembangan harga secara akurat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa peran Babinsa tidak hanya terbatas pada aspek keamanan, tetapi juga mencakup pengawasan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Dengan adanya pemantauan rutin, diharapkan potensi gejolak harga dapat dideteksi lebih awal.

Selain melakukan pendataan harga, Babinsa juga berinteraksi dengan para pedagang untuk menggali informasi terkait pasokan barang dan kendala distribusi yang mungkin memengaruhi harga jual di pasar.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari para pedagang yang merasa diperhatikan oleh aparat kewilayahan. Kehadiran Babinsa dinilai mampu memberikan rasa aman sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah.

Selama kegiatan berlangsung, situasi di Pasar Haurgeulis terpantau aman, tertib, dan kondusif. Tidak ditemukan adanya gangguan maupun praktik yang merugikan konsumen.

Dengan adanya pengawasan langsung dari aparat TNI di lapangan, diharapkan stabilitas ekonomi masyarakat tetap terjaga. Upaya ini sekaligus menunjukkan komitmen Babinsa dalam hadir di tengah masyarakat, tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga memastikan kesejahteraan warga tetap menjadi prioritas utama.

Posting Komentar