HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Babinsa Kopka Tardi Temukan Lonjakan Harga Sembako di Pasar Singakerta, Ini Daftar Terbarunya


Pergerakan harga kebutuhan pokok di wilayah Kabupaten Indramayu kembali menjadi sorotan. Babinsa Koramil 1610/Krangkeng, Kopka Tardi, turun langsung melakukan monitoring harga sembako di Pasar Singakerta, Kecamatan Krangkeng, pada Rabu, 1 April 2026.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.30 WIB tersebut dilakukan sebagai bentuk pengawasan terhadap stabilitas harga bahan pokok di tingkat pasar tradisional. Dari hasil pemantauan di lapangan, ditemukan adanya kenaikan harga pada sejumlah komoditas penting yang berpotensi berdampak pada daya beli masyarakat.

Monitoring dilakukan langsung di area pasar Desa Singakerta, yang menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi warga di Kecamatan Krangkeng. Dalam kegiatan tersebut, Kopka Tardi berinteraksi dengan pedagang serta memantau perkembangan harga secara langsung.

“Hari ini kami melaksanakan monitoring harga sembako untuk memastikan kondisi di lapangan serta mengetahui secara langsung perkembangan harga yang dirasakan masyarakat,” ujar Kopka Tardi.

Berdasarkan hasil pengecekan, sejumlah bahan pokok mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan. Berikut daftar harga sembako terbaru di Pasar Singakerta:

  • Beras: Rp13.500 per kilogram (naik)

  • Minyak goreng: Rp16.000 per kilogram (tetap)

  • Telur ayam: Rp30.000 per kilogram (naik)

  • Daging ayam: Rp38.000 per kilogram (tetap)

  • Daging sapi: Rp150.000 per kilogram (naik)

  • Gula pasir: Rp16.000 per kilogram (naik)

  • Bawang merah: Rp48.000 per kilogram (naik)

  • Bawang putih: Rp42.000 per kilogram (naik)

  • Kacang kedelai: Rp19.000 per kilogram (naik)

  • Jagung: Rp11.000 per kilogram (naik)

Dari data tersebut, terlihat bahwa sebagian besar komoditas mengalami kenaikan harga, terutama pada bahan pangan utama seperti beras, telur, hingga daging sapi. Sementara itu, hanya beberapa komoditas seperti minyak goreng dan daging ayam yang masih berada pada harga stabil.

Kopka Tardi menjelaskan bahwa kenaikan harga ini perlu terus dipantau untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas terhadap masyarakat. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan monitoring secara berkala guna memastikan kondisi pasar tetap terkendali.

“Kami akan terus melakukan pemantauan agar perkembangan harga bisa diketahui secara cepat. Jika ada lonjakan signifikan, akan segera dilaporkan untuk ditindaklanjuti,” jelasnya.

Selain itu, Babinsa juga mengimbau para pedagang untuk tetap menjaga stabilitas harga dan tidak melakukan penimbunan barang yang dapat memicu kelangkaan di pasaran. Transparansi dalam perdagangan dinilai sangat penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat.

Kegiatan monitoring ini juga mendapat respons dari masyarakat yang berharap adanya langkah nyata untuk mengendalikan harga kebutuhan pokok. Kenaikan harga yang terjadi dinilai cukup membebani, terutama bagi warga dengan penghasilan terbatas.

Meski demikian, selama kegiatan berlangsung, situasi di Pasar Singakerta terpantau aman, tertib, dan kondusif. Aktivitas jual beli tetap berjalan seperti biasa tanpa adanya gangguan.

Peran aktif Babinsa dalam memantau kondisi ekonomi di wilayah binaannya menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas daerah. Tidak hanya fokus pada keamanan, Babinsa juga berkontribusi dalam memastikan kesejahteraan masyarakat melalui pengawasan harga kebutuhan pokok.

Dengan adanya monitoring ini, diharapkan pemerintah dan pihak terkait dapat mengambil langkah strategis untuk menekan lonjakan harga serta menjaga ketersediaan bahan pokok di pasaran.

Ke depan, kegiatan serupa akan terus dilakukan guna memastikan kondisi ekonomi masyarakat tetap stabil dan terkendali, khususnya di wilayah Kecamatan Krangkeng dan sekitarnya.

Posting Komentar