Babinsa Koptu Apih Santosa Turun Tangan! Harga Sembako Haurgeulis Bergejolak, TNI Pastikan Stabilitas Pasar Tetap Terjaga
Indramayu, 6 April 2026 — Pergerakan harga kebutuhan pokok kembali menjadi perhatian serius aparat kewilayahan. Anggota Koramil 1615/Haurgeulis, Apih Santosa, turun langsung melakukan pemantauan harga sembako di Pasar Haurgeulis, Desa Haurgeulis, Kecamatan Haurgeulis, Senin (06/04) pagi.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB ini merupakan bagian dari langkah aktif TNI dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, khususnya di sektor kebutuhan bahan pokok. Dalam pemantauan tersebut, Koptu Apih Santosa menyisir kios dan toko sembako guna memastikan harga tetap terkendali serta distribusi berjalan lancar.
Hasil monitoring menunjukkan adanya dinamika harga yang cukup variatif. Beberapa komoditas tercatat mengalami kenaikan, penurunan, hingga tetap stabil. Untuk beras medium, harga masih bertahan di angka Rp13.000 per kilogram. Sementara minyak goreng berada di harga Rp17.000 per kilogram dan jagung Rp13.000 per kilogram, yang semuanya masih dalam kondisi stabil.
Namun demikian, kenaikan harga terlihat pada komoditas gula pasir yang kini berada di angka Rp17.500 per kilogram. Telur ayam juga mengalami kenaikan dengan harga mencapai Rp32.000 per kilogram. Kondisi ini menjadi perhatian karena kedua komoditas tersebut merupakan kebutuhan utama rumah tangga.
Di sisi lain, kabar baik datang dari beberapa bahan pokok yang justru mengalami penurunan harga. Bawang merah turun dari Rp35.000 menjadi Rp30.000 per kilogram, sementara daging ayam juga mengalami penurunan harga menjadi Rp35.000 per kilogram. Penurunan ini sedikit memberikan ruang bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Untuk komoditas lainnya seperti bawang putih dan daging sapi, harga masih relatif stabil masing-masing di angka Rp40.000 dan Rp140.000 per kilogram. Kedelai lokal juga tercatat stabil di harga Rp10.000 per kilogram.
Menurut Koptu Apih Santosa, kegiatan pemantauan ini memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan pasar. “Monitoring ini dilakukan untuk memastikan harga tetap wajar serta mencegah adanya praktik penimbunan atau permainan harga oleh pihak tertentu,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mengawasi kestabilan harga bahan pokok, melindungi konsumen dari lonjakan harga yang tidak wajar, serta mendukung kebijakan pemerintah dalam menjaga inflasi daerah tetap terkendali.
Selain itu, pemantauan ini juga bertujuan meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pasar, sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi harga yang jelas dan akurat. Dengan adanya pengawasan langsung dari aparat, diharapkan para pedagang dapat menjalankan aktivitas jual beli secara jujur dan sesuai ketentuan.
Pasar Haurgeulis sendiri merupakan salah satu pusat ekonomi penting di wilayah tersebut. Aktivitas jual beli yang tinggi menjadikan pasar ini sebagai barometer kondisi ekonomi masyarakat, terutama dalam hal daya beli dan distribusi barang kebutuhan pokok.
Kehadiran Babinsa dalam kegiatan ini mendapat respons positif dari para pedagang dan masyarakat. Mereka menilai langkah tersebut sebagai bentuk kepedulian nyata aparat terhadap kondisi ekonomi rakyat.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Tidak ditemukan adanya gangguan maupun gejolak di pasar.
Dengan adanya pemantauan rutin seperti ini, diharapkan stabilitas harga sembako di wilayah Kecamatan Haurgeulis dapat terus terjaga, sehingga kesejahteraan masyarakat tetap terlindungi di tengah dinamika ekonomi yang terjadi.
